PANCASILA SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

PANCASILA SEBAGAI PEREKAT

PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA[1]

Oleh; Alif Lukmanul Hakim, S. Fil., M. Phil[2]

 

Sekadar Pengantar

Akhir-akhir ini  muncul kesadaran baru tentang betapa pentingnya Pancasila digelorakan lagi, yang sudah beberapa lama seperti dilupakan. Sejak memasuki masa  reformasi, maka apa saja yang  berbau orde baru  boleh  dibuang  dan atau  dijauhi. Reformasi seolah-olah mengharuskan semua tatanan  kehidupan termasuk ideologinya  agar supaya diubah, menjadi idiologi reformasi. Siapapun kalau masih berpegang pandangan  lama, semisal Pancasila, maka dianggap tidak mengikuti zaman.

Pancasila pada orde baru dijadikan  sebagai tema sentral dalam menggerakkan seluruh komponen bangsa ini. Maka dirumuskanlah ketika itu  Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau disinghkat dengan P4. Pedoman itu  berupa butir-butir pedoman berbangsa dan bernegara.  Nilai-nilai yang ada pada butir-butir P4  tersebut sebenarnya tidak ada sedikitpun yang buruk atau ganjil, oleh karena itu,  menjadi mudah diterima oleh seluruh bangsa Indonesia.

Hanya saja tatkala memasuki  era reformasi, oleh karena pencetus P4  tersebut adalah orang yang tidak disukai, maka buah pikirannya pun dipandang harus dibuang, sekalipun baik. P4 dianggap tidak ada gunanya. Rumusan P4 dianggap sebagai alat untuk memperteguh kekuasaan. Oleh karena itu, ketika penguasa yang bersangkutan jatuh, maka semua pemikiran dan pandangannya  dianggap tidak ada gunanya lagi, kemudian ditinggalkan.[3]

Sementara  itu,  era reformasi  belum berhasil  melahirkan  idiologi pemersatu bangsa yang baru.  Pada saat itu semangatnya adalah memperbaiki pemerintahan yang dianggap korup, menyimpang,  dan otoriter, dan  kemudian harus  diganti dengan semangat demokratis. Pemerintah harus berubah dan bahkan undang-undang dasar 1945 harus diamandemen. Beberapa hal yang masih didanggap  sebagai identitas bangsa, dan harus dipertahankan  adalah bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia raya, dan  lambang Burung Garuda. Lima prinsip dasar yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara,  yang selanjutnya disebut Pancasila, tidak terdengar lagi, dan apalagi P4.       

Namun setelah melewati sekian lama  masa reformasi, dengan munculnya idiologi baru, semisal NII dan juga lainnya, maka  memunculkan kesadaran baru, bahwa ternyata Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dianggap penting untuk digelorakan kembali. Pilar kebangsaan itu dianggap sebagai alat pemersatu bangsa yang tidak boleh dianggap sederhana hingga dilupakan. Pancasila dianggap sebagai alat pemersatu, karena berisi cita-cita dan  gambaran tentang nilai-nilai ideal  yang akan diwujudkan oleh bangsa ini.[4]

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang mencakup lebih dari 17.500 pulau, baik yang berpenghuni dan memiliki nama, maupun yang tidak berpenghuni dan belum memiliki nama. Indonesia memiliki garis pantai terpanjang 81.000 KM, setelah Kanada. Dari keseluruhan pulau yang dimilikinya, Indonesia memiliki 92 pulau terluar (TERDEPAN) yang tersebar di 19 provinsi. Sebanyak 67 pulau di antaranya berbatasan langsung dengan negara lain dan 12 pulau di antaranya rawan diklaim oleh negara lain.[

Indonesia, dalam pandangan Nurcholish Madjid (1939-2005), merupakan bangsa yang sukses. Bagaimana tidak? Indonesia adalah bangsa yang mampu mempertautkan solidaritas kultural, merangkum tak kurang dari 250 kelompok etnis dan bahasa, di sekitar 17.500 pulau. Dari sekian banyak etnis dan bahasa, Indonesia mampu menghadirkan suatu lingua franca yang mampu mengatasi isolasi pergaulan antarsuku.

Sebelum negeri ini merdeka, para pendiri bangsa merumuskan cara untuk mengikat suku bangsa dalam sebuah negara kebangsaan. Tepatnya sebelum pidato 1 Juni 1945, mereka berkumpul dan menyepakati persatuan sebagai landasan negara Indonesia merdeka. Bahkan, Muhammad Yamin secara tersirat menyinggung "negara kebangsaan" yang mengandaikan kedaulatan yang berfungsi memberi perlindungan dan pengawasan pada putra negeri serta kesempatan luas berhubungan dengan negara lain.

Dalam nada lain, Sosrodiningrat menegaskan bahwa persatuan berarti bebas dari rasa perselisihan antar golongan, pertikaian antar individu dan suku. Saat yang sama, perhatian, penghargaan, dan penghormatan terhadap corak dan bentuk kebiasaaan kelompok lain menjadi penting untuk menopang persatuan ini.

Persatuan merupakan kata yang penting di dalam Indonesia yang beragam dalam hal agama, suku, etnis dan bahasa. Pentingnya persatuan sebagai landasan berbangsa dan bernegara Indonesia bukan hanya bertumpu pada perangkat keras seperti kesatuan politik (pemerintahan), kesatuan teritorial, dan iklusivitas warga, akan tetapi juga memerlukan perangkat lunak berupa eksistensi kebudayaan nasional. Bahwa persatuan memerlukan apa yang disebut Soekarno sebagai "identitas nasional", "kepribadian nasional", dan "berkepribadian dalam kebudayaan".

Akar nasionalisme Indonesia sejak awal justru didasarkan pada tekad yang menekankan cita-cita bersama di samping pengakuan sekaligus penghargaan pada perbedaan sebagai pengikat kebangsaan. Di Indonesia, kesadadaran semacam itu sangat jelas terlihat. Bhinneka Tunggal Ika ("berbeda-beda namun satu jua") adalah prinsip yang mencoba menekankan cita-cita yang sama dan kemajemukan sebagai perekat kebangsaan. Dalam prinsipnya, etika ini meneguhkan pentingnya komitmen negara untuk memberi ruang bagi kemajemukan pada satu pihak dan pada pihak lain pada tercapainya cita-cita akan kemakmuran dan keadilan sebagai wujud dari tujuan nasionalisme Indonesia.

Prinsip Indonesia sebagai negara "bhineka tunggal ika" mencerminkan bahwa meskipun Indonesia adalah multikultural, tetapi tetap terintegrasi dalam keikaan dan kesatuan. Namun, realitas sosial-politik saat ini, terutama setelah reformasi, menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan: konflik dan kekerasan berlangsung hanya karena persoalan-persoalan yang sebetulnya tidak fundamental tapi kemudian disulut dan menjadi isu besar yang melibatkan etnis dan agama.[6]

Kini, setelah enam puluh enam tahun setelah Pancasila dikemukakan secara publik saat ini merupakan momentum reflektif bagi bangsa Indonesia untuk meradikalkan Pancasila agar bisa beroperasi dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila haruslah dijadikan dasar kehidupan bersama karena di dalamnya mengajarkan nilai-nilai kehidupan bersama, multikulturalisme, persatuan, demokrasi, keadilan sosial dan penghormatan terhadap kelompok-kelompok minoritas. Pancasila haruslah menjadi perekat bangsa, menjadi landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.

 

Persoalan Wilayah Perbatasan

Persoalan wilayah perbatasan dinilai menjadi masalah yang sangat krusial dalam sebuah negara. Hal ini karena ia menyangkut juga batas wilayah negara tersebut. Untuk negara seperti Indonesia, masalah perbatasan mestinya mendapat perhatian lebih karena beberapa tahun kemarin kita dikejutkan dengan lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke pelukan negeri jiran, Malaysia. 

Setelah Sipadan-Ligitan yang lepas, kawasan Kepulauan Miangas di Sulawesi juga terancam lepas karena klaim laut oleh Filipina. Hal ini juga menjadi persoalan bagi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Belajar dari pengalaman Sipadan-Ligitan, aksi nyata untuk pembangunan wilayah perbatasan lebih dibutuhkan dan lebih jelas pembuktiannya daripada sekadar pengesahan Peraturan Pemerintah.[7]

Selain karena absennya perhatian pemerintah dalam persoalan perbatasan ini, masalah kesenjangan struktural dan ketidakmerataan juga menjadi faktor dominan bagi lepasnya wilayah-wilayah tersebut dari bumi Indonesia. Kasus lepasnya Timor-Timor dari pangkuan Bumi Pertiwi patut menjadi pelajaran penting agar kasus serupa tidak terjadi di wilayah lain. Lalu lintas perdagangan barang/orang, misalnya di Entikong, Kalimantan Barat, juga patut menjadi perhatian pemerintah Indonesia agar menghilangkan ketergantungan pada pihak Malaysia. Berbagai problem seperti kemiskinan, kesenjangan pembangunan dengan negara tetangga,  keterbatasan akses permodalan dan pasar bagi masyarakat, kebijakan fiskal dan moneter yang kurang kondusif, keterisolasian dan mobilitas penduduk akibat keterbatasan akses transportasi, lemahnya penegakan hukum, dan problem degradasi sumberdaya alam, merupakan sederet persoalan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk segera dicarikan solusinya. Sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga keutuhannya.[8]

 

Keadilan Sosial

Tak ada persatuan tanpa keadilan. Dengan kata lain, persatuan haruslah dibangun atas dasar keadilan dan kesejahteraan sosial. Mustahil, negara bisa membangun persatuan jika tidak ditopang keadilan dan kesejahteraan masyarakatnya. Karena itu, sila ketiga dan sila kelima dalam Pancasila memiliki keterkaitan erat. Hal ini terumus dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945 bahwa ketika negara sudah terbentuk maka kekayaan negara dieksplorasi demi kemaslahatan warga negara Indonesia. Sehingga tidak adil jika hanya satu daerah yang menikmati hasil pembangunan.

Namun setelah melewati sekian lama  masa reformasi, dengan munculnya idiologi baru, semisal NII dan juga lainnya, maka  memunculkan kesadaran baru, bahwa ternyata Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dianggap penting untuk digelorakan kembali. Pilar kebangsaan itu dianggap sebagai alat pemersatu bangsa yang tidak boleh dianggap sederhana hingga dilupakan. Pancasila dianggap sebagai alat pemersatu, karena berisi cita-cita dan  gambaran tentang nilai-nilai ideal  yang akan diwujudkan oleh bangsa ini.

Bangsa Indonesia yang bersifat majemuk, terdiri atas berbagai agama, suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah,   menempati wilayah dan kepulauan yang sedemikian luas, maka  tidak mungkin berhasil disatukan tanpa alat pengikat.  Tali pengikat itu adalah cita-cita, pandangan hidup yang dianggap ideal yang dipahami, dipercaya dan bahkian  diyakini sebagai sesuatu yang mulia dan luhur.

Memang setiap  agama yang ada  pasti memiliki ajaran tentang  gambaran kehidupan ideal, yang  masing-masing berbeda-beda. Perbedaan itu tidak akan mungkin  dapat dipersamakan. Apalagi, perbedaan  itu sudah melewati  dan memiliki sejarah panjang. Akan tetapi,  masing-masing pemeluk agama lewat para tokoh atau pemukanya,  sudah berjanji dan berekrar akan membangun negara kesatuan berdasarkan Pancasila itu.

Memang  ada sementara pendapat,  bahwa agama akan bisa mempersatukan bangsa. Dengan alasan bahwa masing-masing agama selalu mengajarkan tentang persatuan, kebersamaan dan  tolong menolong, sebagai dasar hidup bersama. Akan tetapi pada kenyataannya, tidak sedikit konflik  yang terjadi antara penganut agama yang berbeda.  Tidak sedikit orang merasakan  bahwa perbedaan selalu menjadi halangan untuk bersatu. Maka Pancasila, dengan sila pertama adalah  Ketuhanan Yang Maha Esa, merangkum dan sekaligus menyatukan  pemeluk agama yang berbeda itu.  Mereka yang berbeda-beda dari berbagai aspeknya itu  dipersatukan  oleh cita-cita dan kesamaan idiologi bangsa ialah Pancasila.    

Itulah sebabnya, maka  melupakan Pancasila sama  artinya dengan mengingkari  ikrar, kesepakatan,  atau janji bersama sebagai bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Selain  itu, juga dem ikian,  manakala muncul kelompok atau sempalan yang akan mengubah   kesepakatan itu, maka sama artinya dengan  melakukan pengingkaran sejarah dan  janji  yang telah disepakati bersama. Maka,  Pancasila adalah sebagai tali pengikat bangsa yang harus selalu diperkukuh  dan digelorakan pada setiap saat. Bagi bangsa Indonesia melupakan Pancasila, maka sama artinya dengan melupakan kesepakatan dan bahkan janji bersama itu.

Oleh sebab itu, Pancasila, sejarah  dan  filsafatnya harus tetap diperkenalkan dan diajarkan kepada segenap warga bangsa ini, baik lewat pendidikan formal maupun non formal. Pancasila  memang hanya dikenal di Indonesia, dan tidak dikenal di negara lain. Namun hal itu tidak berarti, bahwa bangsa  ini tanpa Pancasila bisa seperti bangsa lain. Bangsa Indonesia memiliki sejarah, kultur, dan sejarah politik yang berbeda dengan bangsa lainnya. Keaneka-ragaman bangsa Indonesia memerlukan  alat pemersatu, ialah Pancasila.

Realitasnya, kesenjangan sosial masih terjadi di era reformasi ini, sebagaimana yang terjadi di wilayah perbatasan. Bangunan demokrasi yang ditegakkan pascareformasi memang ditantang untuk menjawab harapan masyarakat yang begitu besar. Para pengambil kebijakan dituntut untuk membuktikan bahwa pilihan demokrasi yang memakan biaya cukup mahal bukanlah pilihan yang keliru. Jawaban yang diberikan tidak cukup dengan pemberian ruang kebebasan yang lebih besar, tetapi juga kehidupan ekonomi yang lebih baik.

 

Itulah cita-cita hakiki demokrasi Indonesia yang terkandung dalam Pancasila, yakni cita-cita yang tidak hanya memperjuangkan emansipasi dan partisipasi di bidang politik namun juga emansipasi dan partisipasi di bidang ekonomi. Hal ini seturut dengan tesis yang mengatakan bahwa dasar pendirian sebuah negara, apapun ideologinya, adalah bagaimana membawa warganya kepada kesejahteraan dan kemakmuran bersama. “Kemerdekaan nasional”, tegas Soekarno saat sidang pertama RIS tahun 1949, “bukanlah tujuan akhir bagi kita semua. Bagi kita kemerdekaan nasional Indonesia hanyalah syarat untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dalam arti jasmani dan rohani. Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat adalah tujuan kita bersama”. Polemik kistimewaan Yogyakarta, yang dibiarkan mengambang dan tidak jelas oleh pemerintah pusat, pada dasarnya merupakan suatu ‘ketidakadilan’ yang menjadi kesalahan pemerintah dan akan menjadi ‘bara api dalam sekam’ atau ‘bom waktu’ yang dapat menjadi sangat liar.

Perbaikan ekonomi bangsa dan pewujudan kesejahteraan rakyat memang bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata, tetapi juga memerlukan bantuan dan partisipasi warga masyarakat, pelaku ekonomi dan bisnis, negarawan, politikus, akademisi, dan elemen organisasi pemerintah. Selanjutnya, kebijakan politik harus memberi kerangka insentif berbasis meritokrasi, bagi inteligensia yang mencurahkan talenta-talenta terbaiknya dalam berbagai bidang profesi. Oleh karena itu, marilah kita bersama merevitalisasi nilai dan pelaksanaan Pancasila secara kongkret. Kita telah diingatkan oleh Bung Karno wahai Pemuda! Indonesia akan kembali menjadi bangsa terhormat, atau bahkan menjadi kuli yang terhina di rumah sendiri (Dan Sejarah akan menulis di sana, di antara benua Asia dan Benua Australia, di antara lautan Teduh dan Lautan Indonesia, adalah hidup suatu bangsa yang mula-mula mentjoba untuk hidup kembali sebagai sebuah bangsa, akhirnja kembali mendjadi satu kuli di antara bangsa-bangsa, kembali mendjadi een natie van koelis, en een koelie onder de naties – Sukarno, ”Tahun Vivere Pericoloso” (Tahun-tahun nyrempet bahaya), 17 Agustus 1964). Dirgahayu kemerdekaan RI yang ke-63

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ebenstein, William & Edwin Fogelman, 1987, Isme-isme Dewasa Ini, Edisi 9, Penerbit Erlangga: Jakarta.

Effendi, Sofian, et. al., Editor (Abbas Hamami, et. al) 2007, Membaca Ulang Pancasila, BPPF – Philosophy Press: Yogyakarta.

Hakim, Alif Lukmanul, 2003, Pancasila dan Keberlanjutan NKRI, artikel dalam Koran Kedaulatan Rakyat: Yogyakarta: 1 Februari 2006.

Hakim, Alif Lukmanul, 2007, Nasionalisme Kita, Nasionalisme Multikultur, www. Pikiran-rakyat.com.

Maliki, Zainuddin, 2003, Narasi Agung Tiga Teori Sosial Hegemonik, Penerbit LPAM: Surabaya.

Mills, C. Wright, 2001, Teori-teori Marxisme, Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Ricklefs, M. C., 1994, Sejarah Indonesia Modern, Gadjah Mada Press: Yogyakarta.

Simbolon, Parakitri T., 1995, Menjadi Indonesia, Penerbit KOMPAS Gramedia: Jakarta.


[1] Makalah disampaikan dalam acara Sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi Tokoh Masyarakat di Kota Yogyakarta, Kamis 24 Mei 2012, di Balaikota Yogyakarta.

[2] Pemakalah adalah Dosen FTI Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Pengampu Mata kuliah umum (Pancasila dan Kewarganegaraan) serta Filsafat, Logika, dan Peradaban Islam. Mengampu juga di UNY dan UAJY. Kolomnis dan pemateri dalam berbagai seminar dan pelatihan terkait Kepemudaan, Nasionalisme, Sosial-Politik dan Budaya. Phone: 08157952385, email/facebook: dalpeles_story@yahoo.com.

[3] Seharusnya kita mampu hal-hal yang baik dari masa lalu kita dan mengambil hal-hal yang baik dari masa kini kita, untuk selanjutnya kita memadukannya dengan baik.

[4] Mari bersama-sama kita renungkan kembali, kemunculan paham sektarianisme dalam agama dan kerusuhan antar agama terjadi karena ditinggalkannya Pancasila serta ketidaktegasan pemerintah kita dalam menjalankan aturan berdasarkan Pancasila. Semisal juga organ-organ Islam Garis Keras seperti FPI dan sejenisnya yang sampai hari ini masih saja dibiarkan “hidup” oleh pemerintah kita.

[5] Lihat: Alif Lukmanul Hakim, dalam Newsletter KOMPAK 2007.

[6] Lihat, M. Kholid Syaerozi, 2003, The Death of Nationalism, Majalah Tradem-PMII Cabang Sleman dan Alif Lukmanul Hakim, 2007, Nasionalisme Kita, Nasionalisme Multikultur, www. Pikiran-rakyat.com.

[7] Peran dan posisi kementrian dalam negeri, khususnya Dirjen Kesbangpol di sini sangatlah penting. Serta Kantor Kesbang di daerah-daerah pada wilayah praksisnya.

[8] Semua terjadi dikarenakan kita melanggar nilai-nilai Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila kita dalam kebijakan yang dibuat sekaligus dalam penerapannya.

About these ads

103 thoughts on “PANCASILA SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

  1. kerekatan bangsa indonesia sudah semakin berkurang karena sifat rakyatnya yang semakin individual, banyak krisis, masalah yang menambang renggangnya kesatuan antar masyarakat Indonesia, untuk itu dibutuhkan suatu alat agar warga dapat bersatu. Salah satunya adalah landasan negara kita sendiri yaitu pancasila. Karena dengan warga negara berpegang teguh pada Pancasila negara akan aman. Seemua rakyatnya sadar akan kebersaamaan, keadilan, sehinggga tidak akan terjadi lagi pelanggaran nilai-nilai moral, tidak ada lagi tidakan anarki, dan akan menimbulkan terciptanya perdamaian.
    seperti yang sudah disampaikan:
    “Pancasila haruslah dijadikan dasar kehidupan bersama karena di dalamnya mengajarkan nilai-nilai kehidupan bersama, multikulturalisme, persatuan, demokrasi, keadilan sosial dan penghormatan terhadap kelompok-kelompok minoritas. Pancasila haruslah menjadi perekat bangsa, menjadi landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.”

  2. MEILINDA PUSPITA SARI
    12205241009
    PENDIDIKAN BAHASA JAWA
    UNY
    Seperti yang kita ketahui bahwa Negara Indonesia pada saat ini sedang dirundung berbagai masalah yang sangat banyak. Mulai dari masalah ekonomi, lenyapnya ideologi meskipun itu masih ada dan sangat banyak lagi masalah-masalahnya. Seperti apa yang telah dipaparkan pada artikel diatas, saya setuju bahwa pancasila sekarang ini sudah tidak digubris lagi keberadaannya, sebenarnya bila kita tinjau lebih dalam lagi, banyak sekali nilai-nilai yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk hidup bermasyarakat. Indonesia memang negara multikultural yang terdiri dari berbagai macam etnis, suku dan budaya yang berbeda-beda. Sebagai alat untuk mempersatukan itu semua adalah adanya pancasila. Pancasila memang bersifat mengikat, akan tetapi dalam realisasinya pancasila dianggap seolah tidak ada. Saat ini menurut saya yang harus kita lakukan adalah menanamkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila kepada semua elemen masyarakat agar tercipta suatu persatuan dan kesatuan, serta kemakmuran. Setelah itu, kita perbaiki kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini, perbarui kebijakan yang dapat mengubah Indonesia menjadi lebih maju dan harus belajar dari kebijakan-kebijakan sebelumnya. Kita olah kembali peraturan perundang-undangan yang mulai melenceng dari nilai-nilai pancasila. Seperti yang dipaparkan di atas bahwa Indonesia sebenarnya negara yang kaya, nah kita sebagai generasi penerus bangsa harus melestarikan kembali kekayaan yang kita miliki jangan sampai terus-terusan seperti ini. Mari kita berdayakan, unggulkan lestarikan kembali apa yang telah kita miliki saat ini.

  3. YESI P.E.W.
    12205241012
    PENDIDIKAN BAHASA DAERAH
    A/2012

    Saya setuju dengan artikel tersebut, Pancasila memang sebagai pengikat multikulturalisme yang hidup subur di Indonesia. Peran Pancasila sebagai tali pangikat memang sudah baik, bisa menyatukan semua perbedaan yang ada. Akan tetapi, banyak sekali kasus yang menimpa Indonesia, sehingga membuat Pancasila itu terpojok bahkan diabaikan. Bila kita tidak merealisasikan dan menyelaraskan dalam kehidupan sehari-hari maka suatu saat Pancasila tersebut hanya akan menjadi sebuah simbol tanpa mengerti fungsi, peran, serta nilai yang terkandungnya. Bangsa Indonesia tersebut diibaratkan seperti Pancasila itu sendiri, bila bangsa Indonesia tidak bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah kerumunan masalah di berbagai bidang yang menerpa, maka ia hanya akan menjadi orang yang diperbudak orang lain di negeri sendiri. Begitu pula Pancasila akan seperti itu bila kita tidak bisa merealisasikan nilai yang terkandung di dalamnya. Walaupun kita hidup berbeda-beda tetapi kita tetap bisa bersatu dengan tali Pancasila di dalam wadah NKRI.

  4. Membaca artikel di atas, menambah lagi pemahaman kita tentang pondasi bangsa ini, Pancasila. Berbicara mengenai Indonesia, Pancasila dan para pendirinya menimbulkan kekaguman. bagaiman tidak, Indonesia merupakan negara yang kaya akan SDM maupun SDA nya, tapi apa yang terjadi? tingginya SDM justru menimbulkan perpecahan suku agama, tidak kepercayaan antar sesama, dan kriminalitas. Sedang SDA nya tereksploitasi habis-habisan. Padahal pendiri kita telah bersusah payah menyusun Pancasila yang begitu sesuai dengan Indonesia yang multiculture sebagai landasan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan pondasi bangsa yang paling TOP, tapi sayangnya saat ini Pancasila hanya dijadikan aksesoris saja. Saat ini banyak kebijakan yang tak lagi berpedoman pada Pancasila, alhasil timbullah berbagai macam masalah dan penyimpangan disegala sistem tatanan bangsa. menurut saya, Pancasila tidak hanya mengacu pada pembelajaran secara teoritis saja tapi aktualisai dari nilai moral Pancasila juga harus diterapkan di segala lapisan masyarakat. sehingga masyarakat dan pemerintah paham betul bahwa di dalam Pancasila terdapat nilai-nilai persatukan dan kemudian merealisasikannya. Di sini kebijakan pemerintah haruslah sesuai dengan pancasila sehingga tidak akan menimbulkan ketidak adilan , perpecahan , ataupun krisis kepercayaan antar masyarakat.

  5. bangsa Indonesia memang negara yang multikulturalisme bukan hanya kaya akan pulau dan agama akan tetapi juga kaya akan budaya, suku, bahasa, dan ras. bangsa Indonesia memang sadar dengan hal itu tetapi tidak mampu mempertahankan multikulralisme tersebut. jika ada kesadaran akan pentingnya persatuan nasional, adanya rasa peduli, dan adanya kesigapan baik pemerintah maupun masyarakatnya semua masalah seperti pengeklaiman pulau dan lain sebagainya tidak akan terjadi. Pancasila……. Pancasila menjadi dasar filsafah negara yang lebih tinggi nilai harfiahnya bukan hanya sekedar pilar saja, pemerintah saya yakin sudah paham akan hal ini, namun pencerminan dari nilai pancasila belum terlihat dari pemerintah pada saat sekarang ini. Pancasila sebagai pemersatu bangsa namun masyarakat Indonesia saja masih belum paham dan mengerti apa itu Pancasila apalagi nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila? masyarakat itu seharusnya diberi pemahaman terlebih dahulu mengenai esensial pancasila sebagai dasar negara, filosofi dan pilar negara agar tercipta masyarakat yang paham akan dasar negaranya sendiri sehingga persatuan dan kesatuan negara Indonesia tetap terjaga bahkan akan menjadi lebih kuat dengan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya lima sila beserta nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila PANCASILA tersebut. semua akan kembali kepada kesadaran diri sendiri baik masyarakat maupun pemerintahnya.

  6. Bangsa indonesia adalah bangsa yang terdiri dari banyak suku bangsa dan berbagai perbedaan baik perbedaan individual maupun kelompok. Dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut dapat menjadikan bangsa indonesia menjadi bangsa dan rusuh namun pancasila yang memuat sila-sila dasar bangsa indonesia dapat menjadi pemersatu bangsa. Saya setuju jika pancasila dihidupkan kembali dan dijadikan sebagai pemersatu kesatuan dan persatuan bangsa supaya bangsa indonesia dapat berkembang menjadi bangsa yang lebih baik dan dapat bersatu dalam satu kesatuan.

  7. Persatuan Indonesia. Itulah bunyi sila ke tiga Pancasila. Yang artinya bahwa bangsa Indonesia ini harus selalu bersatu dalam keadaan apapun. Meski sedang dalam keadaan terpuruk, memprihatinkan ataupun juga sedang dalam kondisi bersenang-senang. Namun, kini makna dari sila ke tiga semakin ditanggalkan atau seakan semakin tidak dimaknai oleh bangsa Indonesia khususnya masyarakat di kota besar. Mereka hanya mau bersatu ketika mereka sedang dalam kondisi yang terpuruk dan memprihatinkan. Mereka bahkan jarang mau berbaur dengan masyarakat yang keadaanya kurang. Kondisi ini justru yang sangat memprihatinkan bagi bangsa Indonesia sendiri. Dimana letak dari persatuan bangsa Indonesia yang telah jelas dituangkan di dalam salah satu sila Pancasila. Para masyarakat Indonesia terlalu bersemangat dalam mempertahankan pendapat mereka masing-masing, dan itu justru yang akan menimbulkan perpecahan diantara masyarakat Indonesia sendiri. Sudah terbukti dengan banyaknya konflik antar keluarga, antar bangsa, antar ras, antar agama, antar suku dsb. Semua itu disebabkan karena mereka kurang memahami makna dari Persatuan Indonesia. Mereka senang menggunakan kekerasan dalam mempertahankan argumen mereka yang tidak boleh salah. Mereka tidak memperhatinkan “tembe mburine” dari perlakuan mereka tersebut. Maka dari itu, marilah kita senantiasa mempertahankan keelokan dari persatuan bangsa Indonesia ini. Janganlah mau dipengaruhi oleh bangsa dari negara lain yang senang mengompor-ngompori untuk berperang. Jadikanlah Pancasila sebagai pedoman dalam melakukan apapun itu.

  8. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku dan banyak sekali perbedaan karakter antar individunya, jika pancasila sudah tidak menjadi pedoman dan hanya menjadi simbolik saja maka bangsa ini sudah tidak mempunyai perekat kesatuan bangsa lagi untuk menyatukan perbedaan individual bangsa ini. Jika melihat dari nilai – nilai yang terkandung didalam pancasila, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sudah tidak mengacu lagi pada pondasinya yaitu pancasila. Pancasila sebagai dasar negara sebaiknya dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat indonesia, sebagai pemersatu multikultural di indonesia.

  9. Arif Nur Fitriyanti
    12301241004
    Pendidikan Matematika UNY 2012

    Artikel ini kembali mengingatkan dan menyadarkan betapa pentingnya Pancasila bagi persatuan Indonesia. Kini, Indonesia sedang dilanda berbagai permsalahan multidimensional baik dari segi ekonomi, sosial, hukum, budaya, agama, politik, ekologi dan lainnya seperti yang diungkapkan dalam artikel ini. Sedikit mengulas, dalam bidang ekonomi, sebenarnya Indonesia adalah negara yang kaya tapi bangsa Indonesia lebih menyukai sesuatu yang instant dan tidak mau bersusah payah. Selain itu, tidak ada upaya pemerataan ekonomi dan dukungan terhadap UKM atau usaha rumahan. Rakyat Indonesia dipaksa terus menerus menjadi konsumen bagi produk asing dan melupakan produk dalam negeri. Sungguh ironis! Dalam dunia politik dan hukum pun sama. Seperti yang pernah Bapak katakan bahwa hukum di Indonesia itu seperti pisau yang tumpul di atas tapi tajam di bawah dan politik di Indonesia adalah politik keluarga…
    Menurut saya, permasalahan di Indonesia ini saling berkaitan dan belum dapat diselesaikan secara tuntas. Masalah ini hanya dibiarkan mengambang dengan solusi yang mengantung (masih dalam tanda tanya ?). Pihak-pihak terkait saling menyalahkan dan seolah lepas tangan. Permasalahan itupun hanya akan ditangani setelah mendapat perhatian publik jika terus-menerus diungkap di media dan pada akhirnya akan dibiarkan tenggelam lagi setelah berita itu dianggap expired. Contohnya kasus bank Century, Hambalang, Lapindo, pembunuhan Munir, dll yang kini entah beritanya hilang ditelan waktu. Ini salah siapa? Saya rasa masalah ini mengarah pada satu hal yaitu kebijakan yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila. Menurut saya, kini baik pemerintah maupun warga negara Indonesia lupa akan makna Pancasila yang sebenarnya. Padahal Pancasila dibuat bukan untuk dibacakan pada Upacara Hari Senin atau hanya dipajang di dinding kelas dan tugu saja. Saya setuju bahwa Pancasila merupakan buah pikir pemimpin Indonesia yang mencakup seluruh aspirasi warga Indonesia yang berfungsi sebagai alat perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
    Indonesia memang negara yang hebat jika hanya dilihat dari luarnya saja, tapi di dalamya Indonesia bisa dikatakan rapuh bahkan bisa disebut bukan negara lagi (pseudonation). Ibarat handphone dengan chassing bagus tapi aplikasi lemot.
    Menurut saya, apa yang diramalkan Soekarno tentang nasib Indonesia mungkin saja terjadi. Saat ini sudah terlihat tanda-tandanya. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus menyamakan visi yaitu Pancasila. Masalah ini adalah tanggung jawab bersama. Pancasila adalah ideologi negara!

  10. Memang benar, akhir-akhir ini masalah yang berkaitan dengan perpecahan bangsa Indonesia kian muncul. Beberapa daerah bahkan mencoba untuk berdiri sendiri, seperti GAM yang masih hangat disuarakan kembali. Hal ini tentunya memprihatinkan banyak orang, terutama orang-orang yang memang peduli dan mau membangun kembali bangsa Indonesia.
    Saya setuju dengan pernyataan artikel di atas, bahwa langkah tepat dalam memperbaiki semua itu adalah dengan membangunkan kembali Garuda yang sudah lama tertidur, dengan meneriakkan kembali nilai-nilai Pancasila yang sudah lama terhalang individualisme anak bangsa dan egoisme ‘orang-orang atas’.
    Persatuan harus disuarakan kembali. Pesan sekaligus tugas yang ditinggalkan Bung Karno untuk menjadikan kemakmuran sebagai tujuan bersama, tidak boleh diabaikan. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada pengecualian pihak untuk memperbaiki bangsa kita sendiri.
    Mengutip kalimat pada artikel di atas, yaitu persatuan tidak akan berjalan tanpa keadilan, dan keadilan juga tidak akan tercipta tanpa persatuan. Pemerintah seharusnya membuka mata dan menaruh perhatian untuk masalah ini, sehingga semua ikut terangkul untuk bersama-sama menggelorakan kembali Pancasila.
    Di atas semua itu, bukan hanya suara saja yang perlu dikeraskan namun juga ada tindakan yang nyata untuk mengembalikan kembali Pancasila sebagai perekat bangsa. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

  11. Kholifatun Nur Rokhmah
    12301241039
    Pend. Matematika 2012 UNY

    Indonesia adalah negara yang beragam, beragam agama, suku, budaya, etnik, dan lain-lain. Maka dibutuhkan suatu alat untuk mempertahankan persatuan yang telah terbentuk di awal kemerdekaan Indonesia. Pada awalnya para tokoh kemerdekaan telah memikirkannya dan memunculkan suatu ideologi Pancasila. Pancasila yang kita kenal denga lima butirnya dan selalu dibacakan saat hari senin oleh pelajar-pelajar yang melaksanakan upacara bendera. Namun, yang terlihat adalah Pancasila tersebut hanya memjadi formalitas untuk selalu dibacakan dan di pasang di atas papan tulis setiap ruang kelas. Kenyataan yang kita lihat, contoh kecilnya adalah masih terjadi banyak tawuran antarpelajar yang tidak sedikit memakan korban. Kejadian tersebut sudah sangat melanggar sila ketiga Pancasila. Lebih ironisnya adalah ketika tawuran tersebut dilakukan oleh pelajar yang jelas-jelas mendapat mata pelajaran Pancasila melalui pendidikan formal, lalu bagaimana dengan bentrok antar warga yang dikarenakan konflik SARA? Mungkin ada beberapa dari mereka yang tidak mempunyai kesempatan untuk merasakan bangku sekolah. Yang menjadi pertanyaan, apa mungkin karena mereka belum paham tentang Pancasila? Jika disebutkan dalam tulisan di atas Pendidikan Pancasila disampaikan melalui pendidikan formal maupun non formal, saya masih belum memiliki bayangan bagaimana contoh pendidikan Pancasila non formal tersebut. Bukan hal yang mudah mempertahankan persatuan dan rasa saling toleransi dan apresiasi terhadap sesama rakyata Indonesia yang beragam. Oleh karena itu kita tidak boleh hanya terus menuntut pemerintah, tapi juga harus ikut andil membantu mempertahankan persatuan dan kesatuan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Oleh karena mari kita bersama-sama kembali menjunjung tinggi Pancasila untuk dijadikan pedoman dalam kita melangkah menyusun kesejahteraan Bangsa Indonesia, mencapai cita-cita bersama yang terkandung dalam lima sila Pancasila. Untuk generasi penerus, mulai dari kecil harus benar-benar ditanamkan Pancasia dan mencintai Indonesia termasuk alam dan budayanya. Jangan sampai mereka hapal tarian-tarian dan lagu-lagu luar negeri tapi tidak tahu tarian dan lagu Indonesia.

  12. Arif Nur Fitriyanti
    12301241004
    Pendidikan Matematika UNY 2012

    Artikel ini kembali mengingatkan dan menyadarkan betapa pentingnya Pancasila bagi persatuan Indonesia. Kini, Indonesia sedang dilanda berbagai permsalahan multidimensional baik dari segi ekonomi, sosial, hukum, budaya, agama, politik, ekologi dan lainnya seperti yang diungkapkan dalam artikel ini. Sedikit mengulas, dalam bidang ekonomi, sebenarnya Indonesia adalah negara yang kaya tapi bangsa Indonesia lebih menyukai sesuatu yang instant dan tidak mau bersusah payah. Selain itu, tidak ada upaya pemerataan ekonomi dan dukungan terhadap UKM atau usaha rumahan. Rakyat Indonesia dipaksa terus menerus menjadi konsumen bagi produk asing dan melupakan produk dalam negeri. Sungguh ironis! Dalam dunia politik dan hukum pun sama. Seperti yang pernah Bapak katakan bahwa hukum di Indonesia itu seperti pisau yang tumpul di atas tapi tajam di bawah dan politik di Indonesia adalah politik keluarga…
    Menurut saya, permasalahan di Indonesia ini saling berkaitan dan belum dapat diselesaikan secara tuntas. Masalah ini hanya dibiarkan mengambang dengan solusi yang mengantung (masih dalam tanda tanya ?). Pihak-pihak terkait saling menyalahkan dan seolah lepas tangan. Permasalahan itupun hanya akan ditangani setelah mendapat perhatian publik jika terus-menerus diungkap di media dan pada akhirnya akan dibiarkan tenggelam lagi setelah berita itu dianggap expired. Contohnya kasus bank Century, Hambalang, Lapindo, pembunuhan Munir, dll yang kini entah beritanya hilang ditelan waktu. Ini salah siapa? Saya rasa masalah ini mengarah pada satu hal yaitu kebijakan yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila. Menurut saya, kini baik pemerintah maupun warga negara Indonesia lupa akan makna Pancasila yang sebenarnya. Padahal Pancasila dibuat bukan untuk dibacakan pada Upacara Hari Senin atau hanya dipajang di dinding kelas dan tugu saja. Saya setuju bahwa Pancasila merupakan buah pikir pemimpin Indonesia yang mencakup seluruh aspirasi warga Indonesia yang berfungsi sebagai alat perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
    Indonesia memang negara yang hebat jika hanya dilihat dari luarnya saja, tapi di dalamya Indonesia bisa dikatakan rapuh bahkan bisa disebut bukan negara lagi (pseudonation). Ibarat handphone dengan chassing bagus tapi aplikasi lemot.
    Menurut saya, apa yang diramalkan Soekarno tentang nasib Indonesia mungkin saja terjadi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus menyamakan visi yaitu Pancasila. Masalah ini adalah tanggung jawab bersama. Pancasila adalah ideologi negara! Pancasila adalah ideologi bersama!

  13. Ria Warni
    12205241029
    Pend.Bahasa Jawa
    A/2012

    Saya setuju dengan isi artikel di atas. Dalam sila ke-3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia jelas bermakna bahwa bangsa Indonesia sendiri harus nya memang bersatu di atas keanekaragaman suku,ras dan golongan. Namun karena kepentingan individu maupun kelompok, sila ke-3 Pancasila tersebut sepertinya sudah tidak di perhatikan lagi. Memang seharusnya kita menjunjung tinggi pluralitas di atas keberagaman. Sebenarnya untuk masalah konflik antar suku,ras,agama dan golongan di masyarakat Indonesia sendiri dapat terselesaikan dengan kesadaran masyarakat sendiri dengan nilai-nilai Pancasila. Namun tidak dapat terselesaikan pula tanpa campur tangan pemerintah. Saya rasa kerjasama yang baik antara pemerintah dan rakyat sangat perlu,dengan adanya perhatian yang lebih terhadap masalah bangsa ini. Memang sepantasnya nilai-nilai Pancasila sendiri ditanamkan sejak dini. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa tetap menghargai lingkungan yang majemuk di Indonesia ini atas dasar Pancasila.

  14. Titis Tria Wulandari
    12205241017
    PBD A 2012

    setelah saya membaca artikel diatas, saya setuju dengan artikel yang telah dismpaikan diatas dan saya merasa tergugah serta sangat prihatin dengan keadaan negara kita yaitu Indonesia. betapa tidak, negara kita yang sangat kaya akan sumber daya alam, budaya, suku, etnis ini dapat mengalami hal yang sangat memprihatinkan. banyaknya masalah yang muncul seperti adanya salah satu pulau kita yang harus jatuh ke tangan negara lain. itu disebabkan karena Indonesia kurang perhatian dengan daerah-daerah di perbatasan khususnya. tidak hanya itu saja, konflik yang terjadi antar umat beragama ini yang seharusnya mendapat perhatian lebih dalam hal ini. bukan kah dalam pancasila sudah terdapat sila ke 3 yang berbunyi ” persatuan Indonesia ” yang seharusnya menjadikan pedoman kita untuk menghargai segala perbedaan yang ada untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan tujuan bersama antar masyarakat. marilah kita sebagai warga Indonesia yang baik, harus mampu mengatasi perbedaan atau kemajemukan negara kita dengan tidak menimbulkan konflik maupun perpecahan, namun keberagaman maupun perbedaan itu hendaknya malah menjadikan suatu persatuan yang kukuh agar bangsa kita lebih maju dan sejahtera untuk kedepannya.

  15. FAJAR KURNIAWATI
    12205241031
    PBD KELAS A
    FBS UNY
    Mengacu pada artikel yang disampaikan Pak Alif tersebut, saya sangat setuju sekali dengan apa yang disampaikan. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bersifat majemuk, multikultural yang terdiri atas berbagai agama, bermacam-macam ras dan suku bangsa, adat istiadat dan budaya, bahasa daerah yang berbeda-beda, dan menempati menempati wilayah dan kepulauan yang sangat luas, dari ujung timur sampai ujung barat. Dari Sabang sampai Merauke. Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda namun satu jua merupakan prinsip yang menyatakan persatuan dan perekat bangsa. Namun pada dasarnya pancasila-lah yang bersifat mengikat seluruh elemen bangsa. Realitanya, saat ini muncul berbagai masalah yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Pancasila seolah olah dianak-tirikan, dikesampingkan. Dalam kehidupan bernegara Pancasila tidak digunakan sebagai landasan dalam bertindak dan mengambil kebijakan dalam membuat peraturan negara. Dilingkungan masyarakat, pancasila juga dikesampingkan. Hanya simbolitas saja dibacakan ketika upacara peringatan hari-hari besar. Oleh karena itu Pancasila perlu direfresh lagi, disegarkan kembali, disosialisasikan lagi nilai nilai yang terkandung didalamnya. Dengan tujuan semua elemen negara ini ingat kembali dengan adanya pancasila dan negara indonesia tetap utuh, tanpa terpecah-belah dengan timbulnya berbagai masalah.

  16. HERDIANA MELATI S
    12205241004
    KELAS A PBD 2012

    Benar apa yang dikatakan pak Alif jika Pancasila haruslah menjadi perekat bangsa, menjadi landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.
    Karena dalam menyatukan sebuah bangsa haruslah ada sebuah alat. Dan saya rasa Pancasila merupakan alat yang tepat untuk menjadi perekat bangsa dan landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.
    Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia yang mempunyai nilai universal sangat tepat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga segala tindakan yang dilakukan oleh setiap warga negara sesuai dengan kaidah nilai dan norma yang ada di negara ini.
    Kita sebagai Warga Negara Indonesia sudah sewajarnya untuk selalu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga tercipta persatuan dan kesatuan bangsa sebagai wujud sila ke-3.

  17. Galih Imam Bazhari
    12205241039 / PBD / UNY

    Menurut saya artikel tersebut sangat bagus, pertama saya akan mengomentari kalimat “ketika penguasa yang bersangkutan jatuh, maka semua pemikiran dan pandangannya dianggap tidak ada gunanya lagi, kemudian ditinggalkan.” Argumen tersebut sepertinya memang benar, seperti yang kita tahu kebijakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah di masa kepemimpinan tertentu sangat berbau kepentingan politik yang di anutnya.
    Namun seperti pada kalimat “setelah melewati sekian lama masa reformasi, dengan munculnya idiologi baru, semisal NII dan juga lainnya, maka memunculkan kesadaran baru, bahwa ternyata Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dianggap penting untuk digelorakan kembali.” Itu menjadi momentum bagi seluruh bangsa Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar kehidupan NKRI.
    Kemudian adalah kesadaran kita sendiri sebagai bangsa Indonesia untuk mempraktekan nilai nilai Pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat, maka bukan tidak mungkin bangsa indonesia akan menjadi bangsa menurut ucapan Bung Karno “wahai Pemuda! Indonesia akan kembali menjadi bangsa terhormat, atau bahkan menjadi kuli yang terhina di rumah sendiri”.

  18. saya setuju dengan artikel diatas. PANCASILA SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA. memang pancasila sebagai landasan nomor 1 di Indonesia, tetapi masih banyak manusia hidup itu mementingkan pribadi dan golongan daripada umum, pancasila hanya menjadi sebuah landasan yang belum dipahami oleh banyak manusia itu sendiri. masih banyak aksi2 yang melanggar Pancasila, masih banyak hal2 yang merusak bangsa Indonesia. kurangnya kesadaran diri dan kebijakan yang tidak sesuai bagi warga negara indonesia. banyak penindasan akibat ulah petinggi negara yang memakan banyak uang rakyat. seharusya petinggi negara yang melakukan banyak kecurangan itu dihukum seberat-beratnya. keadilan seadil adilnya untuk rakyat indonesia, itulah fungsi pancasila yang sesungguhnya. patutlah kita mengamalkan sila sila yang ada pada pancasila agar negara indonesia menjadi negara yang maju dan dapat tumbuh menjadi negara yang adil dan makmur.

  19. Indonesia adalah bangsa yang multikultur, bangsa yang terdiri dari berbagai mcam suku dan budaya, indonesia juga merupakan negara kepulauan, dengan kata lain bangsa indonesia membutuhkan alat pemersatu bangsa yang dapat mempererat dan menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di dalam diri bangsa indonesia, dan itu dapat diwujudkan dengan adanya pancasila. Pancasila adalah ideologi bangsa sekaligus alat yang dapat mempererat dan menyatukan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila sangat sesuai dengan pribadi bangsa Indonesia, jadi dapat dikatakan bahwasannya nilai-nilai pancasila sangat cocok dengan pribadi bangsa Indonesia. Tetapi faktanya masih banyak penyimpangan-penyimpangan nilai-nilai dasar pancasila yang terjadi di Indonesia, misalnya di bidang Ekonomi, kita tahu bahwa Bangsa Indonesia kaya akan hasil alam dan hasil lautnya semua itu terbukti dengan luasnya wilayah laut kita yaitu sekitar 12 mil dari lepas pantai,dan juga suburnya tanah di Indonesia sehingga dapat ditanami tanaman apa saja yang cocok di daerah tropis. Tetapi pemerintah kurang memperhatikan itu semua, kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah sangat merugikan masyarakat, terutama nelayan dan petani. Pemerintah hanya memperhatikan ekonomi dari bidang Indutrialisasi saja, sehingga banyak lahan-lahan persawahan ataupun ladang yang digusur kemudian digantikan oleh Indutrialisasi.Menurut saya kebijakan pemerintah itu kurang tepat, seharusnya pemerintah memperhatikan potensi apa yang ada di daerahnya, masih banyak bidang lain yang dapat memajukan perekonomian bangsa Indoneisa,misalnya dari perdagangan, pertanian, ataupun nelayan, tetapi pemerintah hanya kurangmemperhatikan itu semua,sehingga dampaknya adalah kita harus Import beras dan bahan pokok lainnya dari luar negeri, padahal kita sendiri sebenarnya sanggup dan bisa memproduksi bahan-bahan pokok itu sendiri. Berbicara soal Pancasila sangat banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, misalnya nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyaatan dan keadilan sosial. semua nilai-nilai itu memiliki filosofi sendiri-sendiri, dan jika kita dapat mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan baik dan benar niscaya kita dapat mensejahterakan dan mempersatukan masyarakat Indonesia. Jadi marilah kita kembali membuka dan mempelajari apa nilai-nilai yang terkandung dari tiap-tiap sila yang ada di Pancasila, sehingga nantinya kita tidak salah dalam mengambil kebijakan dan keputusan.

  20. Pancasila sudah tidak diberarti lagi bagi Indonesia apalagi P4 yang dibuat oleh orang yang tidak disukai, tetapi menurut saya bila P4 bermanfaat bagi negara tidak ada salahnya kita menerapkan kembali tanpa melihat siapa yang merancangnya.
    Indonesia juga salah satu negara yang berpotensi besar dalam hasil alamnya, tetapi kurangnya keperdulian Pemrintah terhadap hal tersebut menyebabkan Indonesia tidak bisa mengolah hasil alamnya sendiri.
    Indonesia memiliki beragam etnis,suku, dan bahasa. Itulah identitas negara yang perlu dijaga. Walaupun masyarakat Indonesia dari bermacam-macam suku dan semacamnya, tetapi Indonesia masih dapat menjaga satu persatuan negara Indonesia. walaupun terkadang masih sedikit ada konflik suku di daerah.
    Seringnya pulau di indonesia yang di ambil oleh negara tetangga karena kurangnya kesejahteraan pulau tersebut. dan ada masyarakat Indonesia yang memilih bekerja di negara tetangga bahkan ada yang rela mengganti kewarnegaraannya pindah ke negara tetangga karena hidupnya disana lebih menjamin kehidupannya.
    Sekarang ini juga muncul idiologi baru seperti NII, karena idiologi yang sebagai dasar negara masih ada tetapi tidak difungsikan lagi. dan kita sebagi bangsa Indonesia harus tetap menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan memaksimalkan peran Pancasila di Indonesia.

  21. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, ras, bahasa, maupun agama. Akan tetapi Indonesia mempunyai alat pengikat yang mempersatukan bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila harus dijadikan alat pemersatu bangsa Indonesia agar Indonesia tidak akan terpecah-belah. Akan tetapi dewasa ini banyak masyarakat Indonesia apalagi pemerintah yang tidak memegang teguh nilai-nilai yang ada dalam Pancasila, terutama pada sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. yang akhirnya berdampak pada keutuhan negara Indonesia, seperti Pulau Sipadan dan Ligitan yang akhirnya menjadi milik negara lain. oleh karena itu, bangsa Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai alat pengikat dan perekat bangsa agar bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang utuh, bangsa yang satu, Bangsa Indonesia.

  22. seperti yang telah kita ketahui pada sekarang ini, bahwa negara Indonesia sedang mengalami krisis yang amat memprihatinkan. seperti halnya pada moral anak-anak remaja pada sekarang ini, keadaan ini memang sangat bertolak belakaang dengan Pancasila. apa mungkin anak-anak remaja sekarang ini tidak tahu kalau negara Indonesia memiliki dasar negara yaitu PANCASILA?? buktinya banyak sekali remaja sekarang ini yang sudah rusak moralnya. melihat fenomena yang seperti itu, maka sekarang ini negara Indonesia sangat membutuhkan sekali adanya pendidikan moral pancasila sejak dini. tujuannya hanyalah satu yaitu supaya anak-anak remaja memiliki moral yang lebik baik dari yang sekarang ini. selain hal itu, dewasa ini banyak kubu-kubu diantara bangsa kita, yang mana kubu-kubu itu justru malah saling menjatuhkan antara satu dengan yang lainnya. apalagi sekarang ini sedang ada PEMILU Capres/cawapres, banyak sekali partai yang satu dengan yang lainnya saling beradu pendapat atau bahkan saling menjelek-jelekkan. padahal didalam pancasila memiliki nilai-nilai yang luhur, salah satunnya adalah sebagai parekat antar bangsa. oleh sebab itu sangatlah setuju apabila Pancasila merupakan Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

  23. DIKA SETIAWAN
    12205241016
    KELAS A 2012
    saya sangat setuju dengan artikel yang di tulis pak alif karena Pancasila itu perekat bangsa dan menjadi landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.
    Karena dalam menyatukan sebuah bangsa kita harus berpedoman terhadap pancasila. Saya rmeasa Pancasila merupakan pedoman yang tepat untuk menjadi perekat bangsa dan menjadi landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.
    Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia yang mempunyai nilai universal sangat tepat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga segala tindakan yang dilakukan oleh setiap warga negara sesuai dengan kaidah nilai dan norma yang ada di negara indonesia. kita sebagai warga negara seharusnya bisa menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

  24. Sekarang ini banyak permasalahan yang terjadi di Indonesia namun masyarakat banyak yang tidak menyadari hal tersebut, salah satunya yang paling mendasar yaitu pancasila yang menjadi dasar negara sekarang sudah hampir rubuh ibarat manusia yang jiwanya rusak sehingga merusak raganya. Indonesia memiliki pancasila sebagai dasar negara namun rakyat indonesia tidak mempergunakan dasar tersebut dan digantikan oleh dasar yang lain. Dikatakan dalam artikel di atas “Pada saat itu (era reformasi) semangatnya adalah memperbaiki pemerintahan yang dianggap korup, menyimpang, dan otoriter, dan kemudian harus diganti dengan semangat demokratis. Pemerintah harus berubah dan bahkan undang-undang dasar 1945 harus diamandemen. Beberapa hal yang masih didanggap sebagai identitas bangsa, dan harus dipertahankan adalah bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia raya, dan lambang Burung Garuda. Lima prinsip dasar yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara, yang selanjutnya disebut Pancasila, tidak terdengar lagi, dan apalagi P4″, hal tersebut memang benar-benar telah menghilangkan Pancasila, namun sekarang entah ini benar terjadi atau tidak artikel tersebut mengatakan “Namun setelah melewati sekian lama masa reformasi, dengan munculnya idiologi baru, semisal NII dan juga lainnya, maka memunculkan kesadaran baru, bahwa ternyata Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dianggap penting untuk digelorakan kembali. Pilar kebangsaan itu dianggap sebagai alat pemersatu bangsa yang tidak boleh dianggap sederhana hingga dilupakan. Pancasila dianggap sebagai alat pemersatu, karena berisi cita-cita dan gambaran tentang nilai-nilai ideal yang akan diwujudkan oleh bangsa ini.” berarti rakyat indonesia sudah mulai untuk memperbaiki diri. Rakyat indonesia sepertinya harus diprovokasi agar indonesia segera membenahi diri dan terwujudnya keadilan karena permasalahan yang berat di Indonesia ialah menciptakan keadilan. Pemerintah sekarang selalu bicara dari rakyat juga untuk rakyat tapi rakyat dimakan habiss…
    SDA seharusnya dapat kita nikmati tapi kenyataanya malah dinikmati oleh orang luar. Sebenarnya tidak hanya pemerintah yang bertanggungjawab tapi seluruh rakyat Indonesia juga ikut berpartisipasi membangun dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

  25. Saya setuju dengan artikel Pak Alif bahwa Pancasila seharusnya sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia. Sila-sila pada Pancasila adalah nilai-nilai, pedoman dan kepribadian bangsa Indonesia. Saya juga setuju dengan pernyataan “Pancasila dianggap sebagai alat pemersatu, karena berisi cita-cita dan gambaran tentang nilai-nilai ideal yang akan diwujudkan oleh bangsa ini”. Seharusnya seluruh bangsa Indonesia memiliki jiwa dan perilaku yang sejalan dengan Pancasila. Pancasila jugalah yang seharusnya menjadi dasar dalam menjalankan pemerintahan dan berkehidupan berbangsa dan bernegara.
    Apabila seluruh bangsa Indonesia bersatu, maka bangsa Indonesia dapat menghadapi seluruh masalah yang ada, baik masalah dari luar maupun dari dalam sendiri. Meskipun Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku, budaya, dan bahasa daerah, Indonesia harus mampu menyatukan semua elemen agar dapat mencapai tujuan dari bangsa Indonesia bersama.
    Mencapai tujuan dengan bergotong-royong bersama akan lebih mudah daripada berusaha sendiri.

  26. Memang benar, akhir-akhir ini masalah yang berkaitan dengan perpecahan bangsa Indonesia kian muncul. Beberapa daerah bahkan mencoba untuk berdiri sendiri, seperti GAM yang masih hangat disuarakan kembali. Hal ini tentunya memprihatinkan banyak orang, terutama orang-orang yang memang peduli dan mau membangun kembali bangsa Indonesia.
    Saya setuju dengan pernyataan artikel di atas, bahwa langkah tepat dalam memperbaiki semua itu adalah dengan membangunkan kembali Garuda yang sudah lama tertidur, dengan meneriakkan kembali nilai-nilai Pancasila yang sudah lama terhalang individualisme anak bangsa dan egoisme ‘orang-orang atas’.
    Persatuan harus disuarakan kembali. Pesan sekaligus tugas yang ditinggalkan Bung Karno untuk menjadikan kemakmuran sebagai tujuan bersama, tidak boleh diabaikan. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada pengecualian pihak untuk memperbaiki bangsa kita sendiri.
    Mengutip kalimat pada artikel di atas, yaitu persatuan tidak akan berjalan tanpa keadilan, dan keadilan juga tidak akan tercipta tanpa persatuan. Pemerintah seharusnya membuka mata dan menaruh perhatian untuk masalah ini, sehingga semua ikut terangkul untuk bersama-sama menggelorakan kembali Pancasila.
    Di atas semua itu, bukan hanya suara saja yang perlu dikeraskan namun juga ada tindakan yang nyata untuk mengembalikan kembali Pancasila sebagai perekat bangsa. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

  27. saya setuju dengan artikel ” PANCASILA SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA “.karena pancasila adalah pedoman negara indonesia yang sangat penting bagi bagi warga indonesia,karena pancasila dapat mempersatukan semua rakyat indonesia dari semua suku-suku yang berbeda.dan pancasila juga dapat mengikuti perkembangan jaman yang selalu berubah,indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang dapat di persatukan oleh pancasila,karena pancasila adalah perekat dan pemersatu bangsa indonesia

  28. Persatuan merupakan kata yang penting di dalam Indonesia yang beragam dalam hal agama, suku, etnis dan bahasa. Pentingnya persatuan sebagai landasan berbangsa dan bernegara Indonesia bukan hanya bertumpu pada perangkat keras seperti kesatuan politik (pemerintahan), kesatuan teritorial, dan iklusivitas warga, akan tetapi juga memerlukan perangkat lunak berupa eksistensi kebudayaan nasional. Bahwa persatuan memerlukan apa yang disebut Soekarno sebagai “identitas nasional”, “kepribadian nasional”, dan “berkepribadian dalam kebudayaan.oleh karena itu pancasila sangat dibutuhkan untuk alat pemersatu bangsa indonesia yang sangat beragam baik suku maupun budayanya

  29. negara Indonesia termasuk negara terbesar di dunia, dan itu sudah kita tahu sejak lama. kekayaan yang kita miliki juga banyak sekali, baik dari sumber daya alam, tempat wisata, suku, dan lain sebagainya. namun sangat disayangkan kekayaan yang kita miliki tidak dapat dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia, dapat dilihat dari kondisi masyarakat saat ini, kondisi daerah-daerah terpencil, dan lain-lain. pemerintah tahu tapi tidak dapat berbuat apa-apa atau pemerintah tidak tahu tapi tidak ada usaha untuk mencari tahu. padahal bangsa Indonesia sudah mempunyai dasar negara yang cukup kuat yaitu Pancasila, tapi dasar itu tidak digunakan secara maksimal dasar itu seolah hanya menjadi sebuah simbol negara. padahal dengan nilai-nilai yang terkandung dari dasar negara dapat membuat negara Indonesia menjadi negara yang yang besar dan hebat. dengan dasar negara semua masalah dapat diselesaikan dengan baik jika digunakan sebagaimana mestinya. Indonesia harus bisa bangkit dari ketertinggalan yang sedang dialami, sebuah pemikiran baru sangat perlu diterapkan, pemikiran yang bertujuan untuk memajukan Indonesia bukannya menghancurkan Indonesia atau mempertaruhkan kekayaan Indonesia. mungkin dilihat sekilas Indonesia tidak sedang sakit tapi jika dilihat dan diteliti secara detail sangat besar penyakit yang diderita oleh Indonesia dan itu adalah salah dari orang-orang yang rakus dan tidak mempunyai rasa peduli terhadap tanah air yang mempercayai mereka untuk menjaga dan membangun negara menjadi lebih baik dan maju lagi. para generasi muda mempunyai tugas besar untuk menjaga kelestarian negara Indonesia dan menjadi pelopor bangsa.

  30. negara Indonesia termasuk negara terbesar di dunia, dan itu sudah kita tahu sejak lama. kekayaan yang kita miliki juga banyak sekali, baik dari sumber daya alam, tempat wisata, suku, dan lain sebagainya. namun sangat disayangkan kekayaan yang kita miliki tidak dapat dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia, dapat dilihat dari kondisi masyarakat saat ini, kondisi daerah-daerah terpencil, dan lain-lain. pemerintah tahu tapi tidak dapat berbuat apa-apa atau pemerintah tidak tahu tapi tidak ada usaha untuk mencari tahu. padahal bangsa Indonesia sudah mempunyai dasar negara yang cukup kuat yaitu Pancasila, tapi dasar itu tidak digunakan secara maksimal dasar itu seolah hanya menjadi sebuah simbol negara. padahal dengan nilai-nilai yang terkandung dari dasar negara dapat membuat negara Indonesia menjadi negara yang yang besar dan hebat. dengan dasar negara semua masalah dapat diselesaikan dengan baik jika digunakan sebagaimana mestinya. Indonesia harus bisa bangkit dari ketertinggalan yang sedang dialami, sebuah pemikiran baru sangat perlu diterapkan, pemikiran yang bertujuan untuk memajukan Indonesia bukannya menghancurkan Indonesia atau mempertaruhkan kekayaan Indonesia. mungkin dilihat sekilas Indonesia tidak sedang sakit tapi jika dilihat dan diteliti secara detail sangat besar penyakit yang diderita oleh Indonesia dan itu adalah salah dari orang-orang yang rakus dan tidak mempunyai rasa peduli terhadap tanah air yang mempercayai mereka untuk menjaga dan membangun negara menjadi lebih baik dan maju lagi. para generasi muda mempunyai tugas besar untuk menjaga kelestarian negara Indonesia dan menjadi pelopor bangsa.
    Balas

  31. Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Di dalamnya terkandung prinsip Bhinneka Tunggal Ika yaitu “berbeda-beda tetap satu jua”. Prinsip tersebut memiliki makna tersirat bahwa Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Pancasila merupakan ikrar cita-cita bangsa Indonesia dalam upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Pancasila adalah sebagai tali pengikat bangsa yang harus selalu diperkokoh setiap saat. Ibarat kata jika bangsa Indonesia melupakan Pancasila, maka sama artinya dengan melupakan kesepakatan dan janji bersama. Tidak sedikit orang merasakan bahwa perbedaan selalu menjadi halangan untuk bersatu. Adanya pluralisme di Indonesia seharusnya dijadikan sebagai ujung tombak dalam menyatukan semua kemajukan golongan yang hidup secara berdampingan. Sejak dulu, Pancasila sudah menyatukan bangsa Indonesia dengan satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Akan tetapi, kita rakyat Indonesia adalah sederajat dan sebangsa yaitu bangsa Indonesia. Oleh karena itu, memang sangatlah penting bahwa “Pancasila harus dijadikan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa”.

  32. Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Di dalamnya terkandung prinsip Bhinneka Tunggal Ika yaitu “berbeda-beda tetap satu jua”. Prinsip tersebut memiliki makna tersirat bahwa Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Pancasila merupakan ikrar cita-cita bangsa Indonesia dalam upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Pancasila adalah sebagai tali pengikat bangsa yang harus selalu diperkokoh setiap saat. Ibarat kata jika bangsa Indonesia melupakan Pancasila, maka sama artinya dengan melupakan kesepakatan dan janji bersama. Tidak sedikit orang merasakan bahwa perbedaan selalu menjadi halangan untuk bersatu. Adanya pluralisme di Indonesia seharusnya dijadikan sebagai ujung tombak dalam menyatukan semua kemajemukan golongan yang hidup secara berdampingan. Sejak dulu, Pancasila sudah menyatukan bangsa Indonesia dengan satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Kita rakyat Indonesia adalah sederajat dan sebangsa yaitu bangsa Indonesia. Oleh karena itu, memang sangatlah penting bahwa “Pancasila harus dijadikan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa”.

  33. Kondisi bangsa Indonesia saat ini memang sudah kritis. Banyak rakyat Indonesia yang sudah mulai melupakan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Landasan dan pedoman hidup bagi bangsa Indonesia ini telah susah payah dibentuk oleh para pendiri bangsa (the founding father) demi tercapainya tujuan bangsa dan negara.

    Persatuan dan kesatuan bangsa juga mulai memudar karena pengaruh budaya manca negara yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Untuk itu, saya setuju bahwa Pancasila harus dijadikan sebagai pemersatu bangsa atau dengan kata lain Pancasila harus di reposisi dan diaktualisasikan kembali. Dengan cara ini, bangsa Indonesia akan bersatu kembali karena mereka sadar akan tujuan dan cita-cita bangsa mereka sendiri. Rakyat juga akan sadar bahwa kekayaan alam dari sabang sampai merauke adalah milik bersama yang harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan.

    Dicaploknya pulau dan budaya Indonesia oleh negara tetangga harus segera dihentikan. Jadikan ini sebagai koreksi lemahnya sistem keamanan bangsa Indonesia. Sudah cukup Bangsa ini mengalah dan inilah waktunya untuk mempertahankan hak milik kita. Kemajemukan bangsa Indonesia juga harus bisa dipersat ukan dengan Pancasila. Jika nilai-nilai Pancasila bisa diamalkan kembali, saya berkeyakinan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan berani meghadapi kamajuan jaman.

  34. Junianto
    12301241014
    Pend. Matematika Reguler 2012

    Kondisi bangsa Indonesia saat ini memang sudah kritis. Banyak rakyat Indonesia yang sudah mulai melupakan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Landasan dan pedoman hidup bagi bangsa Indonesia ini telah susah payah dibentuk oleh para pendiri bangsa (the founding father) demi tercapainya tujuan bangsa dan negara.

    Persatuan dan kesatuan bangsa juga mulai memudar karena pengaruh budaya manca negara yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Untuk itu, saya setuju bahwa Pancasila harus dijadikan sebagai pemersatu bangsa atau dengan kata lain Pancasila harus di reposisi dan diaktualisasikan kembali. Dengan cara ini, bangsa Indonesia akan bersatu kembali karena mereka sadar akan tujuan dan cita-cita bangsa mereka sendiri. Rakyat juga akan sadar bahwa kekayaan alam dari Sabang sampai Merauke adalah milik bersama yang harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan.

    Jika Pancasila tidak diamalkan lagi dalam kehidupan rakyat Indonesia, itu sama artinya dengan membiarkan bangsa kita tercerai-berai. Ini juga akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Kerusuhan antar agama, antar suku, dsb yang terjadi di beberapa daerah mangindisakan retaknya persatuan bangsa karena dilupakannya nilai-nilai Pancasila.

    Dicaploknya pulau-pulau dan budaya Indonesia oleh negara tetangga harus segera dihentikan. Jadikan ini sebagai koreksi lemahnya sistem keamanan bangsa Indonesia. Sudah cukup Bangsa ini mengalah dan inilah waktunya untuk mempertahankan hak milik kita. Kemajemukan bangsa Indonesia juga harus bisa dipersatukan dengan Pancasila. Jika nilai-nilai Pancasila bisa diamalkan kembali, saya berkeyakinan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan mampu menghadapi kamajuan jaman.

  35. Pancasila merupakan dasar Ideologi dari Negara kita,untuk mewujudkan/ memberikan makna terhadap bangsa,dan juga merupakan pemersatu bangsa, pengikat keberagaman Negara kita,agar selalu rukun antara umat beragama,saling toleransi,saling pikul-memikul sesama warga Indonesia untuk mengatasi semua masalah yang ada di Negara kita baik dari luar maupun dari dalam.

    Pancasila juga adalah gagasan ideal yang harus terus-menerus kita dekati dan kita terapkan sehari-hari dalam bermasyarakat maupun bernegara. Pancasila juga sebagai yang mengatur pemerintahan suatu Negara dan juga dasar aturan Negara kita. Yang dimana juga pancasila itu sumber hukum Negara kita atau sumber tertib hukum.

    Di dalam isi dari pancasila tersebut mengajarkan tentang masyarakat/warga yang taat terhadap agama agar menjadi warga yang baik dan bermoral,demi menjaga keutuhan Negara kita ini.dan pancasila juga mengajak warga untuk selalu semangat untuk mencapai cita-cita bangsa kita menjadi Negara dan juga masyarakat yang adil dan makmur

    Jadi untuk itu sebagai warga Negara yang baik seharusnya kita banyak tahu dan mengerti tentang pancasila dan juga menegerti tentang sejarah bangsa ini,sebab sejarah bangsa ini merupakan hal yang penting yang harus kita jaga dan pertahankan.

    Tapi sayangnya banyak pejabat pemerintah yang tidak mengamalkan pancasila.sebab dari lima buah isi dari pancasila yang kelihatannya sederhana,tapi mengandung makna yang dalam.mungkin jika semua warga Negara Indonesia dapat mengamalkan dari isi pancasila tersebut bukan tidak mungkin kita semua akan terhindar dari yang namanya kerusuhan dan korupsi-korupsi yang sedang marak seperti sekarnag ini ,sehingga semua warga Negara Indonesia menjadi aman,tentram,sejahtera sehingga terhidar dari kemiskinan,dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi saja.

  36. Seperti yang kita ketahui bahwa Pancasila itu bertujuan guna mempersatukan seluruh bangsa indonesia,baik suku , budaya, agama dan ras . Selain itu,Pancasila adalah dasar negara/cikal bakal negara Indonesia. Sesuai dengan sila ke-3 yang berbunyi “persatuan indonesia” ,aka mempersatukanseluruh rakyat indonesia adalah harga mati.
    Namun akhir akhir ini tepatnya setelah reformasi konflik dan kekerasan berlangsung hanya karena persoalan-persoalan yang sebetulnya tidak fundamental tapi kemudian disulut dan menjadi isu besar yang melibatkan etnis dan agama.
    Guna menghindari atau mencegah hal tersebbut maka Pancasila haruslah dijadikan dasar kehidupan bersama karena di dalamnya mengajarkan nilai-nilai kehidupan bersama, multikulturalisme, persatuan, demokrasi, keadilan sosial dan penghormatan terhadap kelompok-kelompok minoritas. Pancasila haruslah menjadi perekat bangsa, menjadi landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.
    Seluruh Rakyat Indonesia harus memgang semboyan ini ” Bhineka Tunggal Ika” berbeda beda tapi satu jua.

  37. Nuring Endah Krisnawati
    UNY/ PBD/ A
    12205241022

    setelah saya membaca artikel ini saya sadar bahwa Kita hidup di sebuah dunia yang di dalamnya perbedaan hanyalah sebuah kenyataan hidup yang sederhana namun pemikiran kita bersama masih harus berusaha sungguh-sungguh mengatasi kenyataan ini. karena untuk menghadapi sebuah multikulturalisme ini sesungguhnya bukanlah hal yang mudah.

    Kalau saja warga Indonesia ini sadar akan kebaragaman yang ada di negara ini tentunya akan terasa indah. mempunyai rasa toleransi dan saling menghormati yang tinggi atas perbedaan-perbedaan yang ada tentu juga akan merasa nyaman. jika saja keadilan di negara ini ditegakkan secara sungguh-sungguh.

    namun dari multikulturalisme ini juga membawa banyak masalah salah satunya merasa tidak adil atas apa yang dimilikinya sehingga memicu kecemburuan yang menyebabkan perselisihan-perselisiahan antar suku, antar umat beragama, antar ras, antar golongan dan masih banyak yang lainnya. hal ini terjadi karena masih banyak diantara kita yang belum sadar arti dari ‘bineka tunggal ika’ yang sesungguhnya, dan cenderung hanya menjadi slogan belaka. padahal kalau kita menyadari negara Indonesia ini memiliki dasar-dasar negara yang kuat seperti UUD 1945 dan Pancasila. semoga semua warga Indonesia segara menyadari keberagaman yang banyak ini dan mengamalkan UUD dan Pancasila secara sungguh-sungguh.

  38. pancasila sebagai dasar negara yang merupakan pandangan hidup bangsa bernegarakarena digalih dengan akar budaya berdirinya negara indonesia, walaupun keberadaannya terdiri dari bermacam-macam suku dan ras yang memiliki adat istiadat yang berbeda-beda maka dari berbagai perbedaan itu masih menghargai sejarah, maka kehidupan berbangsa tidak pernah lepas dari nilai-nilai yang telah ditanam para pendiri banngsa. dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa pengubahan nilai dasarnya.
    pancasila sebagai persatuan yaitu sebagai acuan kerangka masyarakat dalam membagun kehidupan berbkat.
    namun dizaman modern seperti ini juga masih banyak masyarakat indonesia yang melakukan nilai-nilai pancasila, mungkin juga masih banyak yang tidak tau tetang nilai-nilai pancasila.
    kita sebagai pemuda bangsa indonesia mempunyai tugas yang sangat besar untuk menjaga dan melestarika dan menjadi yang lebih baik sesuai nilai-nilai pancasila bagi negara kita yakni indonesia

  39. Widya Cahyani
    PBD / A / 2012
    12205241035

    Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa pada realitasnya kesadaran pemerintah akan terancamnya wilayah-wilayah perbatasan masih belum ada. Pemerintah masih beranggapan bahwa merekalah yang paling berwenang dan merekalah yang berhak menentukan. Ini merupakan hal yang dilupakan oleh pemerintah, bahwa mereka dipilih rakyat untuk mensejahterakan rakyat bersama bukan untuk diri mereka sendiri. Seperti yang telah diucapkan oleh Bung Karno, “Dan Sejarah akan menulis di sana, di antara benua Asia dan Benua Australia, di antara lautan Teduh dan Lautan Indonesia, adalah hidup suatu bangsa yang mula-mula mentjoba untuk hidup kembali sebagai sebuah bangsa, akhirnja kembali mendjadi satu kuli di antara bangsa-bangsa, kembali mendjadi een natie van koelis, en een koelie onder de naties” membuktikan memang benar adanya bahwa kini warga negara indonesia hanyalah menjadi kuli di negara sendiri. Entah siapa yang dapat dipersalahkan, entah itu kebijakan pemerintah, ataukah itu warga negara sendiri. Belum ada kesimpulan dan fakta yang dapat menunjukkan akan kebenaran itu. Seiring berjalannnya waktu mungkin akan segera terungkap dan tergambarkan bagaimana pemerintahan pada saat ini dan bagaimana pemerintahan yang seharusnya dilaksanakan mulai detik ini.
    Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa yang berbeda-beda. Namun, ada sebuah filosofi yang berbunyi, “Bhineka Tunggal Ika”, yang artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Mungkinkah itu kenyataan yang terjadi saat ini? Ya, karena seluruh warga negara Indonesia mengharapkan satu yang sama yaitu kemerdekaan tanpa ada pembeda satu sama lain. Namun, itu semua dapat menjadi tidak ketika ada perbedaan suku dan ras yang terjadi diantara suku bangsa. Seperti yang terjadi di pelosok-pelosok negeri ini, banyak sekali warga negara yang masih belum dianggap dan terkucilkan dari keramaian umum. Terkadang kita berfikir bahwa mereka tak pantas, tapi bukankah mereka juga bagian dari negara ini? Bukankah semua warga negara mendapatkan hak yang sama sebagai warga negara? Marilah kita renungkan mulai detik ini apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita tunjukkan agar negara ini tidak terus terbengkalai dan sedikit demi sedikit semakin runtuh ini.

  40. memang benar Pancasila merupakan tali pemersatu bangsa untuk menyatukan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia. seperti kita ketahui Indonesia adalah sebuah negara multikultural, semua perbedaan ada di sini dari perbedaan suku, bahasa, budaya tetapi dengan adanya Pancasila perbedaan itu rasanya bisa teratasi terutama dengan adanya sebuah semboyan yang sudah sangat terkenal yaitu bhineka tunggal ika yang artinya adalah berbeda-beda tetap satu jua. memang semboyan itu yang kerap dilontarkan untuk menyatukan berbagai perbedaan yang ada. namun, sepertinya di zaman sekarang semboyan bhineka tunggal ika hanya sekadar semboyan yang dalam praktiknya tidak seperti itu, karena pada kenyataannya perbedaan yang ada di negara tercinta ini yang malah menimbulkan berbagai perselisihan. banyak sekali bentrokan-bentrokan yang terjadi karena berbagai macam persoalan yang di sebabkan karena perbedaan. entah itu perbedaan agama maupun suku ataupun ras. mungkin ini menjadi tugas pemerintah untuk mencari solusi bagaimana untuk merekatkan persaudaraan di tengah-tengah jurang perbedaan yang menganga. akan tetapi, selain peran pemerintah kita sebagai warga negara juga harus menghargai perbedaan yang ada di antara sesama warga negara. karena bukankah kita adalah juga saudara? mari kita bangkitkan kembali semboyan bhineka tunggal ika sehingga tidak hanya menjadi ucapan yang digelorakan, namun lebih dari itu yaitu bagaimana kita mewujudkan semboyan tersebut. selain semboyan tersebut yang tidak kalah pentingnya mari kita gelorakan kembali semangat Pancasila, kita wujudkan sila tersebut dalam kehidupan kita bukan hanya sekadar sila yang kita hafal saja. Pancasila sebagai pemersatu bangsa hendaknya dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata bukan hanya wacana saja, karena pada kenyataannya perbedaan masih sulit di satukan di negara ini.

  41. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, agama, dan kebudayaan. Untuk mempersatukan semua itu, maka diperlukan suatu alat pemersatu yaitu pencasila.
    Saya setuju dengan apa yang disampaikan dalam artikel tersebut bahwa kebudayaan Pancasila kian lama kian memudar. Bangsa Indonesia khususnya generasi muda tidak lagi mengemalkan pancasila. Kok jangankan mengamalkan hafal butir-butir pancasila saja belum tentu. Kalau hafal saja tidak, membaca dan mendalami pancasila juga tidak mau, tentu mustahil untuk dapat membudayakan pancasila. Akibatnya, terjadi berbagai penyimpangan nilai Pancasila, seperti kericuhan antar umat beragama, tawuran antar suku, trawuran pelajar, penegakan hukum yang lemah, berbagai permasalahan ekonomi, kesenjangan antar daerah, dsb.
    Saya akan lebih menekankan pada aspek sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Esensinya adalah semua warga Indonesia diwajibkan memiliki satu agama, dan tentunya agama satu tidak boleh mencampuri urusan agama yang lain. Selain itu, antar umat beragama hendaknya saling menghormati. Akan tetapi yang sering kita dengar saat ini adalah pertentangan antar agama, perusakan tempat ibadah, muncul ajaran sesat, dsb. Bahkan dalam satu agama yang sama, satu Tuhan yang sama, saling bermusuhan dengan dalih perbedaan aliran yang dianut.
    Untuk dapat kembali mempersatukan antar umat beragama dan membudayakan pancasila, perlu dilatih sejak dini. Penanaman pendidikan karakter, baik di lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah harus benar-benar dilaksanakan. Guru (khususnya guru PKN atau Pancasila) hendaknya tidak hanya mengajarkan materi tanpa memberikan bukti atau contoh bagaimana bertindak sesuai Pancasila. Perlu juga ditunjukkan fenomena pelanggaran nilai pancasila yang telah terjadi serta memberikan solusinya agar siswa menghindari perilaku menyimpang tersebut.

  42. Indonesia sebagai Negara yang multikultural, memberikan kelebihan dan kekurangan tersendiri bagi bangsa kita. Multikultural berarti kebanggaan, karena hal itu memberikan keuntungan tersendiri yaitu anugerah kekayaan budaya yang luar biasa banyaknya. Namun hal itu juga berarti tanggung jawab, karena multikulturalnya keadaan kita menjadi sebuah tantangan bagi bangsa ini untuk dapat mempersatukan semua rakyatnya.
    Untuk mempersatukan suatu bangsa yang besar bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, kita membutuhkan suatu ikatan yang dapat mempersatukan kita. Ikatan yang bersifat universal bagi seluruh masyarakat, sehingga semua masyarakat dapat merasa memilikinya.
    Dalam hal ini saya setuju dengan artikel di atas bahwa Pancasila merupakan perekat atau pengikat persatuan bangsa Indonesia. Mengapa? Karena Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang sesuai dengan setiap agama, suku, maupun ras. Pancasila mengandung nilai Ketuhanan, moral, persatuan, demokrasi, dan kesejahteraan sosial yang membawa kebaikan bagi setiap kalangan. Setiap silanya tidak ada yang bertentangan dengan setiap nilai-nilai agama yang ada.
    Pancasila merupakan perjanjian bangsa Indonesia, bukan hanya kesepakatan para petinggi Negara namun sebagai komitmen seluruh bangsa Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan kita. Pancasila mengandung tujuan utama bangsa kita yaitu untuk mencapai kesejahteraan bagi semua rakyatnya.
    Ketika semua masyarakat benar-benar berpegang teguh pada Pancasila, saya yakin bahwa rasa persaudaraan bangsa Indonesia akan menjadi kuat dan kesejahteraan dalam masyarakat akan tercipta.
    Namun pada faktanya yang kita lihat kini, Pancasila mulai memudar dari hati kalangan masyarakat. Bahkan bukan hanya masyarakat, pemerintah yang notabenya sebagai pilar penyelenggara pemerintahan bangsa tidak semua memiliki Pancasila dalam jiwanya. Pemerintah yang harusnya menyejahterakan bangsa, namun malah sibuk menyejahterakan dirinya sendiri. Masalah-masalah yang seharusnya menjadi perhatian mereka banyak yang terabaikan.
    Sebut saja contohnya masalah perbatasan wilayah, kasus Sipadan-Ligitan kemarin menjadi bukti bahwa Pemerintah lalai untuk menjaga wilayahnya sendiri. Masalah yang lebih penting lagi adalah bahwa perhatian pemerintah terhadap wilayah maupun penduduk di perbatasan sangatlah kurang. Kalau kita melihat film berjudul “Tanah Surga” kita akan mendapat bayangan betapa memprihatinkan keadaan yang ada di sana. Film ini menyadarkan kita betapa pentingnya memperhatikan hal kecil di sekitar kita yang kadang terabaikan, dan hal kecil yang terabaikan itu suatu saat dapat menjadi bom yang menghancurkan bangsa kita sendiri.

  43. Anwar Rifa’i
    12301241023
    Pend Matematika 2012

    Pancasila sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pancasila lah yang menyebabkan bangsa Indonesia mampu menikmati kemerdekaan seperti saat ini. Sesungguhnya dalam pancasila itu terdapat kumpulan jiwa bangsa Indonesia yang menjadi pondasi berdirinya negara Indonesia. Tanpa Pancasila tentulah Negara Indonesia tidak akan mampu bertahan sampai sekarang.

    Pancasila merupakan jati diri dari bangsa Indonesia sendiri. Sehingga sudah pasti nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila adalah nilai yang paling sesuai untuk bangsa Indonesia. Kemampuan pancasila dalam menjaga keutuhan bangsa sudah tidak bisa di ragukan lagi, terbukti selama 67 tahun ini pancasila mampu menjaga persatuan bangsa Indonesia.

    Walaupun disisi lain sampai sekarang penerapan pancasila belum maksimal, namun pancasila tetaplah menjadi perekat terkuat bagi bangsa Indonesia. Saya sependepat dengan artikel di atas bahwa untuk menciptakan persatuan, keadilan adalah unsur utamanya. Dan Pancasila adalah refrensi dari keadilan itu karena dalam setiap silanya pancasila mengkaver poin-poin keadilan dalam aspek kehidupan bangsa Indonesia. Mulai dari sila pertama, pancasila sudah menerangkan mengenai keagamaan dimana dalam keagamaan itu selalu diajarkan keadilan yang nantinya akan mewujudkan persatuan. Hingga pasal ke lima yang secara gambling menyebut mengenai keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa pancasila memang memegang peranan penting dalam mempersatukan bangsa.

  44. Trisylia Ida Pramesti
    12301241003
    PMAT SUB 2012

    Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbeda dengan negara lain, yang mana bangsa ini memiliki keberagaman. Keberagaman budaya, agama, suku dan bahasa. Dan mustahil keberagaman ini bisa bersanding bersama tanpa suatu adanya suatu yang mempersatukan (TALI PERSATUAN). Dan telah diketahui bersama bahwa Pancasila merupakan pemersatu keberagaman ini.
    Namun,…..
    Seperti yang kita tahu bersama memang saat ini bahwa banyak permasalahan, pertikaian, dan pemberontakan. Seperti yang telah disampikan pada artikel diatas permasalahannya seperti munculnya ideologi baru, konflik antar agama, ketidakadilan dan kesenjangan. Dan saya rasa ini terjadi karena ada beberapa pengaruh diantaranya yang paling besar adalah globalisasi. Dan yang kemudian menurut saya menjadikan nilai nilai kesatuan ini luntur.
    Dan yang menyadarkan kembali bahwa Pancasila yang dianggap mampu menyatukan keberagaman ini dalam bingkai Bhineka Tunggal ika sejatinya Pancasila harus digelorakan, yang mengandung arti yaitu agar mematuhi perjanjian untuk menjaga persatuan dan menggapai kesejahteraan bersama.
    Dan saya rasa saat ini yang terpenting adalah bukan masalah perbedaan tapi rasa persatuan untuk membenarkan jati diri yang mulai luntur, membenahi pemerintahan, membenahi pelaksanaan kebijakan. Dengan menyadarkan kepada setiap hati bahwa kesejahteraan bersama ini perlu dicapai dengan bersama sama pula.

  45. Indonesia merupakan negara dengan ribuan pulau, beragam agama, bahasa, etnis, suku, dan budaya. Untuk itu, diperlukan suatu pengikat kebersamaan agar tetap solid. Sebagaimana para pendiri bangsa telah merumuskan dasar-dasar negara yang kita sebut dengan Pancasila. Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan seluruh aspek kehidupan. Pancasia sebagai pemersatu dari keberagaman bangsa Indonesia. Pancasila selain sebagai dasar negara juga sebagai pandangan hidup, sebagai cita-cita, dan sebagai jati diri bangsa karena Pancasila disusun berdasarkan realita dan nilai-nilali yang ada di Indonesia. Namun, kini bangsa Indonesia sedang mengalami permasalahan multidimensional yang diakibatkan oleh semakin lunturnya jiwa-jiwa Pancasila. Baik dari segi perekonomian, sosial-politik, ketidakadilan hukum, kesejahteraan masyarakat, pertahanan, dll. Banyak konflik dan kekerasan yang terjadi yang diakibatkan oleh permasalahan yang sepele yang berkepanjangan dan tak jarang melibatkan suku dan/atau agama. Dari segi perekonomian, Indonesia terkenal dengan negara agraris negara yang kaya akan sumber daya alam tapi malah menjadi negara pengimpor. Sebenarnya Indonesia masih mampu mencukupi kebutuhan rakyatnya sendiri apabila kebijakan Pemerintah berpihak kepada rakyat dan memberikan kemudahan bagi para petani atau produsen untuk meningkatkan hasil panen atau hasil produksinya. Tapi pada kenyataannya Pemerintah terkesan malah menyulitkan rakyatnya. Begitu juga halnya dengan permasalahan pada bidang-bidang yang lain. Menurut saya, permasalahan Indonesia begitu kompleks dan Pemerintah belum mampu menyelesaikan dan memberikan solusi dengan tuntas. Permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia sekarang ini biasanya baru diatasi dengan serius setelah media gencar-gencarnya memberitakan kepada publik atau setelah menimbulkan dampak yang lebih serius. Dapat kita lihat pada bidang pertahanan. Sistem pertahanan kita yang berada di daerah-daerah perbatasan masih sangat lemah dan tidak dikelola dengan baik. Setelah ada kasus seperti negara tetangga ingin memasuki, menguasai, dan mengambil sumber daya alam kita baru Pemerintah turun tangan. Pemerintah juga dinilai lamban dalam menangani setiap masalah. Banyak kebijakan-kebijakan dari Pemerintah yang lebih berpihak pada suatu golongan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sudah banyak kerugian yang kita alami akibat dari kebijakan-kebijakan yang tidak menganut nilai-nilai Pancasila. Kini saatnya kita perbaiki moral bangsa Indonesia. Ini adalah masalah bersama, marilah kita bekerjasama saling bahu-membahu (karena ini tidak hanya menjadi tanggugjawab pemerintahan saja tapi seluruh lapisan masyarakat) untuk memperbaiki kondisi Indonesia dari keterpurukan nilai dan moral. Seperti yang telah dikatakan Bung Karno dalam pidatonya, “wahai Pemuda! Indonesia akan kembali menjadi bangsa terhormat, atau bahkan menjadi kuli yang terhina di rumah sendiri”. Jika bukan kita yang akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terhormat, siapa lagi?

  46. uswatul hasanah
    PBD 12205241034

    negara yang terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa, dan budaya ini akan sulit dipersatukan tanpa rasa nasionalisme dan saling memiliki. namun, rasa saling memliki itu yang disalahartikan menjadi milik sendiri yang pada akhirnya semua orang berhak memiliki. kesemrawutan yang terjadi saat ini dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
    perubahan besar-besaran itu adalah wujud dari rasa trauma yang terjadi dari masa lalu. seakan apa yang dilakukan dan yang melakukan benar-benar buruk dan tidak patut untuk dilanjutkan.
    yang diperlukan sekarang bukanlah meratapi dan mencaci tapi bergerak demi masa depan yang lebih baik.

  47. Memang sanagt teapt bila pancasila digelorakan kemballi. karena kami pun sebagai generasi penerus bangsa ini merasa sudah jenuh, malu, bahkan menangis (dalam hati) jika teringat apa yang diakukan oleh warga negara ini terutama para penguasa yang membuat kebijakan-kebijakan yang mengatas namakan kemakmuran bangsa tetapi semua hanya demi urusan perut masing-masing. Sungguh memalukan jika dibandingkan dengan kepemimpinan dimasa sebelum reformasi. Walau saat itu terlihat sedikit otoriter, namun pada dasarnya berdampak bagi bagi kelangsungan masa depan bangsa ini.

    Mari kita tengok sejenak sejarah bangsa ini di masa Soekarno dan Soeharto. Diantara negara tetangga, siapa yang berani mengejek Indonesia ??.. Tidak ada saudaraku. Apalagi cecengut malaya, mana berani mereka. Selain pemimpin yang tegas (Soekarno pada saat itu) Indonesia juga mempunyai kelengakapan tempur yang bernilai sangat besar, yaitu buah ideologi bangsa ini (baca: Pancasila). Melalui itu bangsa ini bisa bersatu, saling menghargai, saling melindungi, bahkan rela mati demi tegaknya Sang Merah Putih. Yang kemudian rasa itu disalurkan dengan pembelian tank-tank tempur dan kapal selam yang hebat dan tangguh. Karena memang pada saat itu, rasa ingin mempertahankan 17.500 pulau dari Indonesia begitu bergelora. Gelora itulah buah dari pemahaman dan penghayatan nilai–nilai pancasila. Masa Soeharto, terlahir P4 yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan pancasila dan kehormatan bangsa ini. Namun sekarang tanpa merasa berdosa sudah dibuang oleh orang-orang yang mengaku paling hebat dan paling berkuasa di negeri ini.

    Lalu jika dibandingkan dengan masa sekarang ini, mana pencapaian yang pernah didapat oleh Soekarno dan Soeharto ?? mana negeri yang disegani cecengut Malaya ?. jawabanya tetap sama seperti diatas, “TIDAK ADA SAUDARAKU”. Negeri ini seakan sudah hancur. Para penduduknya pun sudah menjadi kuli di negerinya sendiri.

    Saya sebagai penerus bangsa ini sangat berharap semoga dengan digelorakannya kembali nilai-nilai pancasila, mampu mengatasi segala masalah di negeri ini. Dan akhirnya bisa menjadikan negeri ini menjadi negeri yang terhormat dan disegani.

  48. Artikel ini telah mengingatkan kembali dan menyadarkan betapa pentingnya Pancasila bagi persatuan Indonesia. Akan tetapi semua itu sekarang hanya wacana saja,karena dalam masyarakat banyak yang tidak memperdulikan semua itu. Lihat saja didaerah perkotaan yang sudah mulai hidup secara individual. Sebenarnya pancasila adalah alat pengikat yang paling tepat untuk masalah itu. Akan tetapi masyarakat tidak pernah memperhatikan itu. Persatuan merupakan kata yang penting di dalam Indonesia yang beragam dalam hal agama, suku, etnis dan bahasa. Pentingnya persatuan sebagai landasan berbangsa dan bernegara Indonesia bukan hanya bertumpu pada perangkat keras seperti kesatuan politik (pemerintahan), kesatuan teritorial, dan iklusivitas warga, akan tetapi juga memerlukan perangkat lunak berupa eksistensi kebudayaan nasional. Dan kita sebagai penerus bangsa harus mengamalkan nilai-nilai pancasila,agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan dapat mengadapi kemajuan jaman.

  49. Pancasila menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga merupakan harga mati sebagai dasar negara. Untuk itu, seluruh warga negara, terutama generasi muda, harus bertanggung jawab untuk melestarikannya, bukan sekedar melestarikannya namun juga berusaha mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama, budaya, kebiasaan, di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam. Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Bila dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas menghasilkan energi hebat. Sebaliknya, bila tidak dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas bisa menimbulkan bencana dahsyat. Kolaborasi positif orang buta dan orang lumpuh dapat meningkatkan produktivitasnya belasan kali lipat. Dalam konteks membangun masyarakat multikultural, selain berperan meningkatkan mutu bangsa agar dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain, pendidikan juga berperan memberi perekat antara berbagai perbedaan di antara komunitas kultural atau kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda-beda agar lebih meningkat komitmennya dalam berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus mempertahankan dan mengaplikasikan pancasila dalam kehidupan kita, di negara yang penuh dengan kemajemukan ini.

  50. Seperti yang kita ketahui bahwa Pancasila itu bertujuan guna mempersatukan seluruh bangsa indonesia,baik suku , budaya, agama dan ras . Selain itu,Pancasila adalah dasar negara/cikal bakal negara Indonesia. Sesuai dengan sila ke-3 yang berbunyi “persatuan indonesia” ,aka mempersatukanseluruh rakyat indonesia adalah harga mati.
    Namun akhir akhir ini tepatnya setelah reformasi konflik dan kekerasan berlangsung hanya karena persoalan-persoalan yang sebetulnya tidak fundamental tapi kemudian disulut dan menjadi isu besar yang melibatkan etnis dan agama.
    Guna menghindari atau mencegah hal tersebbut maka Pancasila haruslah dijadikan dasar kehidupan bersama karena di dalamnya mengajarkan nilai-nilai kehidupan bersama, multikulturalisme, persatuan, demokrasi, keadilan sosial dan penghormatan terhadap kelompok-kelompok minoritas. Pancasila haruslah menjadi perekat bangsa, menjadi landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.
    Seluruh Rakyat Indonesia harus memgang semboyan ini ” Bhineka Tunggal Ika” berbeda beda tapi satu jua.

  51. Clara Shinta Anindita Apriyadi
    12205241032
    PBD A 2012 FBS UNY

    Berdasarkan artikel Pak Alif mengenai Pancasila sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa tersebut, saya sangat setuju. Pancasila dibuat untuk digunakan sebagai sebuah ideologi dari sebuah bangsa, yaitu Bangsa Indonesia, dan oleh karena itu Pancasila hanya dimiliki oleh negara Indonesia, dan tidak akan ada yang menggunakan ideologi Pancasila selain Bangsa Indonesia sendiri, selain rakyat-rakyatnya dan juga para pemerintahannya. Semua yang berada dalam tanah Indonesia, yang mengaku dan terbukti sebagai warga negara Indonesia maka seharusnya mengetahui, memaknai, dan mengaplikasikannya apa saja nilai yang berada dalam Pancasila juga tujuan bersama yang ingin dicapai untuk Bangsa Indonesia. Kelima sila dalam Pancasila tersebut adalah suatu poin-poin, yang mewakili dari berbagai aspek ideologi Indonesia, yang pada akhirnya bertujuan untuk kemakmuran dan keadilan hidup rakyat Indonesia. Jika masyarakat memahami betul akan ini, maka mereka akan memahami juga bahwa ideologi ini dibuat untuk rakyat dan akan kembali kepada rakyat, dengan mereka mengaplikasikan Pancasila dengan baik, maka kehidupan yang tercapai akan sesuai dengan harapan Bangsa, maka tidak ada yang disebut dengan perpecahan, perselisihan, dsb. Tidak dipungkiri, menyatukan berbagai perbedaan untuk menjadikan dalam satu tujuan, satu langkah, dan satu cita memang sangatlah sulit, menyatukan pemikiran dari paham-paham yang berbeda, dan segala aspek dalam rangka perbedaan dalam Bangsa ini. Semua tergantung dari individu masing-masing,jika tiap individu memahami betul, maka rangka perbedaan itu akan menghasilkan sebuah isi yang berbobot dan berkualitas tinggi dalam pencapaian persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan paparan tersebut, sedikit mewakili bahwa Pancasila ialah suatu “Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa”, yang dapat menjadikan bangsa ini kuat dan kokoh.

  52. Indonesia adalah negara yang kaya akan SDA selain itu kaya akan keanekaragaman budaya,ras,agama,suku dll. Walaupun indonesia kaya akan multikukturalismenya,kekayaan tersebut juga dapat mengakibatkan disintegrasi antar kelompok ras maupun suku. Mereka lebih menganggap ras/sukunya lebih baik,lebih unggul dari suku lain (rasisme).
    Munculnya bhineka tunggak ika yang diharapkan dapat menjadi pengikat kesatuan indonesia harus kita tanam dihati dan pikiran kita. Bukan hanya sebagai semboyan yang cuma kita pandang saja. Memang dibutuhkan ideologi juga yang dapat mendasari persatuan muktikulturalisme bangsa, yaitu “PANCASILA”. Seperti tertera dalam sila ke3 yaitu “persatuan indonesia”. Untuk itu walaupun beragam budayanya tapi kita tetap satu di Indonesia

  53. Pada dasarnya persatuan bangsa itu tidak hanya bertumpu pada ideologi yang notabene adalah pancasila, walaupun dapat di sebut bahwa pancaila merupakan ideologi yang multikultural namun bukan berarti hanya pancasila saja yang menjadi pemersatu bangsa, harus di dukung dengan kebijakan-kebijakan menguntungkang bagi semua lapisan masyarakat.

  54. Bangsa Indonesia kaya melimpah ruah dengan kebudayaan (multikultularisme) dari sabang sampai merauke. Perbedaan tersebut meliputi perbedaan suku ras agama dll yang menggambarkan ciri khas identintas daerah masing-masing, pada umumnya perbedaan dapat menimbulkan keserasian dan dapat berkemungkinan menimbulkan perselisihan. Namun, tergantung bagaimana cara setiap individu maupun kelompok bagaimana cara menyikapi keberagaman kebudayaan INDONESIA.

    Pancasila memang dasar negara seperti tertera pada sila ke tiga ”Persatuan Indonesia” adalah sebuah pemikiran mendasari dan mampu merekatkan keberagaman kebudayaan di Indonesia.

  55. Rosaini
    12301249002
    Pend.Matematika 2012
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Universitas Negeri Yogyakarta

    Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya bangga memiliki negara yang serba berkecukupan. Tetapi sayangnya dalam beberapa hal kita tidak memanfaatkan apa yang dimiliki negara kita ini. Sebagai bangsa Indonesia yang negaranya memiliki landasan Pancasila,kita seharusnya mengerti apa masalah negara ini dan apa yang harus diwujudkan dalam negeri ini. Dalam artikel Pancasila sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa , kita tahu bahwa Pancasila sudah mulai terangsingkan dari dunia kita, terutama generasi muda seperti kita. Kemodernan yang masuk dalam hidup kita membuat kita melupakan segalanya. Seperti yang kita tahu landasan bangsa Indonesia sendiri adalah Pancasila tetapi tidak sedikit masyarakat yang lupa dengan isi Pancasila , termasuk wakil rakyat kita.
    Permasalahan yang dialami bangsa ini juga bukan hanya masalah melupakan Pancasila, tetapi tentang sumber daya alam yang tidak dimanfaatkan.
    Sekarang kita bisa lihat sendiri , banyak perusahaan-perusahaan asing yang datang ke Indonesia. Berapa banyak kekayaan yang mereka ambil dari Indonesia, sedangkan kita hanya hidup biasa-biasa saja. Belum lagi masalah perbatasan, saya mencoba untuk mengerti tentang perbatasan tersebut karena ayah saya pernah bekerja di daerah perbatasan. Kita tidak tahu bahwa barang-barang yang berada di daerah perbatasan adalah barang milik negara lain, buatan negara lain. Hal ini dikarenakan mahalnya transportasi dan susahnya transportasi barang ke daerah perbatasan. Rata-rata barang Indonesia yang masuk diperbatasan itu sangat mahal. Dibeberapa kabupaten di perbatasan saja sudah membiarkan barang-barang dengan buatan negara lain datang, apalagi dikecamatan-kecamatan yang berada jauh diperbatasan. Disini salah satu kelemahan di Indonesia dalam menjaga perbatasannya.
    Permasalahan yang juga tidak asing lagi adalah masalah tentang keadilan sosial , kesenjangan-kesenjangan yang ada pada negara Indonesia membuat ketidak adilan semakin berkembang. Contohnya saja yang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin.
    Dari sudut ini kita bisa melihat bahwa nilai-nilai pancasila sudah mulai berkurang dan semakin berkurang. Banyak orang yang tidak mendapatkan keadilannya. Banyak orang yang merampas keadilan masyarakat kecil. Nilai-niiai ke-Tuhanan dan Kemanusiaan sudah mulai hilang. Jika Indonesia tetap seperti ini, tidak mendengarkan dan tidak menurut atau hidup secara pancasila, mungkin Indonesia bisa runtuh.
    Beruntungnya saja Indonesia punya beberapa orang yang ingin berjuang dan mendengarkan jeritan Pancasila yang ingin didengar kembali, maka dari itu Indonesia masih ada hingga sekarang. Serta kita sebagai generasi muda harus memegang nilai pancasila tersebut agar generasi setelah kita tetap mengenal pancasila dan tetap mempertahankan negeri ini, bukan menjual negeri ini.

  56. ADI SETIAWAN
    PEND. MATEMATIKA REGULER 2012
    Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku dan budaya. Untuk dapat menyatukannya dibutuhkan ideologi Pancasila. Pancasila merupakan idelogi yang berisi lima sila yang memuat identitas atau jati diri bangsa Indonesia.

    Jika melihat realita yang terjadi saat ini, banyak terjadi konflik antar ras, suku, etnis dan antar umat beragama. Hal ini membuktikan bahwa sila ketiga dari pancasila yaitu persatuan indonesia sudah mulai dilupakan. padahal fungsi pancasila adalah sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Dalam sila pertama sampai keilima sudah memuat seluruh aspek yang ada di Bangsa ini mulai dari aspek ketuhanan(religius), kemanusiaan, persatuan, pengambilan kebijakan berdasarkan pada musyawarah mufakat, dan keadilan. Semua itu yang menjadikan perekat dari bangsa Indonesia yang memiliki multikultural.

    Jika pancasila dilupakan oleh bangsa Indonesia, tentu Bangsa ini akan bercerai-berai layaknya lidi-lidi tanpa tali yang mengikat. Selama ini yang mengikat kita untuk bersatu adalah pancasila.

    Sehingga Saya sangat setuju bahwa nilai-nilai Pancasila harus kita hidupkan kembali dan dijadikan landasan dalam kehidupan berbangsa.

  57. Tangguh Yudho Pamungkas
    Pendidikan Matematika Reguler 2012
    12301241021

    Memang ukuran masalah untuk bangsa yang besar adalah besar pula. Indonesia adalah negara yang besar, negara yang kaya di berbagai lini. Kita sadar maupun tidak, Indonesia adalah negara yang mempunyai beragam suku, bahasa, budaya, ras, agama, dan lain sebagainya. Dari hal itu, tentu terdapat sangat banyak perbedaan di dalamnya. Lantas, tergagaskan untuk membuat perekat di dalam negara ini yang dapat menampung segala perbedaan, “Bhineka Tunggal Ika”. Pada era ini, kita tidak perlu memikirkan dengan cara apa untuk menyatukan semua ini, pasalnya kita sebagai penerus bangsa hanya perlu mempertahankan apa yang menjadi warisan luhur bangsa dari pendahulu kita, yaitu Pancasila.
    Pancasila, apakah sebagai formalitas ataukah benar-benar sebagai sumber dari sumber hukum (positif)? Saat ini, kedudukan Pancasila masih belum diprioritaskan oleh kebanyakan orang di negeri ini. Sebagai contoh, Pada sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, namun masih saja terdengar berita pembakaran rumah ibadah, perang antar penganut agama, dan lain sebagainya. “Kemanusiaan yang adil dan beradab” yang merupakan sila kedua, namun kenyataannya masih saja terdapat pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, dan hal yang jelas-jelas tidak mengamalkan kemanusiaan. “Persatuan Indonesia”, entah pada sila ketiga ini, penduduk Indonesia mengerti atau pun tidak, mengingat beberapa provinsi ingin untuk memerdekakan diri, perang antarsuku dan lainnya. Hal ini bukankah membuat kita mengkotak-kotakkan diri kita?. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan” yang tertulis pada sila ke empat, namun hal yang terjadi adalah “kerakyatan” yang seharusnya memprioritaskan kesejahteraan rakyat, malah untuk kesenangan para pemimpin dan wakil rakyat, apakah fungsi wakil rakyat berarti menjadi wakil kemakmuran dan kesejahteraan rakyat?. Sila ke lima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, lagi-lagi kenyataannya bertolak belakang, hukum masih berpihak pada orang-orang atas, masih seperti pisau yang tajamnya di salah satu sisi.
    Lantas, Pancasila ataukah kita yang salah tentang banyak masalah yang terjadi di negeri ini? Kita! Kita dapat membalikkan keadaan yang terjadi saat ini tatkala kita dapat mengetahui, memahami dan mengerti kemudian mengamalkan Pancasila seutuhnya. Pada akhirnya, Pancasila akan menjadi perekat kesatuan dan kesatuan bangasa (tatkala kita dapat mengimplementasikan dalam kehidupan), karena dengan itu, dapat melebur segala perbedaan yang ada diantara kita. Kesimpulannya adalah Pancasila harus tetap ada sebagai perekat persatuan dan kesatuan di Indonesia.

  58. Kristanti/12301241020
    pend.matematika subsidi 2012
    UNY

    Artikel diatas menyadarkan kita betapa pentingnya pancasila sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami masalah yang sangat kompleks. Baik dari segi ekonomi, politik, sosial, maupun budaya. Permasalahan-permasalahan tersebut akan membawa dampak yang lebih buruk yaitu lunturnya jiwa persatuan dan kesatuan bangsa.
    Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah salah satu alat pemersatu bangsa yang paling kuat. Namun eksistensi Pancasila sempat mengalami kemunduran yaitu pada masa Reformasi. Seharusnya Pancasila tetap pada tempatnya apapun yang terjadi di bangsa ini. Pancasila terbentuk dari kultur budaya dan kepribadian bangsa Indonesia.
    Negara Indonesia adlah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia seharusnya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bangsa. Namun kenyataannya bangsa ini belum mencapai kemakmuran. Ketidakadilan ekonomi sangat kentara di Indonesia. Kesenjangan pembangunan antara daerah kota dengan daerah-daerah terluar menjadi sumber masalah baru. Seperti kita tahu kesenjangan ini akan berbuntut pada masalah perbatasan negara. Terlepasnya pulau Sipadan-Ligitan adalah salah satu bukti bahwa bangsa ini masih bermasalah dengan perbatasan negara.
    Permasalahan-permasalahan yang ada selama ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan pemerintah seharusnya mampu memberikan solusi dengan kebijakan-kebijakan yang lebih prorakyat. seperti kita ketahui bahwa kebijakan pemerintah selama ini terlihat proasing.

  59. Atika Izzatul Jannah
    12301241002
    Pendidikan Matematika 2012

    Pancasila sebagai dasar negara, memang memiliki nilai-nilai penting bagi Indonesia. Lima sila yang terkandung di dalamnya memanglah dapat menyatukan kembali puing-puing persatuan yang sudah senggang. Nilai-nilai pancasila pun menjadi pemersatu jiwa nasionalisme bangsa Indonesia yang memperjuangkan cita-cita akan kemakmuran dan keadilan.
    Namun, pada saat ini, masalah demi masalah satu persatu muncul ke permukaan Indonesia seiring pemudaran penjiwaan nilai-nilai pancasila dalam diri bangsa Indonesia. Seperti persoalan wilayah perbatasan. Satu persatu pulau-pulau yang ada di Indonesia mulai diklaim oleh berbagai negara. Seharusnya, jika kita menerapkan salah satu nilai pancasila saja, hal ini dapat diatasi. Seperti sila ketiga, persatuan Indonesia. Jika semua warga Indonesia mulai dari warga biasa atau masyarakat sipil hingga pemerintah memaknai sila ketiga secara luas, maka setiap orang akan berusaha semaksimal mungkin mempertahankan setiap wilayah yang ada di Indonesia untuk tetap bersatu dan mengembangkannya. Sedangkan hilangnya wilayah yang ada di Indonesia menggambarkan persatuan dalam diri setiap warga Indonesia mulai menurun.
    Selain itu, ada pula masalah yang timbul dan berkaitan dengan sila kelima, yakni keadilan sosial. Seharusnya keadilan sosial dapat terus dipertahanakan di Indonesia jika setiap warga benar-benar memahami esensi dari sila kelima itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari salah satu hal, yakni keadilan bagi setiap masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Dengan memahami sila kelima, maka seharusnya kita dapat memahami pula langkah apa-apa saja yang bisa kita lakukan untuk memberikan keadilan bagi semua warga Indonesia. Salah satu langah kongkrit yang bisa saya usulkan, misalnya masyarakat dan pemerintah dapat berkerja sama untuk membuka usaha produk dalam negeri untuk memakmurkan masyarakat agar mendapat keadilan dalam perekkonomian. Dengan membuka lahan pekerjaan, masyarakat akan merasakan keadilan hidup di Indonesia yakni adanya lapangan pekerjaan yang bisa dirasakan masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak.
    Atau dapat pula dengan memberikan keadilan bagi anak-anak Indonesia. Kita sebagai mahasiswa pun bisa menerapkan sila kelima ini dengan menjadi relawan bagi anak-anak yang kurang mampu atau belum berkesempatan untuk belajar di sekolah.
    Jadi, ketika kita memahami dengan sungguh-sungguh apa saja yang menjadi esensi yang ada dalam pancasila, maka kita dapat berjuang dengan sungguh-sungguh untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang. Semangat memahami pancasila, semangat persatuan!

  60. Idza Nudia Linnusky
    12301241008
    Pendidikan Matematika 2012
    UNY

    Saya setuju dengan artikel ini, Pancasila adalah pemersatu bangsa Indonesia, bangsa yang terdiri dari berbagai pulau, etnis, bahasa, suku, agama, budaya, dll. Pancasila adalah ideology yang ideal untuk Indonesia. Di dalam Pancasila terkandung cita-cita dan gambaran tentang nilai-nilai ideal yang akan diwujudkan bangsa Indonesia. Selain itu, setiap butir-butir dalam sila Pancasila bersifat general untuk seluruh bangsa Indonesia, tidak memihak kepada siapa pun baik orang per orang maupun golongan. Sehingga Pancasila merupakan landasan yang paling tepat untuk bangsa Indonesia demi mencapai kemakmuran dan kesejahteraan .
    Namun dewasa ini, banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi pada bangsa ini. Contoh-contoh dari permasalahan tersebut antara lain: pasar Indonesia semakin bergantung pada produk-produk luar negeri dan tidak memperhatikan produk dalam negeri; konflik-konflik antar daerah; maraknya kasus korupsi; perebutan wilayah perbatasan dengan negara lain yang kerap kali terjadi dan beberapa berujung dengan Indonesia yang harus kehilangan sebagian wilayahnya; dan pengklaiman budaya oleh negara lain. Permasalahan-permasalahan ini terjadi akibat nilai-nilai dalam Pancasila semakin ditinggalkan. Bangsa ini semakin jauh dari landasannya dan sifat-sifat liberalistis seperti individualistis mulai muncul.
    Jika permasalahan yang terjadi ini tidak segera diselesaikan, kondisi negara ini akan semakin terpuruk. Perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, Pancasila sebagai pemersatu dan landasan kesatuan dan persatuan bangsa penting untuk diterapkan kembali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara . Jika seluruh anggota dari bangsa ini menerapkan Pancasila sebagai landasan kehidupannya, bangsa ini akan menjadi lebih stabil. Marilah kita menjunjung kembali nilai-nilai Pancasila dan menggunakannya sebagai landasan dalam kehidupan.

  61. Idza Nudia Linnusky
    12301241008
    Pendidikan Matematika 2012
    UNY

    Saya setuju dengan artikel ini, Pancasila adalah pemersatu bangsa Indonesia, bangsa yang terdiri dari berbagai pulau, etnis, bahasa, suku, agama, budaya, dll. Pancasila adalah ideology yang ideal untuk Indonesia. Di dalam Pancasila terkandung cita-cita dan gambaran tentang nilai-nilai ideal yang akan diwujudkan bangsa Indonesia. Selain itu, setiap butir-butir dalam sila Pancasila bersifat general untuk seluruh bangsa Indonesia, tidak memihak kepada siapa pun baik orang per orang maupun golongan. Sehingga Pancasila merupakan landasan yang paling tepat untuk bangsa Indonesia demi mencapai kemakmuran dan kesejahteraan .
    Namun dewasa ini, banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi pada bangsa ini. Contoh-contoh dari permasalahan tersebut antara lain: pasar Indonesia semakin bergantung pada produk-produk luar negeri dan tidak memperhatikan produk dalam negeri; konflik-konflik antar daerah; maraknya kasus korupsi; perebutan wilayah perbatasan dengan negara lain yang kerap kali terjadi dan beberapa berujung dengan Indonesia yang harus kehilangan sebagian wilayahnya; dan pengklaiman budaya oleh negara lain. Permasalahan-permasalahan ini terjadi akibat nilai-nilai dalam Pancasila semakin ditinggalkan. Bangsa ini semakin jauh dari landasannya dan sifat-sifat liberalistis seperti individualistis mulai muncul.
    Jika permasalahan yang terjadi ini tidak segera diselesaikan, kondisi negara ini akan semakin terpuruk. Perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, Pancasila sebagai pemersatu dan landasan kesatuan dan persatuan bangsa penting untuk diterapkan kembali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara . Jika seluruh anggota dari bangsa ini menerapkan Pancasila sebagai landasan kehidupannya, bangsa ini akan menjadi lebih stabil. Marilah kita menjunjung kembali nilai-nilai Pancasila dan menggunakannya sebagai landasan dalam kehidupan.

  62. KARTINA PURNAMASARI
    12301241017
    PENDIDIKAN MATEMATIKA 2012
    FMIPA/UNY

    Pancasila berperan penting sebagai pemersatu bangsa karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan nilai-nilai luhur yang sebenarnya diambil dari realita masyarakat Indonesia. Indonesia merupakan Negara yang beranekaragam sehingga membutuhkan satu wadah yang bisa menampung semua aspek, pancasila sangat cocok untuk diterapkan. Sayangnya, nilai-nilai pancasila banyak ditinggalkan dan diabaikan sehingga perekat bangsa yang baik itu mulai luntur. Hal ini menimbulkan banyak permasalahan yang menimbulkan perpecahan dan kerapuhan bangsa, baik dalam perekonomian, sosial-politik, ketidakadilan hukum, kesejahteraan masyarakat, pertahanan, dan lain-lain. Beberapa contoh kasusnya adalah lepasnya beberapa wilayah Indonesia ke bangsa asing, seperti lepasnya lipadan-sigitan ke tangan Malaysia. Selain itu, Indonesia juga menjadi pembantu di negerinya sendiri. Sumber daya yang ada dikelola oleh asing sedangkan masyarakat Indonesia sebagai buruhnya dan hanya memperoleh sebagian kecil dari sekian banyak pendapatan yang ada. Seharusnya, melihat kejadian ini pemerintah tanggap dan memberikan sistem yang baik untuk memperbaiki kerapuhan bangsa, melihat suatu sistem dengan bijaksana sehingga bisa menerapkan kebijakan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan.
    System di Indonesia memang masih rapuh, dari dulu hingga sekarang. Ini ditunjukkan dengan peristiwa pada masa orde baru yang mengganti P4 menjadi pendidikan kewarganegaraan hanya karena tidak suka dengan orang yang membuat kebijakan tentang P4. Padahal, P4 tidak seluruhnya buruk. Seharusnya, pemerintah bisa melihat dengan objektive sehingga benar-benar menerapkan yang baik dan menghilangkan yang buruk.
    Jadi, untuk mewujudkan persatuan bangsa Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan masing-masing individu untuk tetap mengamalkan pancasila, namun juga membutuhkan system serta kebijakan yang baik dan tepat dari pemerintah.

  63. Hernestri Anggraheni
    12301241040
    Pend. Matematika ’12

    Fungsi Pancasila sebagai perekat bangsa memang sudah baik, hanya saja tidak sedikit masyarakat yang sadar akan hal itu. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki beranekaragam agama, suku, budaya, bahasa, dan etnis. Bagaimanapun juga, kesemuanya itu haruslah kita jaga. Bukankah pada Pancasila sila ke tiga sudah jelas di deklarasikan tentang persatuan Indonesia. Sila Persatuan Indonesia, mengandung arti bahwa pluralisme masyarakat Indonesia memiliki nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat, dan menjamin keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika. Masalah-masalah yang sedang terjadi di Indonesia memang tidak sedikit, namun jangan buat itu sebagai alasan untuk lupa pada perekat persatuan bangsa kita, Pancasila. Namun hendaknya masalah-masalah yang ada itu dapat dijadikan refleksi masyarakat bahwa bangsa ini perlu persatuan. Sehingga tidak terjadi lagi masalah seperti di-klaim-nya kebudayaan Indonesia, ataupun hilangnya pulau-pulau kita. Mengutip kalimat di atas bahwa persatuan haruslah dibangun atas dasar keadilan dan kesejahteraan sosial. Tanpa keadilan, persatuan hanyalah mitos belaka. Karena itu, hukum di negara ini haruslah buta, tidak memandang siapa dan apa yang dihukum. Tidak seperti pisau, tajam di bawah tetapi tumpul di atas. Lalu pemerintah hendaknya memperhatikan kesejahteraan rakyat. Bukan pembangunan secara fisik yang dimaksudkan, tetapi kebijakan tentang usaha-usaha mikro rakyat yang sebaiknya diperhatikan. Dengan hukum dan kebijakan yang baik, maka persatuan bangsa dapat diwujudkan.

  64. Hanifah Aabidah Fakhrunnisaa
    12301241038
    Pendidikan Matematika Sub 2012
    FMIPA / UNY

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Dari artikel diatas saya setuju jika Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan pilar kebangsan yang penting sebagai alat pemersatu bangsa yang tidak boleh dianggap sederhana bahkan dilupakan.Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa yang harus selalu ada di jiwa seluruh rakyat Indonesia. Indonesia dan keberagamannya membutuhkan alat pemersatu bangsa yang memiliki nilai ketuhanan, kemanusiaan, kerakyatan, dan keadilan, karena tanpa persatuan tidak akan terwujud bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera. Menegakkan persatuan dan kesatuan di Indonesia dengan beragam suku, budaya, dan agama dirasa begitu sulit, jika Pancasila hanya dianggap sebagai deretan kata-kata tanpa makna. Oleh karena itu, Pancasila harus dimaknai dan dijiwai oleh seluruh rakyat Indonesia.

    Selain Pancasila, Bhineka Tunggal Ika juga merupakan prinsip yang harus dipegang teguh oleh seluruh rakyat Indonesia. Jika dalam keberagaman dan keberbedaan bangsa Indonesia memiliki satu tujuan yaitu mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Jadi, prinsip Bhineka Tunggal Ika dapat dijadikan sebagai alat perekat bangsa. Akan tetapi, di Indonesisa saat ini sering terjadi konflik, kekerasan, dan kerusuhanyang melibatkan etnis dan agama. Oleh karena itu, Pancasila dan prinsip Bhineka Tunggal Ika harus dijadikan sebagai landasan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
    Salah satu masalah penting yang harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah adalah persoalan wilayah perbatasan. Di Indonesia, ada beberapa pulau yang terancam lepas bahkan ada beberapa pulau yang sudah lepas dari naungan Indonesia. Hal ini dikarenakan, perhatian pemerintah yang hanya terfokus pada ibukota dan kota-kota besar lainnya, sedangkan pada wilayah perbatasan pemerintah terkesan tidak peduli. Hal ini dapat dilihat dari pembangunan di kota-kota besar lebih maju dibandingkan dengan pembangunan di wilayah perbatasan. Menurut saya, pemerintah seharusnya memperhatikan pembangunan dan segala hal di wilayah perbatasan, karena wilayah perbatasan merupakan wajah dari suatu Negara. Pemerintah harus menyelesaikan semua persoalan tentang perbatasan ini dengan serius dan bijaksana agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

    Saya setuju jika persatuan harus dibangun atas dasar keadilan dan kesejahteraan sosial. Sekarang ini, keadilan dan kesejahteraan sosial menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk didapatkan terutama bagi rakyat yang berkantong tipis dan tidak memiliki tahta. Kesenjangan sosial masih saja terjadi, tidak hanya di wilayah perbatasan yang jauh dari pusat pemerintahan, tetapi di daeran ibukota yang merupakan pusat pemerintahan kesenjangan sosial masih mudah kita temui. Keadilan dan kesejahteraan sosial sebagai dasar dari persatuan saja belum terbangun dengan baik, lalu bagaimana kita bisa membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, kita harus merevitalisasi nilai dan pelaksanaan Pancasila secara nyata. Baik oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan maupun oleh masyarakat Indonesia, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud. Amiin.

    wassalamu’alaikum wr.wb

  65. Hanifah Aabidah Fakhrunnisaa
    12301241038
    Pendidikan Matematika Sub 2012
    FMIPA / UNY

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Dari artikel diatas saya setuju jika Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan pilar kebangsan yang penting sebagai alat pemersatu bangsa yang tidak boleh dianggap sederhana bahkan dilupakan.Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa yang harus selalu ada di jiwa seluruh rakyat Indonesia. Indonesia dan keberagamannya membutuhkan alat pemersatu bangsa yang memiliki nilai ketuhanan, kemanusiaan, kerakyatan, dan keadilan, karena tanpa persatuan tidak akan terwujud bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera. Menegakkan persatuan dan kesatuan di Indonesia dengan beragam suku, budaya, dan agama dirasa begitu sulit, jika Pancasila hanya dianggap sebagai deretan kata-kata tanpa makna. Oleh karena itu, Pancasila harus dimaknai dan dijiwai oleh seluruh rakyat Indonesia.

    Selain Pancasila, Bhineka Tunggal Ika juga merupakan prinsip yang harus dipegang teguh oleh seluruh rakyat Indonesia. Jika dalam keberagaman dan keberbedaan bangsa Indonesia memiliki satu tujuan yaitu mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Jadi, prinsip Bhineka Tunggal Ika dapat dijadikan sebagai alat perekat bangsa. Akan tetapi, di Indonesisa saat ini sering terjadi konflik, kekerasan, dan kerusuhanyang melibatkan etnis dan agama. Oleh karena itu, Pancasila dan prinsip Bhineka Tunggal Ika harus dijadikan sebagai landasan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
    Salah satu masalah penting yang harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah adalah persoalan wilayah perbatasan. Di Indonesia, ada beberapa pulau yang terancam lepas bahkan ada beberapa pulau yang sudah lepas dari naungan Indonesia. Hal ini dikarenakan, perhatian pemerintah yang hanya terfokus pada ibukota dan kota-kota besar lainnya, sedangkan pada wilayah perbatasan pemerintah terkesan tidak peduli. Hal ini dapat dilihat dari pembangunan di kota-kota besar lebih maju dibandingkan dengan pembangunan di wilayah perbatasan. Menurut saya, pemerintah seharusnya memperhatikan pembangunan dan segala hal di wilayah perbatasan, karena wilayah perbatasan merupakan wajah dari suatu Negara. Pemerintah harus menyelesaikan semua persoalan tentang perbatasan ini dengan serius dan bijaksana agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

    Saya setuju jika persatuan harus dibangun atas dasar keadilan dan kesejahteraan sosial. Sekarang ini, keadilan dan kesejahteraan sosial menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk didapatkan terutama bagi rakyat yang berkantong tipis dan tidak memiliki tahta. Kesenjangan sosial masih saja terjadi, tidak hanya di wilayah perbatasan yang jauh dari pusat pemerintahan, tetapi di daeran ibukota yang merupakan pusat pemerintahan kesenjangan sosial masih mudah kita temui. Keadilan dan kesejahteraan sosial sebagai dasar dari persatuan saja belum terbangun dengan baik, lalu bagaimana kita bisa membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, kita harus merevitalisasi nilai dan pelaksanaan Pancasila secara nyata. Baik oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan maupun oleh masyarakat Indonesia, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud. Amiin.

    wassalamu’alaikum wr.wb

  66. Sudah saatnya bangsa ini memperjuangkan emansipasinya dalam wujud nyata sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali jati diri Indonesia yang sempat pudar oleh adanya kesenjangan sosial dalam masyarakatnya. Kemerdekaan bisa saja kehilangan maknanya jika kemudian tidak ada perjuangan terhadap persatuan dan pembelaan terhadap harga diri bangsa.

  67. Winda Dwi Astuti
    12301241009
    Pendidikan Matematika Reguler 2012

    Dari artikel diatas, kita tahu bahwa persatuan merupakan kata yang penting di dalam Indonesia yang beragam dalam hal agama, suku, etnis dan bahasa. Pentingnya persatuan sebagai landasan berbangsa dan bernegara Indonesia bukan hanya bertumpu pada perangkat keras seperti kesatuan politik (pemerintahan), kesatuan teritorial, dan iklusivitas warga, akan tetapi juga memerlukan perangkat lunak berupa eksistensi kebudayaan nasional. Namun, rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia tidak seperti apa yang ada dalam wacana. Pada prakteknya, rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia jauh dari harapan. Sebagi contoh, pemerintah hanya mementingkan daerah-daerah tersohor. Pemerintah tidak memikirkan apa yang terjadi pada daerah-daerah terpencil (daerah perbatasan). Di Indonesia juga masih banyak terjadi pertikaian antar suku. Kurangnya rasa persatuan dan kesatuan juga berakibat pada persoalan wilayah perbatasan, sehingga ada wilayah yang direbut oleh negara tetangga seperti lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke pelukan negeri jiran, Malaysia dan Kepulauan Miangas di Sulawesi juga terancam lepas karena klaim laut oleh Filipina dan masih banyak lainnya.
    Keadilan sosial yang terjadi di Indonesia kurang merata. Pada butir sila kelima dapat diketahui bahwa tindakan pemerintah tidak sesuai dengan apa yang tertuang pada butir-butir tersebut. Pemerintah tidak transparan kepada masyarakat, sehingga masyarakat sulit untuk mencari keadilan. Kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan masalah kurang adil. Ini terbukti dalam penyelesaian masalah antara petinggi negara dan rakyat kecil. Sanksi untuk petinggi negara yang tersangkut dalam kasus korupsi tidak sebanding dengan kasus rakyat kecil yang melakukan kesalahan dalam hal sepele.
    Perbedaan agama di Indonesia juga masih menjadi pernasalahan sampai saat ini. Banyak yang menganggap bahwa agama yang dianutnya adalah yang paling benar dan agama lain dianggap kurang pas sehingga muncul perselisihan antar pemeluk agama. Seharusnya warga negara Indonesia saling toleransi antar agama agar perselisihan yang terjadi tidak berkepanjangan.
    Prinsip Indonesia sebagai negara “bhineka tunggal ika” mencerminkan bahwa meskipun Indonesia adalah multikultural, tetapi tetap terintegrasi dalam keikaan dan kesatuan. Tetapi pada kenyataannya, budaya Indonesia banyak yang diakui oleh negara lain. Ini terjadi akibat kurangnya kesadaran bangsa Indonesia akan budayanya sendiri.
    Kita sebagai warga negara Indonesia, harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Karena pada dasarnya, nilai Pancasila itulah yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan negara Indonesia. Kita harus sadar akan persatuan dan kesatuan. Kita sama-sama menjaga kebudayaan agar tidak diklaim negara lain. Selain itu, kita juga harus memperbaiki bangsa ini agar nantinya menjadi bangsa yang lebih baik. Sebaiknya pemerintah juga harus memperbaiki kebijakan-kebijakan yang berlaku saat ini.

  68. Menurut saya artikel di atas memang benar, bahwa Pancasila memiliki peran penting bagi Indonesia. Suatu negara tidak akan menjadi negara yang utuh jika tidak memiliki suatu dasar negara. Pancasila juga merupakan pedoman untuk menjadikan negara yang sejahtera. Ini terbukti ketika Indonesia mengalami perubahan. Ketika indonesia sudah memasuki masa baru maka semua tatan di masa lalu harus diubah namun ada beberapa dasar negara yang tetap dipertahankan, seperti: Pancasila, Bendera Merah Putih, Lambang Burung Garuda, Lagu Indonesia Raya, Bhineka Tunnggal Ika, dan lain sebagainya. Jika tidak melakukan perubahan maka suatu negara bisa dikatakan tidak mengikuti jaman. Seperti pada kasus tidak berlakunya kembali P4 yang disebut Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ketika masa orde baru menjadi masa reformasi. Padahal saat reformasi terjadi mereka belum menemukan solusinya untuk mengganti perubahan terseebut. Di samping itu Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah. Namun yang sangat disesalkan Indonesia tidak dapat menjaganya dengan maksimal baik dari bidang ekonomi, budaya, sosial, dan politk. salah satu kunci agar Indonesia dapat maju adalah melalui sifat nasionalisme indonesia sejak awal. Oleh karena itu, kita sebagai warga Indonesia harus menjaganya dengan memunculkan kembali jiwa cinta tanah air dan senantiasa menjaganya.

  69. Nur Indah Sari
    12301241006
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    Dalam tulisan “Pancasila Sebagai Perekat Persatuan Bangsa” saya diajak untuk menelisik lebih jauh tentang sejarang pancasila hingga eksistensinya yang sekarang ini sangat berkurang. Seperti yang saya tahu bahwa pancasila merupakan rumusan aturan yang benar-benar dibuat oleh para pendahulu saya untuk mempersatukan setiap perbedaan yang ada. Oleh karena itu, pancasila menjadi suatu kesepakatan bersama dalam bentuk tulisan dan sifatnya mengikat bagi setiap watga negara Indonesia.
    Namun,kini saya disuguhi sebuah fenomena dimana pancasila kini hany amenjadi barang antik yang hanya dipandang tanpa pengamalan. Semenjak runtuhnya orde baru hingga kini reformasikian hari pancasila semakin kehilangan ruhnya. Berbagai macam masalah muncul mengiringi pancasila yang seakan mati suri di negeri sendiri. Pancasila yang diisolasi membuat negei ini terlena hingga muncul berbagai masalah seperti permasalahan perbatasan dan keadilan sosial.
    Rasa bangga untuk mengamalkan pancasila benar-benar mencapai titik kritis mendekati nol. Hingga akibatnya Indonesia kehilangan oulau-pulau terluarnya. Rasa persatuan yang termaktub dalam pancasila kini sulit untuk sekedar ditemukan. Pulau-pulau yang diambil alih oleh negara lain tersebut adalah salah satu bukti bahwa negeri ini kian hari kian berubah menjadi negeri yang individualis.
    Selanjutnya, permasalahan keadilan sosial. Eksistensi pancasila sudah hampir tak ada lagi di negeri ini. Terlihat dengan banyaknya bentrok antar suku di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika yang dicengkeram oleh garuda Indonesia secara gagah kini seakan teebang terbawa angin.
    Untuk itu, bangsa ini harus segera kembali pada permulaannya. Eksistensi pancasila harus dinaikkan dan di-ugrade dari berbagai aspek. Sehingga, negeri ini tidak akna semakin tenggelam dalam nestapa di tengah surga bumi pertiwi.

  70. Mu’ahid Nur Rahman
    12301241034
    Pendidikan Matematika sub 2012

    Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai kultur, budaya, ras dan agama. Banyaknya kultur, budaya, ras dan agama akan membutuhkan upaya untuk tetap mempersatukannya. Sulit memang untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang beranekaragam. Namun, Indonesia memiliki sebuah ideologi yang dapat mempersatukan segala aspek di Indonesia, yaitu Pancasila. Pancasila merupakan ideologi yang sangat cocok dan pantas untuk digunakan bangsa Indonesia.

    Namun, akhir-akhir ini penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mulai terlupakan. Maraknya tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila terutama sila ke tiga ( Persatuan Indonesia) sering terjadi. Tindakan/ gerakan warga Indonesia yang ingin memisahkan diri dari Indonesia gencar dilakukan. Gerakan yang terjadi di Aceh, Papua, dll mengindikasikan bahwa mereka secara terang-terangan tidak puas dengan pemerintahan Indonesia. Banyak masalah yang mereka alami sehngga mereka berbuat demikian. Dari masalah sosial, ekonomi yang membuat mereka ingin melepaskan diri dari Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pemerintah lengah untuk memperhatikan keadaan mereka. Pemerintah terlalu sibuk dengan urusan di atas sehingga melupakan urusan yang di bawah (rakyat). Pemerintah seakan lupa dengan ideologi Pancasila yang menekankan persatuan dan kesatuan bangsa. Namun saya takin pemerintah belum terlambat untuk mengatasi hal tersebut, asalkan pemerintah sungguh-sungguh.

  71. ELFRIDA NOVIANA DEWI
    12301241016
    P. Matematika Subsidi 2012_UNY

    Tulisan di atas kembali mengingatkan kita tentang dasar negara Indonesia, Pancasila yang sebelumnya selalu kita dengar dan terapkan dalam kehidupan bermasayarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, saat ini, saat setelah adanya masa Reformasi yang diandalkan bangsa ini untuk menjadikan negaranya semakin maju, malah membuat negara ini menjadi semakin terpuruk dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kita dapat mengamati bahwa keadaan politik di negeri ini tidak dapat dikatakan baik-baik saja. Korupsi terjadi dimana-mana, pemerintah yang tidak dapat mewujudkan keinginan dan harapan rakyat-rakyatnya, keadaan desa yang tidak mengalami pembangunan dan mengakibatkan kesenjangan sosial, pendidikan yang belum merata, adanya tawuran dan perselisihan antara agama dan suku bangsa, dan lunturnya nasionalisme anak bangsa. Problematika itulah yang dapat membuat bangsa ini kehilangan persatuan dan kesatuannya.
    Indonesia terdiri atas keanekaragaman agama, suku bangsa, dan budaya yang menjadikan kita bangga terhadap bagsa ini. Namun, sekarang, keanekaragaman tersebut membuat bangsa kita terpecah belah karena tidak diterapkannya tali pengikat di antara kita. Ya, itulah Pancasila. Pancasila dibentuk sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila dibentuk sebagai ikrar para pahlawan kita terdahulu. Pancasila juga dibentuk sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa kita, bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila tidak ada yang menyimpang dari nilai kehidupan, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai Pancasila pun saling terkait satu sama lain yang menjadikan Pancasila memang patut untuk dijunjung dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
    Namun, bangsa kita sendiri sudah tidak lagi menjunjung dan menerapkan Pancasila dalam kehidupannya. Bahkan, tak jarang terdapat anak bangsa yang sudah tidak hafal lagi terhadap sila-sila dalam Pancasila. Anggota DPR pun ada yang tidak hafal mengenai Pancasila. Sungguh memilukan keadaan bangsa ini sekarang. Bagaimana mau memahami dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mengetahui isi dari Pancasila pun tidak.
    Seharusnya, generasi muda dapat dididik mengenai dasar negara (Pancasila), lagu kebangsaan (Indonesia Raya), lambang negara (burung Garuda), semboyan kebangsaan (Bhinneka Tunggal Ika), bahasa kebangsaan (Bahasa Indonesia), dan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Juga dapat mendalami tentang daerah masing-masing melalui lagu daerah, bahasa daerah, dan berbagai kesenian daerah. Hal-hal tersebut dapat diberikan melalui pendidikan formal maupun nonformal. Dalam pendidikan formal, sekolah dapat memfasilitasi siswa dalam mendapatan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Pendidikan Pancasila, Sejarah, Muatan Lokal Bahasa Daerah, dan Seni Budaya. Dan itulah yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuat kurikulum yang sesuai dengan keadaan bangsa ini. Sementara dalam pendidikan nonformal, orang tua dan masyarakat dapat tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan yang dapat dicontoh oleh generasi muda.
    Semoga dengan upaya-upaya yang telah dilakukan, bangsa Indonesia akan terus bersatu dan menjunjung tinggi nilai Pancasila yang menjadi dasar dari terbentuknya bangsa Indonesia ini, yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa ini, serta Indonesia dapat maju berdasarkan nilai dasar negara kita, Pancasila.

  72. Rahma Dewi Indrayanti
    12301241013
    Pend. Matematika Subsidi 2012
    UNY

    Negara Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, namun nyatanya sampai sekarang masyarakat Indonesia belum dapat merasakan kemerdekaan secara utuh. Sampai kapan masyarakat Indonesia seperti ini? Pertanyaan yang sepertinya ada di setiap benak warga Indonesia. Mungkin jawabannya hanya ada satu, yaitu setelah berbagai permasalahan multidimensional seperti masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, dll dapat terselesaikan.

    Tidak dapat di pungkiri, bahwa Indonesia saat ini adalah bangsa yang besar dengan banyak permasalahan yang besar pula. Negara Indonesia bukan hanya milik satu golongan atau suku saja. Namun, Indonesia adalah milik berbagai suku penduduk resmi Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat rawan akan pengklaiman oleh negara lain terhadap budaya maupun daerah. Sebagai contoh : lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke pelukan negeri Jiran, Malaysia.

    Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, golongan, agama yang hadir dengan berbagai pola pikir yang berbeda yang pada dasarnya menginginkan Indonesia merdeka seutuhnya, tidak ada lagi rakyat miskin yang hidup sengsara, tidak ada lagi banjir, korupsi dan tidak ada lagi kriminalitas.

    Pancasila adalah ideologi Bangsa Indonesia. Pancasila terbentuk dari kultur budaya dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila adalah pemersatu yang Bangsa Indonesia yang paling kuat. Namun eksistensi Pancasila sempat mengalami kemunduran yaitu pada masa Reformasi. Seharusnya Pancasila tetap pada tempatnya apa pun yang terjadi di bangsa ini. Saat ini, kedudukan Pancasila masih belum diprioritaskan oleh kebanyakan orang di negeri ini. Sebagai contoh, banyak kejadian-kejadian yang bertolak belakang dengan kelima sila pada pancasila, seperti pembakaran rumah ibadah, penganiayaan, perang antarsuku, wakil rakyat yang tidak memperdulikan nasib rakyat serta keberpihakan hukum pada orang-orang tertentu yang mempunyai jabatan dan atau banyak uang.

    Memang, untuk mengatasi berbagai permasalahan Indonesia diperlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Namun pada dasarnya, pemerintahlah yang mempunyai wewenang terbesar, karena pemerintahlah yang menentukan semua kebijakan di Indonesia. Seharusnya pemerintah lebih peka dengan penderitaan rakyat, melalui penetapan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan kebijakan yang dikuasai oleh asing.

    Saya sangat setuju dengan pendapat bapak bahwa nilai-nilai Pancasila harus selalu hidup dan selalu dijadikan landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika hal tersebut dikesampingkan maka sudah pasti bangsa ini akan tercerai-berai.

  73. Ernawati
    12301241011
    Pendidikan Matematika Sub 2012
    FMIPA UNY

    Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Oleh karena itu, Indonesia mempunyai banyak suku, bangsa, dan agama yang berbeda-beda. Dengan beragamnya perbadaan yang dimiliki Indonesia, maka dari itu dibentuklah suatu upaya untuk mempersatukan keanekaragaman Indonesia yang tertuang ke dalam Pancasila. Pancasila dibentuk untuk menjadi penengah dari perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia, sehingga walaupun berbeda Indonesia tetap menjadi satu kesatuan yang utuh. Tetapi kondisi yang terjadi saat ini, banyak warga Indonesia yang telah melalaikan nilai luhur dari Pancasila. Banyak masyarakat Indonesia yang persatuannya seakan telah tergadaikan oleh ego masing-masing. Sehingga seakan rasa toleransi di antara mereka cenderung berkurang. Padahal dalam perbedaan, toleransi menjadi salah satu hal yang penting yang dapat mempertahankan kesatuan mereka. Sebagai contoh, sekarang ini banyak sekali terjadi peristiwa perang antarsuku. Hal ini menjadi bukti berkurangnya rasa toleransi terhadap suku lain yang mungkin kurang sejalan dengan mereka. Selain itu, kepedulian terhadap bangsa Indonesia tampaknya berkurang, terbukti dengan banyaknya kebudayaan yang diklaim oleh pihak luar sebagai kebudayaan mereka. Kita harus bisa mengerti mengapa hal ini bisa terjadi. Sebagai contoh, dapat dilihat untuk remaja saat ini sedikit sekali yang peduli dengan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Sebagian dari mereka lebih merasa bangga dengan kebudayaan yang dimiliki oleh negara lain yang dianggap lebih keren atau lebih hebat dari kebudayaannya sendiri. Ini menggambarkan bahwa rasa cinta terhadap tanah air Indonesia berkurang. Padahal Indonesia dengan susah payah telah diperjuagakan oleh orang-orang terdahulu agar kita dapat hidup sejahtera di kepulauan Indonesia yang indah ini. Tetapi, rupanya kita belum bisa mempertahankan Indonesia yang sejahtera.
    Masalah lain yang menyangkut Pancasila adalah kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia terhadap niai-nilai luhur Pancasila. Jangankan makna dan nilai lihur Pancasila, sebagian masyarakat kita mungkin ada yang tidak hapal dengan bunyi Pancasila. Ini menjadi salah satu hal yang memprihatinkan ketika mengetahui bahwa ada suatu masyarakat yang tidak tahu akan dasar negaranya sendiri.
    Semoga Indonesia kedepan dapat menjadi bangsa yang lebih baik dan lebih erat persatuannya.

  74. Winda Dwi Astuti
    12301241009
    Pendidikan Matematika Reguler 2012
    Universitas Negeri Yogyakarta

    Dari artikel diatas, kita tahu bahwa persatuan merupakan kata yang penting di dalam Indonesia yang beragam dalam hal agama, suku, etnis dan bahasa. Pentingnya persatuan sebagai landasan berbangsa dan bernegara Indonesia bukan hanya bertumpu pada perangkat keras seperti kesatuan politik (pemerintahan), kesatuan teritorial, dan iklusivitas warga, akan tetapi juga memerlukan perangkat lunak berupa eksistensi kebudayaan nasional. Namun, rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia tidak seperti apa yang ada dalam wacana. Pada prakteknya, rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia jauh dari harapan. Sebagi contoh, pemerintah hanya mementingkan daerah-daerah tersohor. Pemerintah tidak memikirkan apa yang terjadi pada daerah-daerah terpencil (daerah perbatasan). Di Indonesia juga masih banyak terjadi pertikaian antar suku. Kurangnya rasa persatuan dan kesatuan juga berakibat pada persoalan wilayah perbatasan, sehingga ada wilayah yang direbut oleh negara tetangga seperti lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke pelukan negeri jiran, Malaysia dan Kepulauan Miangas di Sulawesi juga terancam lepas karena klaim laut oleh Filipina dan masih banyak lainnya.
    Keadilan sosial yang terjadi di Indonesia kurang merata. Pada butir sila kelima dapat diketahui bahwa tindakan pemerintah tidak sesuai dengan apa yang tertuang pada butir-butir tersebut. Pemerintah tidak transparan kepada masyarakat, sehingga masyarakat sulit untuk mencari keadilan. Kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan masalah kurang adil. Ini terbukti dalam penyelesaian masalah antara petinggi negara dan rakyat kecil. Sanksi untuk petinggi negara yang tersangkut dalam kasus korupsi tidak sebanding dengan kasus rakyat kecil yang melakukan kesalahan dalam hal sepele.
    Perbedaan agama di Indonesia juga masih menjadi pernasalahan sampai saat ini. Banyak yang menganggap bahwa agama yang dianutnya adalah yang paling benar dan agama lain dianggap kurang pas sehingga muncul perselisihan antar pemeluk agama. Seharusnya warga negara Indonesia saling toleransi antar agama agar perselisihan yang terjadi tidak berkepanjangan.
    Prinsip Indonesia sebagai negara “bhineka tunggal ika” mencerminkan bahwa meskipun Indonesia adalah multikultural, tetapi tetap terintegrasi dalam keikaan dan kesatuan. Tetapi pada kenyataannya, budaya Indonesia banyak yang diakui oleh negara lain. Ini terjadi akibat kurangnya kesadaran bangsa Indonesia akan budayanya sendiri.
    Kita sebagai warga negara Indonesia, harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Karena pada dasarnya, nilai Pancasila itulah yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan negara Indonesia. Kita harus sadar akan persatuan dan kesatuan. Kita sama-sama menjaga kebudayaan agar tidak diklaim negara lain. Selain itu, kita juga harus memperbaiki bangsa ini agar nantinya menjadi bangsa yang lebih baik. Sebaiknya pemerintah juga harus memperbaiki kebijakan-kebijakan yang berlaku saat ini.

  75. Prastiwi Angger Farahmi
    12301241029
    Pend. Matematika 2012 UNY

    Memang benar bahwa sekarang ini kesadaran akan pentingnya pancasila mulai muncul kembali. Kesadaran akan pentingnya Pancasila ini muncul karena diawalai dengan munculnya masalah-masalah yang bersangkutan dengan ideologi bangsa. Masalah-masalah tersebut muncul dari berbagai segi. Dari segi ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum, agama, dan lain-lain.
    Kita dapat melihat beberapa contohnya pada artikel ini. Misalnya masalah keadilan sosial. Keadilan dapat terwujud jika berbagai aspek yang ada dalam sebuah negara dapat berjalan dengan harmonis. Padahal sebuah negara harus mewujudkan yang namanya keailan tersebut agar dapat mencapai persatuan. Sebuah negara tidak akan memiliki persatuan yang kuat jika tidak ada keadilan di dalamnya.
    Apalagi bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan keanekaragaman. Berbagai perbedaan mewarnai Indonesia. Namun bagaimana caranya agar perbedaan tersebut tidak menjadi suatu masalah. Karena itu, bangsa Indonesia butuh sesuatu yang dapat meleburkan perbedaan tersebut. Bangsa Indonesia butuh Pancasila sebagai pemersatu. Jangan sampai Indonesia melupakan apa tujuan sebenarnya Pancasila dibuat.

  76. Kemunculan Pancasila di tengah ranah perbedaan dan keragaman di Indonesia memang diideologikan dapat menjadi alat pemersatu bangsa. Terlebih dengan upaya memvisualisasikan Pancasila dalam bentuk Burung Garuda yang mengapit pita Bhineka Tunggal Ika ini hakikatnya untuk mengayomi segala bentuk keragaman itu.
    Memang sempat muncul kegamangan esensi dari Pancasila itu sendiri ketika memasuki masa reformasi dewasa ini. Pancasila yang seakan dicampakan dari sila-silanya itu akhirnya menjadi cacat karena kurangnya pemahaman akan inti dari Pancasila. Pemerintah terpusat pada kasus korup, keretakan partai, perekonomian, dsb yang mengakibatkan sila-sila dalam Pancasila menjadi seolah hanya penghias dan pelengkap landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Akibatnya, tak jarang masyarakat yang terlalu dibimbing oleh isu-isu yang teriakkan oleh awak media menjadi turut mencampakan esensi Pancasila. Padahal, jika ditinjau lebih kritis, isu yang dihembuskan dan dibumbui secara sedap oleh media tak selamanya disampaikan dengan adab-adab yang telah diakui menjadi identitas Indonesia, yaitu Pancasila.
    Masyarakat pun akhirnya menjadi acuh pada perbedaan itu, masyarakat menjadi seolah dibutakan oleh kenyataan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan beragam kulturnya, terlebih jika perbedaan itu berada jauh bahkan tak terasa olehnya.
    Yang terjadi justru masyarakat sering kali dikagetkan dengan kabar mengejutkan bahwasanya NKRI telah kehilangan Sipadan-Ligitan. Terasa lucu sekali ketika masyarakat yang awalnya diarahkan untuk menganggap keragaman itu dalam keadaan yang baik-baik saja dan aman pada tempatnya, ternyata justru diambil alih oleh negara tetangga.
    Dalam kasus ini, tidak serta merta kesalahan dapat diilimpahkan pada pihak negara tetangga, tapi marilah kita tilik kembali bahwa siapapun akan berusaha meraih sesuatu yang terlantar namun potensial, termasuk itu Sipadan-Ligitan yang ditelantarkan oleh pemerintah Indonesia, namun potensinya dilirik oleh negara tetangga. Terlebih ketika ekonomi negara terserap pada sentral pemerintahan, sehingga mengakibatkan kesenjangan antara daerah pusat pemerintahan dengan daerah terpinggir.
    Bercermin dari kasus ini, selayaknya Pancasila, sejarah dan filsafatnya harus tetap diajarkan dan diperkenalkan pada bangsa Indonesia. Karena ketika kita Indonesia melupakan Pancasila, maka sama artinya dengan mengingkari ikrar sebagai bangsa Indonesia. Maka, ideology yang diharapakan dapat tercapai dari Pancasila sebagai tali perekat Indonesia harus tetap diperkukuh dan digelorakan.

  77. Sungguh menarik ketika kita membicarakan masalah Bangsa Indonesia yang berkaitan dengan daerah yang berada di wilayah perbatasan dan jauh dari pusat pemerintahan. Isu mengenai perebutan wilayah, perpecahan, dan aksi sparatis yang terjadi di daerah tersebut bukanlah hal yang baru lagi bagi bangsa Indonesia. Kita tentu masih ingat ketika beberapa tahun yang lalu Indonesia telah kehilangan sebagian wilayahnya di ujung timur yang melepaskan diri dari NKRI dan memilih mendirikan negara baru, yaitu Timor Leste. Selain itu, yang juga masih segar diingatan kita adalah lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke tangan Malaysia.
    Dari kedua kasus di atas seharusnya pemerintah dapat mengambil pelajaran seraya mengintrospeksi kesalahan apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi apa yang dapat dilakukan untuk mencegah wilayah tersebut keluar dari NKRI ketika penduduknya sendiri lebih memilih untuk lepas dari negeri ini. Dalam hal ini mereka tidak dapat sepenuhnya disalahkan. Mereka tidak hanya sekadar membutuhkan pengakuan sebagai bagian dari suatu negara, lebih dari itu mereka membutuhkan kesejahteraan dan keadilan. Ironisnya hal ini tidak dapat mereka dapatkan dari negeri ini melainkan justru mereka dapatkan dari negara tetangga yang dalam kenyataannya memang lebih memperhatikan nasib mereka.
    Berdasarkan kenyataan tersebut, saya berpendapat bahwa masalah perpecahan yang terjadi di Indonesia ini diakibatkan oleh satu faktor penyebab utama yaitu adanya kesenjangan, khususnya dalam bidang sosial dan ekonomi. Kesenjangan di dua bidang ini berimbas pada terjadinya kesenjangan kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat.
    Sebagai warga negara yang berpendidikan, kita tidak dapat memungkiri bahwa pada kenyataannya pemerintah memang belum dapat melakukan pemerataan secara maksimal, sehingga seakan – akan cenderung mengutamakan pembangunan di pulau Jawa dan Sumatra, dan terkesan menganaktirikan wilayah lain, khususnya wilayah terpencil. Hal ini sungguh bertentangan dengan Pancasila, khususnya sila keadilan sosial badi seluruh rakyat Indonesia. Sungguh ironis!
    Dari masalah di atas, kita dapat memahami bahwa untuk saat ini nilai – nilai Pancasila belum dapat sepenuhnya diaktualisasika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
    Dalam artikel ini, saya sedikit menggaris bawahi sebuah kalimat yang cukup menarik yaitu “ Tak ada persatuan tanpa keadilan, persatuan haruslah dibangun atas dasar keadilan dan kesejahteraan sosial”. Oleh sebab itu, apabila masalah kesenjangan di negeri ini dibiarkan terus berlarut – larut tanpa adanya upaya serius untuk menyelesaikannya, maka saya berani mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan yang selama ini diimpikan akan selamanya menjadi mimpi tanpa realisasi.
    Oleh sebab itu, sudah saatnya Pancasila yang merupakan ideologi, filsafat, dan dasar negara Indonesia kembali dipegang teguh dan diaktualisasikan secara maksimal oleh semua pihak dalam setiap segi kehidupan, terutama oleh pemerintah. Nilai – nilai luhur yang terkandung dalam Pancaasila dinilai sangat pantas dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan roda pemerintahan dalam kehidupan berbangsa dalam rangka meminimalkan tingkat kesenjangan sosial atau bahkan menghapuskannya secara tuntas. Selain itu, dengan berpedoman Pancasila setiap masyarakat diharapkan akan memiliki tujuan dan cita – cita yang sama bagi bangsa ini. Dengan demikian saya berharap keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar – benar tercapai sehingga perpecahan dapat dihindari dan persatuan serta kesatuan bangsa dapat terbentuk dengan sendirinya.
    Sebagai penutup, satu hal yang ingin saya sampaikan bahwasanya keragaman dan kemajemukan bangsa Indonesia merupakan suatu aset atau kekayaan yang luar biasa istimewa, yang belum tentu dimiliki oleh negara – negara lain di dunia. Oleh sebab itu, kekayaan yang istimewa ini harus terus dijaga dan dipersatukan dalam suatu wadah yang kuat, yaitu Pancasila dan semboyan negara “Bhinneka Tunggal Ika”.
    Terima kasih.

  78. Rizky Cahyaningtyas
    12301241019
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    Negara Indonesia adalah negara multikultural,memiliki beragam agama, suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, dan menempati wilayah dan kepulauan yang luas,namun Indonesia juga merupakan negara yang sedang memiliki masalah multidimensional yaitu masalah ekonomi,sosial,dan politik. Beragam masalah sedang dihadapi oleh bangsa ini,adanya permasalah ekonomi yang sangat pelik, kemakmuran yang tidak merata dan adanya pemerintahan yang hanya mewakili rakyat dalam hal menikmati kekayaan alam saja.
    Indonesia saat ini menghadapi rongrongan dari dalam maupun luar negri. Banyak daerah yang berusaha untuk memisahkan diri dari NKRI,seperti GAM,RMS dan yang ada di Papua saat ini. Rongrongan dari luar adalah berkuasanya produk asing di dalam negeri ini,yang sekaligus menguasai perekonomian masyarakat dan juga usaha-usaha untuk mengakui beberapa pula dan kebudayaan yang kita miliki sebagai aset milik mereka.
    Hal ini menunjukkan telah memudarnya perekat sebuah kesatuan yang dahulu telah menjadikan satu keragaman yang ada di Pulau Sabang sampai Pulau Marauke menjadi sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia,yaitu tidak lain tidak bukan adalah Pancasila. Pancasila ini diciptakan untuk merekatkan persatuan semua warga negara Indonesia,namun saat ini Pancasila sudah jarang terdengar lagi kumandangnya selain pada upacara-upacara bendera saja. Dalam lingkup sekolah pun Pancasila secara perlahan menghilang,ketika SD kita mengenal pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PPKn),saat SMP menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan di SMA menjadi Kewarganegaraan (Kwn). Dari hal tersebut saja sudah terlihat bahwa Pancasila sudah tidak diperhatikan lagi.
    Namun saat ini eksistensi Pancasila sedang digiatkan kembali,karena masyarakat merasa semua hal ini terjadi diakibatkan oleh memudarnya pengamalan butir-butir Pancasila. Dalam Pancasila sudah diberikan pedoman pedoman yang dapat menjadikan negara Indonesia ini menjadi sebuah negara yang bersatu,adil dan sejahtera. Ketika semua warga negara Indonesia telah berhasil mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya,maka di Indonesia tidak akan ada lagi masalah perselisihan antar agama,etnis,dan suku bangsa, masalah kemanusiaan,persatuan,dan keadilan. Untuk itulah sangat penting sekali dilakukan upaya-upaya yang dapat membuat Pancasila bergelora kembali agar persatuan Indonesia menjadi kokoh kembali.

  79. Latifatul Karimah
    12301241007
    Pend.Matematika 2012

    Sudah seharusnya Pancasila digelorakan dan dikumandangkan kembali karena Pancasila memang penting adanya sebagai dasar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Persatuan sangat diperlukan dalam tatanan hidup bangsa Indonesia untuk mencapai kesejahteraan bersama sebagai negara kepulauan yang terdiri atas berbagai macam agama, suku, etnis, budaya, dan bahasa.
    ‘Bhinneka Tunggal Ika’ adalah salah satu pepatah yang sudah sangat lekat di pikiran kita, maksudnya adalah, meskipun Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbeda pulau, agama, suku, etnis, dan bahasa namun bangsa Indonesia tetaplah satu, masyarakatnya tetaplah satu kesatuan yang memiliki satu cita-cita dan tujuan yang sama, yaitu menuju Indonesia yang sejahtera. Namun, pada kenyataannya, pepatah itu tidak sepenuhnya diterapkan dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia. Nyatanya masih banyak konflik muncul dalam kehidupan Indonesia, baik kehidupan masyarakat, sosial, politik, dan ekonomi. Untuk mengatasi masalah-masalah ini, diperlukan adanya kesepahaman antar masyarakat Indonesia, dan antar masyarakat dengan pemerintah.
    Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang Multikultural harus disatukan dengan alat pengikat, yaitu cita-cita dan Ideologi yang sama. Dan Pancasila merupakan perekat bangsa yang menjadi landasan persatuan dan persatuan Indonesia untuk mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera.
    Oleh karena itu, kita harus menggelorakan dan menghidupkan kembali Pancasila, burung Garudha, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan kita sebagai Warga Negara Indonesia. Pancasila harus menjadi dasar kehidupan bersama bagi warga negara Indonesia tanpa terkecuali karena di dalam kelima silanya diajarkan nilai-nilai dalam kehidupan bernegara, multikulturalisme, persatuan dan kesatuan, keadilan sosial, demokrasi dan kerakyatan.
    Setiap warga negara Indonesia harus mengerti dan memahami makna dari kelima sila dalam Pancasila. Pancasila harus selalu diajarkan sejak dini dalam lembaga pendidikan formal maupun non formal. Pancasila juga tak cukup hanya dimengerti dan dipahami saja, namun, nilai-nilai dalam Pancasila juga harus ditanamkan pada kehidupan sehari-hari, karena perbaikan bangsa Indonesia dalam segala bidang kehidupan bernegara bukan hanya menjadi masalah dan tanggung jawab pemerintah, melainkan juga menjadi tanggung jawab kita sebagai Warga Negara Indonesia.

  80. Septi Nur Hidayati
    Pendidikan Matematika 2012
    12301241010

    Indonesia, negara yang kaya akan segalanya. kaya budaya, kaya kepulauan, beragam adat istiadat dan lain-lain, sangat membutuhkan usaha yang keras tentunya untuk mencapai kesejahteraan, kemakmuran, dan persatuan bangsa. Memang tidak mudah untuk mencapainya, namun dengan adanya dasar negara kita, yaitu Pancasila, bukan tidak mungkin lagi semua itu bisa tercapai. Karena dari ke 5 sila yang ada di Pacasila, semuanya telah sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Akan tetapi, mengapa masih ada saja masalah-masalah yang seharusnya bisa teratasi ketika kita memiliki Pancasila? Padahal masalah itu seharusnya tidak terjadi ketika kita sebagai warga negara Indonesia, baik itu Pemerintah maupun penduduk Indonesia sendiri, bisa memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, dan nilai Keadilan Sosial harus segera dikaji ulang dalam penerapannya di undang-undang yang diatur oleh Pemerintah. Apakah dalam Undang-Undang tersebut sesuai atau menyimpang dengan sila-sila Pancasila. Pemerintah juga seharusnya bisa mengatasi masalah-masalah yang seharusnya tidak semestinya terjadi, contohnya soal pulau-pulau yang diakui oleh negara-negara tetangga. Pulau-pulau tersebut milik Indonesia, Pemerintah seharusnya mampu untuk melindungi, merawat segala kekayaan yang dimiliki Indonesia.

  81. Saya mengutip salah satu isi Undang-Undang yang ada di tulisan bapak, yakni bahwa “ketika negara sudah terbentuk maka kekayaan negara dieksplorasi demi kemaslahatan warga negara Indonesia. Sehingga tidak adil jika hanya satu daerah yang menikmati hasil pembangunan.”
    Sejenak terlintas dibenak saya bahwa di Indonesia justru yang terjadi adalah daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah justru sebagian besar di pelosok dan hanya di-eksploitasi sedang warga nya justru mengalami kesulitan dan belum mendapatkan cukup kemakmuran. hanya orang-orang di kalangan atas saja yang menikmati hasil yang besar,, namun kenyataan apa yang didapatkan masyarakat kalangan bawah seperti yang keluarga saya rasakan, hanya mampu berdoa agar Tuhan segera membukakan mata bagi mereka yang melihat tapi tak tergugah hatinya. Hanya berusaha untuk melakukan apa yang dapat dilakukan demi kemaslahatan orang banyak.
    Ya… Pancasila ibaratkan cinta sejati bagi bangsa Indonesia. Sekalinya menjadi hal yang diyakini, meskipun sempat berganti-ganti, akhirnya kembali lagi pada bangsa. Ya, memang pancasilalah yang mampu mempersatukan keragaman didalamnya. bagaimanapun persatuan itu sangat penting dalam kehidupan berbangsa.
    Banyak sekali hal yang dapat dievaluasi dalam perjalanan hidup Indonesia. Hingga terkadang kita akan selalu berfikir negatif atas Indonesia. Namun, jika bukan kita yang merubah paradigma itu, akan siapa lagi? karena kita lah generasi bangsa. Sebagai generasi muda, mengembalikan kemurnian dan kebaikan Indonesia adalah suatu tantangan baik dari dalam maupun dari luar.
    Let think it: How wonderful Indonesia! It is the first thing that covered my mind when I thinking about, how can Indenesia emrbacing all of the path right here. with many people stay here, with many culture that were developed, with many languages that used, with many ideas of life they had, etc. But when will we proud of ndonesia, even many people afraid to say that they are Indonesi?
    Mari kita buat Indonesia bangga… dan Mari banggakan Indonesia dengan aksi kita!
    Jangan Malu Menjadi Bangsa Indonesia…
    Terimakasih

    Novia Nuraini / 12301241018
    Pendidikan Matematika (UNY)

  82. Arlina Lili F/12301241043
    Pend. Matematika UNY
    Persatuan memang suatu hal yang sangat penting dan saat ini banyak didengung-dengungkan menyikapi berbagai kasus sparatisme yang terjadi di Indonesia. Saya setuju dengan artikel tersebut. Perlu adanya sarana pemersatu bagi Indonesia. Saya rasa pancasila merupakan alat pemersatu yang tepat dengan cacatan memaknai setiap butir-butirnya. Mungkin hampir semua (tidak semua tetapi kebanyakan) warga/ masyarakat Indonesia sudah hafal dengan bunyi sila pertama sampai sila kelima. Namun, hanya sedikit yang mengerti maknanya.
    Pernyataan sila pertama sampai sila kelima untuk generasi sekarang, tentu mereka sudah hafal karena disetiap upacara bendera mereka selalu melafalkannya. Namun, hal ini percuma karena hanya hafal tanpa tahu maknanya. Tentu kita tidak ingin nasib pancasila seperti nasib P4 yang hanya dihafal tapi dalam prakteknya nol.
    Indonesia adalah Negara yang kaya raya, kaya akan sumber daya alam yang melimpah, kaya akan budaya, adat, suku, dan agama. Tentu persatuan diperluhkan. Dengan melihat kondisi di Indonesia dan ideologynya yaitu pancasila, terbuktilah bahwa “persatuan Indonesia” memang harus ada. Sila ketiga ini tidak berdiri sendirian, ada sila pertama yang akan menyatukan antar umat beragama. Sila kedua menyatukan budaya dan sikap antar suku. Sila keempat menyatukan perbedaan pendapat. Dan sila ke lima keadilan akan membawa Indonesia ke dalam persatuan. Oleh karena itu, perlu ditekankan pada arti pancasila itu sendiri, maknanya dan fungsinya. Nilai pancasila sendiri perlu diterapkan pada anak sejak dini agar kelak sampai ia dewasa ia akan paham dan melakukan kegiatan yang berdasarkan dengan pancasila. Karena kelak generasi mudalah yang dapat melindungi Indonesia beserta isinya terhadap klaim Negara lain, propaganda perpecahan, kericuhan antar umat beragama, pembantaian suatu suku, dll. Dan kita harus benar-benar mamperjuangkan pancasila.

  83. Dimas Angga Nur Sasongko
    12301241005
    Pendidikan Matematika 2012

    Negara indonesia adalah negara yang beraneka ragam budaya, suku dan etnisnya. Begitu banyak ragam yang termuat dalam negeri ini. Kita patut bersyukur dan berterimakasih. Ini adalah suatu tantangan , mengapa? Karena dari sekian banyak budaya( multikultural) dapat disatukan dengan alat, yaitu Pancasila. Alat ini adalah alat yang cocok menjadi pemersatu negara yang pluralistik ini, karena kita ketahui Pancasila memuat 5 sila yang semuanya memiliki pengaruh penting bagi kehidupan kita. Dari ke-5 sila tersebut, kita diajak untuk percaya, yakin, tenggang rasa, bijaksana, dan adil d.l.l. Pancasila tersebut dapat menjadi pedoman dalam bertindak dalam masyarakat luas, alat ini sangat baik karena nenuntun kita menuju kesejahteraan.

    Namun kita menyadari bahwa semakin kesini, rasa persatuan dan kesatuan dari setiap individu di negara Indonesia mulai memudar. Berbagai masalah menyelimuti masyarakat kalangan bawah sampai kalangan atas, entah itu karena masalah antar etnis/suku/ras, ekonomi, pulau dan krisis kepercayaan. Sebagai contoh adalah, lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke negara Malaysia. Hal ini membuktikan bahwa kurang tegasnya dan kurang perhatian yang lebih dari pemerintah terhadap pulau-pulau di Indonesia. Secara tidak langsung rasa kepercayaan terhadap pemerintah hilang, dikarenakan sikap pemerintah yang seolah-olah acuh terhadap pulau-pulau jauh dan terpencil. Perlu adanya revolusi oleh pemerintah terhadap masyarakat yang terpencil di pulau tertentu agar dapat mengakses informasi dan kebutuhan yang mereka kehendaki. Selain itu, akhir-akhir ini banyak terjadi bentrokan antar suku/etnis yang disebabkan oleh masalah sepele. Hal ini membuktikan bahwa kurangnya kesadaran dan kepercayaan antar individu membuat persatuan itu retak.

    Mungkin kesalahan dari kebijakan kita dalam mengatur kesejahteraan di negeri ini dan perlu adanya teguran yang tegas agar masyarakat tidak selalu tertekan. Sekali lagi, Pancasila ini harus selalu diterapkan di kehidupan sehari-hari dan tidak hannya sebagai pajangan semata. Perlu adanya kebijakan yang sesuai guna mengatur dan mengkoordinir seperangkat alat Pancasila supaya telaksana dengan baik. Satu hal yang perlu diingat adalah masalah sepele akan menjadi besar apabila kita biarkan begitu saja, ciptakanlah budaya peka dan toleransi agar menuju perubahan yang lebih baik.

  84. Arlina Lili F/12301241043
    Pend. Matematika UNY
    Assalamualaikum
    Persatuan memang suatu hal yang sangat penting dan saat ini banyak didengung-dengungkan menyikapi berbagai kasus sparatisme yang terjadi di Indonesia. Saya setuju dengan artikel tersebut. Perlu adanya sarana pemersatu bagi Indonesia. Saya rasa pancasila merupakan alat pemersatu yang tepat dengan cacatan memaknai setiap butir-butirnya. Mungkin hampir semua (tidak semua tetapi kebanyakan) warga/ masyarakat Indonesia sudah hafal dengan bunyi sila pertama sampai sila kelima. Namun, hanya sedikit yang mengerti maknanya.
    Pernyataan sila pertama sampai sila kelima untuk generasi sekarang, tentu mereka sudah hafal karena disetiap upacara bendera mereka selalu melafalkannya. Namun, hal ini percuma karena hanya hafal tanpa tahu maknanya. Tentu kita tidak ingin nasib pancasila seperti nasib P4 yang hanya dihafal tapi dalam prakteknya nol.
    Indonesia adalah Negara yang kaya raya, kaya akan sumber daya alam yang melimpah, kaya akan budaya, adat, suku, dan agama. Tentu persatuan diperluhkan. Dengan melihat kondisi di Indonesia dan ideologynya yaitu pancasila, terbuktilah bahwa “persatuan Indonesia” memang harus ada. Sila ketiga ini tidak berdiri sendirian, ada sila pertama yang akan menyatukan antar umat beragama. Sila kedua menyatukan budaya dan sikap antar suku. Sila keempat menyatukan perbedaan pendapat. Dan sila ke lima keadilan akan membawa Indonesia ke dalam persatuan. Oleh karena itu, perlu ditekankan pada arti pancasila itu sendiri, maknanya dan fungsinya. Nilai pancasila sendiri perlu diterapkan pada anak sejak dini agar kelak sampai ia dewasa ia akan paham dan melakukan kegiatan yang berdasarkan dengan pancasila. Karena kelak generasi mudalah yang dapat melindungi Indonesia beserta isinya terhadap klaim Negara lain, propaganda perpecahan, kericuhan antar umat beragama, pembantaian suatu suku, dll. Dan kita harus benar-benar mamperjuangkan pancasila.

  85. Isti Handayani
    12301241045
    Pend. Matematika 2012

    Setelah saya membaca makalah di atas, saya sependapat dengan makalah tersebut. Saat ini memang Pancasila harus digelorakan lagi, bagaimana tidak banyak siswa maupun pemuda yang mengabaikan value dari Pancasila. Padahal Pancasila memiliki historis yang luar biasa. Kelima sila dari Pancasila telah terbukti bisa mempersatukan bangsa dan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka. Setelah adanya globalisasi, pemuda saat ini lebih cenderung untuk mengikuti budaya luar, dapat dikatakan mereka terbawa arus globalisasi. Oleh karena itu, Pancasila harus digelorakan lagi agar rasa nasionalisme pada jiwa pemuda semakin kuat hingga akhirnya bermunculan pemuda Pancasila. Ketika Indonesia memiliki banyak pemuda Pancasila, Indonesia pun akan menjadi bangsa yang satu dengan berbagai perbedaan yang ada. Kesatuan itulah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju.
    Pancasila merupakan alat perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Hal itu dapat dilihat dalam rumusan Pancasila yang telah disusun sedemikian rupa sehingga kelima sila tersebut merupakan interpretasi dari bentuk persatuan dan kesatuan bangsa baik antar agama, suku, ras, etnis, budaya dan bahasa yang berbeda.
    Pancasila dan filsafatnya memang perlu untuk diperkenalkan lagi kepada masyarakat luas baik melalui pendidikan formal (guru yang mengajarkan kepada siswanya) maupun informal (pada lingkungan rumah melalui orang tua atau pendidikan informal lainnya). Hal ini menjadi tanggung jawab bersama tidak hanya tanggung jawab guru PKn semata. Kita sebagai mahasiswa juga diharapkan mampu untuk menjadi agen pemuda Pancasila dan turut menyebarluaskan kepada masyarakat di sekitar kita. Jadi, kita tidak hanya mempelajari teori pada bangku kuliah semata, namun juga mempraktekkannya pada lingkungan sekitar kita. Saya rasa dengan berperannya mahasiswa dalam menggelorakan Pancasila bisa menjadi media yang baik karena jiwa dan spirit yang dimiliki oleh pemuda.

  86. Assalamu’alaikum..
    setelah saya membaca artikel ini, saya dapat menyadari arti penting alat perekat perbedaan. memang harus kita sadari bahwa Indonesia memiliki beragam macam sifat, kultur, budaya yang berbeda antara daerah satu dengan daerah lain. oleh karena itu, diperlukan alat perekat, dalam kasus ini Pancasila. Tetapi yang menjadi PR pokok kita adalah membangun kembali kepercayaan rakyat terhadap Pancasila. Memang Pancasila mempunyai nilai yang baik dan tidak menyimpang jika tilik kembali, namun karena yang mengkoar-koarkan adalah orang yang “tidak dipercaya” lagi oleh masyarakat makanya paham tersebut malah ditinggalkan. Padahal jika dikaji lebih dalam Pancasila memiliki segala aspek.
    Dan pada kesimpulan terakhir saya, bahwa diperlukan kekuatan dari berbagai golongan untuk membangun kembali kepercayaan terhadap Pacasila. Bukan hanya dari golongan elit atau yang sebangsanya, namun dari berbagai kalangan tanpa membedakan beragam suku, ras, dan agama agar tercipla kembali rasa kepercayaan terhadap Pancalila.
    Wassalamu’alaikum..
    NB: saya agak tidak sependapat dengan Pak Alif terkait penghapusan aliran yang keras, karena jika semisal tidak ada yang mengerasi terhadap kemaksiatan maupun yang sejenisnya malah akan timbul kefasikan dimana-mana. Tak cukuplah dakwah tanpa contoh real dalam menumpus kemaksiatan, lha masih ada yang secara nyata menentang saja masih banyak yang berani berbuat maksiat apalagi tidak ada yang menentang secara nyata. Kan bapak sendir pernah mengatakan bahwasanya kadar iman itu ada 3 tingkatan, pertama, mengutuk dalam hati jika melihat kemaksiatan, kedua, mengunakan lisan, dan ketiga menghalangi dengan tangan. Mungkin yang perlu diluruskan adalah bagaimana menghilangkan oknum yang menyalahgunakan nama instansi terkait, yang bertujuan memberikan image jelek kepada instansi terkati. Itu pendapat saya, kalo ada yang kurang itu datangnya dari saya, kalo ada yang lebih itu hanya dari Allah SWT. sekian dan terima kasih..

  87. Setelah membaca artikel di atas. Saya teringat dengan cerita guru sejarah saya bahwa memang benar saat pemerintahan Orde Baru, pemerintah menjadikan Pancasila yang dirumuskan sebagai Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila/P4 menjadi tema sentral. Di saat itu kondisi rakyat lebih stabil dan kondusif. Konflik dan kerusuhan antar rakyat jarang terjadi. Semua itu diklaim berkat adanya P4. Namun, terciptanya kondisi rakyat yang stabil dan kondusif itu sebenarnya lebih dilatarbelakangi oleh ketakutan rakyat untuk melawan kekuatan pemerintah yang otoriter. Semua lapisan rakyat yang menentang keputusan dan kebijakan pemerintah akan segera dituntaskan. Bukan dikarenakan kepatuhan dan pengamalan rakyat terhadap nilai-nilai Pancasila. Tidak ada yang salah dengan Pancasila atau P4 di zaman orde baru, yang salah adalah pemerintahan saat itu yang menjadikan Pancasila sebagai instrumen agar rakyat patuh terhadap kekuasaan pemerintah. Hal inilah yang seharusnya menjadi pelajaran dan saatnya diperbaiki di era reformasi. Pemerintah saat ini harus mampu merangkul semua rakyat agar tidak hanya menyalahkan situasi yang terjadi di orde baru tetapi harus mampu mengadakan perubahan dan kemajuan dalam implementasi Pancasila yang sebenar-benarnya Pancasila di era saat ini.
    Saya setuju bahwa kehidupan berbangsa saat ini jauh meninggalkan nilai-nilai Pancasila dan pemerintah juga tidak ada tindakan besar supaya Pancasila kembali menjadi dasar-dasar berkehidupan berbangsa. Bahkan, banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang jauh dari Pancasila. Di kala ideologi bangsa terancam dengan adanya ideologi-ideologi baru, pemerintah dan rakyat baru sadar dan baru bertindak. Di saat wilayah-wilayah perbatasan terancam lepas barulah sistem pertahanan di tingkatkan. Hal inilah yang menjadi koreksi besar bagi kita, mengapa kita baru sadar apabila akibat besar sudah terjadi. Padahal kita semua tahu, mencegah adalah lebih baik daripada memperbaiki.
    Pancasila adalah nilai-nilai yang ditemukan asli dari Bangsa Indonesia sendiri yang akhirnya disatupadukan menjadi 5 gagasan yang disebut Pancasila. Pancasila adalah instrumen yang paling tepat sebagai pemersatu bangsa karena nilai-nilai Pancasila sendiri diambil dari karakter bangsa yang di dalamnya mencakup semua nilai dan budaya yang ada di Indonesia. Pancasila menjamin kesatuan dan kesejahteraan bangsa. Jika kebijakan pemerintah dan tindakan rakyat sudah menjauh dari pancasila, jelas akibatnya adalah konflik terjadi dimana-mana, banyak kerusuhan terjadi, banyak terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi, banyak konflik antar pemerintah intern, rakyat, atau antara pemerintah dan rakyat, serta yang lan sebainya. Oleh karena itu, agar terjadi kesatuan, persatuan, keadilan dan kesejahteraan bangsa yang menjadi cita-cita bangsa terwujud, semua lapisan pemerintah dan rakyat harus mengembalikan eksistensi Pancasila sebagai dasar berkehidupan berbangsa dan landasan mengadakan pergaulan dengan bangsa lain.

  88. Fitriana Nurhidayati
    12301241027
    Pendidikan Matematika Subsidi

    Pancasila yang diyakini bisa merekatkan masyarakat Indoneisa, nampaknya belum menunjukkan efektifitasnya. Sebelum pancasila bisa merekatkan masyarakat indonesia, masyarakat pun pertama-tama harus mengerti dahulu tentang esensi dari pancasila itu sendiri. Tidak sedikit dari banyak masyrakat Indonesia yang jika dibertanyai tentang apa esensi dari pancasila akan menjawab tidak tahu atau bingung ingin menjawab apa. Dan yang paling penting agar Indonesia bisa maju adalah dengan menghilangkan anggapan bahwa jaman pemerintahan terdahulu lebih terjamin daripada hidup di jaman sekarang. Jika tidak, masyarakat Indonesia akan terus dihantui dengan keidupan masa lalu.
    Dan yang paling penting lagi adalah meningkatkan solidaritas masyarakat Indonesia atau mungkin bisa disebut kecintaan terhadap Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari masyarakat yang hidup di perbatasan. Banyak dari mereka yang memilih menggunakan mata uang negera tetangga, menjual dan membeli kebutuhan mereka disana karena kehidupan mereka diterlantarkan oleh pememerintah pusat.

  89. Indonesia memang tengah dihadapkan pada berbagai permasalahan bangsa, mulai dari korupsi, konflik antar kelompok, kriminalitas, sengketa wilayah perbatasan, nasionalisme yang mulai menurun, hingga masalah moralitas anak bangsa yang kian hari kian memprihatinkan. Dan ketika semua permasalahan itu sudah sedemikian parah, barulah kita menyadari pentingnya Pancasila bagi bangsa Indonesia. Setelah sekian lama seakan dilupakan, Pancasila seolah kembali dipanggil untuk menyelamatkan bangsa Indonesia. Sebagai suatu ideologi yang mengandung nilai-nilai luhur dan cita-cita bangsa dipandang penting untuk kembali digelorakan, apalagi setelah munculnya ideologi-ideologi baru seperti NII.
    Indonesia merupakan negara yang sangat plural, karena itu diperlukan suatu pengikat atau pemersatu. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan, dan Pancasila sebagai dasar negara dapat menyatukan bangsa Indonesia dalam suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seperti yang telah diuraikan dalam artikel di atas, Pancasila memiliki peran yang penting dalam membangun dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa karena berisi cita-cita dan gambaran dari nilai-nilai yang akan diwujudkan bersama. Sila-sila dalam Pancasila pun mendukung terwujudnya persatuan dan kesatuan.

  90. Alex Boy Triantony Silalahi
    12301249001
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    FMIPA
    UNY

    Pancasila adalah dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun pada kenyataannya, Pancasila justru dilupakan begitu saja. Melihat masalah-masalah yang menimpa negara kita akhir-akhir ini, kita seharusnya menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam penyelesaian masalah yang terjadi. Tetapi pada kenyataannya, eksistensi dari Pancasila sempat mengalami kemunduran, terutama pada generasi kita saat ini. Permasalahan tersebut hampir mencakup semua bidang, yakni ekonomi, politik, sosial, maupun budaya. Hal yang mengkhawatirkan ialah, permasalahan-permasalahan tersebut akan membawa dampak yang lebih buruk yaitu lunturnya jiwa persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa kita harus kembali kedasar kehidupan berbangsa kita yakni Pancasila. Mengingat Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan salah satu alat pemersatu bangsa yang paling kuat. Karena Pancasila terbentuk dari kultur budaya dan kepribadian bangsa Indonesia.
    Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan kebudayaan dan sumber daya alamnya. Berbicara tentang kebudayaan, Indonesia adalah negara yang luar biasa karena ditengah-tengah berbagai macam kebudayaan dan etnis, kita justru semakin kuat dalam persatuan dan kehidupan berbangsa. Namun bukan berarti kita tidak memiliki permasalahan kebudayaan. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa beberapa kebudayaan kita dicuri oleh negara lain. Kemudian berbicara tentang sumber daya alam (SDA), Indonesia seharusnya memiliki SDA yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bangsa. Namun kenyataannya bangsa ini belum mencapai kemakmuran. Ketidakadilan ekonomi sangat kentara di negara ini. Padahal keadilan adalah salah satu faktor pemersatu bangsa. Jadi tidak heran jika kesenjangan ini berdampak pada masalah perbatasan negara. Seperti terlepasnya pulau Sipadan-Ligitan adalah bukti bahwa negara ini masih bermasalah dengan perbatasan negara. Bahkan kita terancam kehilangan kepulauan Miangas di Sulawesi.
    Ironisnya, permasalahan-permasalahan yang ada selama ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan, seharusnya mampu memberikan solusi dengan memberikan kebijakan-kebijakan yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat. Mengingat Indonesia merupakan negara yang demokratis, yakni pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun kenyataan kebijakan pemerintah selama ini lebih mementingkan pihak asing. Yang berarti bangsa ini tidak merdeka secara nyata atau tidak benar-benar merdeka. Meskipun secara pengakuan bangsa ini sudah merdeka.

  91. Theresia P. U.
    12301241042
    Pend.Matematika 2012
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Universitas Negeri Yogyakarta

    Pancasila adalah ideologi negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam sila-silanya sudah sangat cocok bagi bangsa Indonesia. Diantara 5 sila Pancasila ada yang bunyinya “Persatuan Indonesia”, jelaslah di situ bahwa Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Indonesia adalah negara yang istimewa dengan beragam suku bangsa, budaya, bahasa, agama, ras, dan terdiri dari ribuan pulau. Negara yang terdiri dari beragam-ragam seperti itu pastilah membutuhkan suatu perekat. Indonesia sudah mempunyai Pancasila sebagai perekat bangsa ini, tinggal bagaimana bangsa ini menyikapi Pancasila. Pemerintah semenjak masa reformasi hanya fokus untuk memperbaharui pemerintahan, dan mereka mulai menciptakan ideologi baru. Namun setelah itu, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI digelorakan kembali, karena menyadari tidak ada yang lebih baik daripada itu untuk Indonesia. Pancasila dan lainnya itu tidak dapat ditinggalkan oleh negara begitu saja, karena itu merupakan pondasi negara Indonesia yang harus dijaga agar tetap kokoh. Sekarang ini Indonesia sedang mengalami banyak masalah yang harus dihadapi, seperti masalah ekonomi, politik, sosial, budaya. Masalah-masalah yang muncul itu dapat membuat goyah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Salah satu masalah Indonesia saat ini adalah persoalan perbatasan wilayah. Dari dulu Indonesia mengalami masalah yang sama tentang perbatasan wilayah dan sampai sekarang belum menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Pemerintah belum terlihat peduli terhadap persoalan perbatasan wilayah ini, mereka akan peduli dan turun langsung saat salah satu pulau Indonesia sudah ada yang mengklaim. Masalah yang kedua adalah keadilan sosial. Masalah ini perlu perhatian dari pemerintah, terkadang pemerintah kurang memperhatikan masalah seperti ini. Padahal masalah ini dapat membuat persatuan dan kesatuan Indonesia goyah. Persatuan dan kesatuan akan tetap terjaga bila ada keadilan.
    Persatuan dan kesatuan akan terbentuk jika ada satu tujuan dan satu cita-cita. Bangsa yang memiliki satu tujuan, satu cita-cita akan mudah untuk dipersatukan, karena itu merupakan dasar dari persatuan. Pancasila merupakan alat untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia. Dengan adanya Pancasila maka persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan terus terjaga. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa yang harus kita jaga, sebagai bangsa Indonesia. Pancasila haruslah dijadikan dasar kehidupan bersama, karena dengan demikian bangsa ini akan lebih dekat dengan Pancasila sehingga dapat mengerti lebih dalam lagi Pancasila tersebut. Pancasila mengajarkan bangsa ini nilai-nilai kehidupan yang sangat penting. Pancasila haruslah menjadi perekat bangsa dan menjadi landasan persatuan dan kesatuan Indonesia.

  92. ILMA RIZKI NUR A
    PEND MATEMATIKA UNY 2012
    12301241028

    Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang perlu dijaga dan dipertahankan eksistensinya. Indonesia sebagai negara multikultural seharusnya mampu menghidupkan kembali nilai-nilai pancasila. Karena pancasila dapat menjadi pedoman yang sesuai dan mudah diterima oleh bangsa Indonesia.
    Namun, pada kenyataannya pancasila seolah-olah menghilang. Pancasila bukan dianggap lagi sebagai pedoman untuk pemersatu bangsa. Pada masa reformasi ini, pemerintah maupun penguasa bersikap gengsi untuk mempertahankan pancasila. Mereka ingin menghapuskan semua tatanan yang ada di masa orde baru. Tidak hanya itu, Undang-Undang Dasar 1945 juga diamandemen dengan sistem yang katanya lebih demokratis. Bagaimana dengan nasib bangsa Indonesia saat ini? Apakah lebih baik dari yang sebelumnya?
    Bangsa Indonesia mulai sadar bahwa pancasila sangat penting untuk mencapai cita-cita bangsa. Bangsa Indonesia sadar bahwa ideology-ideologi baru yang bermunculan, seperti NII tidak sesuai dengan mereka.
    Bagaimanapun, Indonesia yang dikenal dengan kekayaan alam, budaya, etnis, bahasa, suku dan agma membutuhkan pancasila. Pancasila telah mencakup semua dasar-dasar hukum maupun tujuan bangsa. Dengan begitu, bukan hanya penguasa tetapi semua bangsa Indonesia menggerakkan dan menjunjung nilai-nilai pancasila.
    Dalam artikel di atas, terdapat dua poin yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan pancasila, yaitu persoalan wilayah perbatasan dan keadilan sosial. Kita mengetahui bahwa Indonesia sangat luas dan memiliki banyak pulau. Dengan berpedoman pada pancasila, penguasa maupun rakyat diharapakan mampu menjaga pulau-pulau yang berbatasan dengan negara lain. Mengingat terdapat lebih daro dua pula yang telah diklaim oleh negara lain. Kedua mengenai keadilan sosial. Persatuan bangsa Indonesia tidak dapat dicapai tanpa suatu keadilan dan kesejahteraan. Dengan memegang nilai-nilai pancasila, diharapkan Indonesia mampu merangkul semua perbedaan dengan adil agar tidak terjalin kesenjanagn dan terjalin persatuan yang kuat.
    Menurut saya, bangsa Indonesia harus memulai mengulas kembali pancasila. Pancasila lah yang ideology yang tepat bagi Indonesia. Pancasila telah mencakup dasar-dasar bagi bangsa Indonesia. Marilah kita sebagai bangsa yang baik dalam melaksanakan nilai-nilai pancasila secara konkret untuk mencapai tujuan yang luhur, yakni Bhineka Tunggal Ika.

  93. Hernestri Anggraheni
    12301241026
    Pend. Matematika 2012
    UNY

    Fungsi Pancasila sebagai perekat bangsa memang sudah baik, hanya saja tidak sedikit masyarakat yang sadar akan hal itu. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki beranekaragam agama, suku, budaya, bahasa, dan etnis. Bagaimanapun juga, kesemuanya itu haruslah kita jaga. Bukankah pada Pancasila sila ke tiga sudah jelas di deklarasikan tentang persatuan Indonesia. Sila Persatuan Indonesia, mengandung arti bahwa pluralisme masyarakat Indonesia memiliki nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat, dan menjamin keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika. Masalah-masalah yang sedang terjadi di Indonesia memang tidak sedikit, namun jangan buat itu sebagai alasan untuk lupa pada perekat persatuan bangsa kita, Pancasila. Namun hendaknya masalah-masalah yang ada itu dapat dijadikan refleksi masyarakat bahwa bangsa ini perlu persatuan. Sehingga tidak terjadi lagi masalah seperti di-klaim-nya kebudayaan Indonesia, ataupun hilangnya pulau-pulau kita. Mengutip kalimat di atas bahwa persatuan haruslah dibangun atas dasar keadilan dan kesejahteraan sosial. Tanpa keadilan, persatuan hanyalah mitos belaka. Karena itu, hukum di negara ini haruslah buta, tidak memandang siapa dan apa yang dihukum. Tidak seperti pisau, tajam di bawah tetapi tumpul di atas. Lalu pemerintah hendaknya memperhatikan kesejahteraan rakyat. Bukan pembangunan secara fisik yang dimaksudkan, tetapi kebijakan tentang usaha-usaha mikro rakyat yang sebaiknya diperhatikan. Dengan hukum dan kebijakan yang baik, maka persatuan bangsa dapat diwujudkan.

  94. Dheni Nugroho
    12301241033
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    UNY

    Artikel yang sangat menarik untuk dibaca. Pancasila memang penting untuk dipahai, tapi mungkin generasi muda sekarang mulai malas dengan kata “pancasila”. Mereka lebih menyukai hal-hal yang berbau luar negeri dan tidak peduli dengan apa yang dimiliki bangsa, sampai bangsa tersadar saat kekayaan alam dan kebudayaan di rebut oleh negara lain. Jangankan memahami makna pancasila, kadang generasi muda malah tidak hafal sila-sila dalam pancasila.

    Artikel di atas menunjukkan bahwa pancasila adalah alat perekat dan pemersatu bangsa. Semua hal yang terjadi kita dapat menilai itu benar atau salah jika kita berpedoman pada pancasila. Sehingga sebenarnya konflik tidak akan terjadi jika warga negara memahami pancasila. Pancasila mengajarkan persatuan.

    Saya setuju dengan bapak yang menulis bahwa persatuan tanpa keadilan dan kesejahteraan masyarakat itu tidak mungkin. Pancasila memang pantas dijadikan ideologi Indonesia, maka pelajaran tentang pancasila ini harus dilakukan. menurut pandangan saya pembelajaran tentang pancasila harus dibuat menarik agar banyak yang tertarik. Karena banyak orang yang tidak mau mempelajari pancasila karena terlihat membosankan.

    Indonesia adalah bangsa yang besar seperti yang telah disebutkan di artikel di atas. maka diperlukan alat pemersatu bangsa yaitu pancasila. Saya setuju Pancasila terus dipelajari dan menjadi pedoman dalam bertindak.

  95. Muhammad Kamaluddin
    12301241035
    Pend. Matematika UNY 2012

    Sungguh menarik ketika kita membicarakan masalah Bangsa Indonesia yang berkaitan dengan daerah yang berada di wilayah perbatasan dan jauh dari pusat pemerintahan. Isu mengenai perebutan wilayah, perpecahan, dan aksi sparatis yang terjadi di daerah tersebut bukanlah hal yang baru lagi bagi bangsa Indonesia. Kita tentu masih ingat ketika beberapa tahun yang lalu Indonesia telah kehilangan sebagian wilayahnya di ujung timur yang melepaskan diri dari NKRI dan memilih mendirikan negara baru, yaitu Timor Leste. Selain itu, yang juga masih segar diingatan kita adalah lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke tangan Malaysia.
    Dari kedua kasus di atas seharusnya pemerintah dapat mengambil pelajaran seraya mengintrospeksi kesalahan apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi apa yang dapat dilakukan untuk mencegah wilayah tersebut keluar dari NKRI ketika penduduknya sendiri lebih memilih untuk lepas dari negeri ini. Dalam hal ini mereka tidak dapat sepenuhnya disalahkan. Mereka tidak hanya sekadar membutuhkan pengakuan sebagai bagian dari suatu negara, lebih dari itu mereka membutuhkan kesejahteraan dan keadilan. Ironisnya hal ini tidak dapat mereka dapatkan dari negeri ini melainkan justru mereka dapatkan dari negara tetangga yang dalam kenyataannya memang lebih memperhatikan nasib mereka.
    Berdasarkan kenyataan tersebut, saya berpendapat bahwa masalah perpecahan yang terjadi di Indonesia ini diakibatkan oleh satu faktor penyebab utama yaitu adanya kesenjangan, khususnya dalam bidang sosial dan ekonomi. Kesenjangan di dua bidang ini berimbas pada terjadinya kesenjangan kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat.
    Sebagai warga negara yang berpendidikan, kita tidak dapat memungkiri bahwa pada kenyataannya pemerintah memang belum dapat melakukan pemerataan secara maksimal, sehingga seakan – akan cenderung mengutamakan pembangunan di pulau Jawa dan Sumatra, dan terkesan menganaktirikan wilayah lain, khususnya wilayah terpencil. Hal ini sungguh bertentangan dengan Pancasila, khususnya sila keadilan sosial badi seluruh rakyat Indonesia. Sungguh ironis!
    Dari masalah di atas, kita dapat memahami bahwa untuk saat ini nilai – nilai Pancasila belum dapat sepenuhnya diaktualisasika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
    Dalam artikel ini, saya sedikit menggaris bawahi sebuah kalimat yang cukup menarik yaitu “ Tak ada persatuan tanpa keadilan, persatuan haruslah dibangun atas dasar keadilan dan kesejahteraan sosial”. Oleh sebab itu, apabila masalah kesenjangan di negeri ini dibiarkan terus berlarut – larut tanpa adanya upaya serius untuk menyelesaikannya, maka saya berani mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan yang selama ini diimpikan akan selamanya menjadi mimpi tanpa realisasi.
    Oleh sebab itu, sudah saatnya Pancasila yang merupakan ideologi, filsafat, dan dasar negara Indonesia kembali dipegang teguh dan diaktualisasikan secara maksimal oleh semua pihak dalam setiap segi kehidupan, terutama oleh pemerintah. Nilai – nilai luhur yang terkandung dalam Pancaasila dinilai sangat pantas dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan roda pemerintahan dalam kehidupan berbangsa dalam rangka meminimalkan tingkat kesenjangan sosial atau bahkan menghapuskannya secara tuntas. Selain itu, dengan Pancasila setiap masyarakat akan memiliki tujuan dan cita – cita yang sama bagi bangsa ini. Dengan demikian saya berharap keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar – benar tercapai sehingga perpecahan dapat dihindari dan persatuan serta kesatuan bangsa dapat terbentuk dengan sendirinya.
    Sebagai penutup, satu hal yang ingin saya sampaikan bahwasanya keragaman dan kemajemukan bangsa Indonesia merupakan suatu aset atau kekayaan yang luar biasa istimewa, yang belum tentu dimiliki oleh negara – negara lain di dunia. Oleh sebab itu, kekayaan yang istimewa ini harus terus dijaga dan dipersatukan dalam suatu wadah yang kuat, yaitu Pancasila dan semboyan negara “Bhinneka Tunggal Ika”.

  96. Fajar Nur Fatah
    12301241036
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012

    Memang biasanya orang akan mengigat sesuatu jika mereka berada dalam masalah sehingga sesuatu tersebut diperlukan, termasuk Pancasila. Sebenarnya nilai-nilai Pancasila telah diterapkan di banyak aspek kehidupan bangsa, tetapi terkadang karena adanya kepentingan individual atau pun pengaruh dari luar nilai-nilai Pancasila tersebut bisa dipelesetkan dan disalahartikan. Saya mengartikan nilai dalam Pancasila seperti ini, namun orang lain bisa mengartikannya seperti itu. Dan selama penafsiran itu tidak melenceng jauh dari nilai yang disebutkan serta tidak mengganggu stabilitas kehidupan bermasyarakat, maka hal seperti itu fine-fine saja.
    Kemudian ketika kita mendapatkan suatu masalah dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa maka melihat kembali Pancasila adalah jalan yang tepat. Karena dengan melihatnya kita menjadi mengerti bagaimana kita harus mengambil sikap dalam menghadapi masalah tersebut. Jika masalah tersebut berkaitan dengan kepentingan orang banyak, maka secara individu kita semua harus kembali kepada nilai luhur dari Pancasila itu. Jika setiap individu telah mampu memahami serta mengamalkannya dengan baik maka perpecahan yang terjadi bisa segera diselesaikan.
    Kalau bukan kita siapa lagi? Karena sumber dari masalah yang terjadi di Indonesia ini ya berasal dari masyarakat sendiri. Seperti apa pun kebijakan dari pemerintah yang tidak pro rakyat, jika rakyat mau bersatu serta melakukan suatu tindakan yang real maka pastilah apa yang diharapkan serta dicita-citakan oleh Pancasila bisa direalisasikan.

  97. Dimas Angga Nur Sasongko
    12301241005
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012

    Negara indonesia adalah negara yang beraneka ragam budaya, suku dan etnisnya. Begitu banyak keberbedaan yang termuat dalam negeri ini. Kita patut bersyukur dan berterimakasih. Ini adalah suatu tantangan , mengapa? Karena dari sekian banyak budaya( multikultural) dapat disatukan dengan alat, yaitu Pancasila. Alat ini adalah alat yang cocok menjadi pemersatu negara yang pluralistik ini, karena kita ketahui Pancasila memuat 5 sila yang semuanya memiliki pengaruh penting bagi kehidupan kita. Dari ke-5 sila tersebut, kita diajak untuk percaya, yakin, tenggang rasa, bijaksana, dan adil d.l.l. Pancasila tersebut dapat menjadi pedoman dalam bertindak dalam masyarakat luas, alat ini sangat baik karena nenuntun kita menuju kesejahteraan.

    Namun kita menyadari bahwa semakin kesini, rasa persatuan dan kesatuan dari setiap individu di negara Indonesia mulai memudar. Berbagai masalah menyelimuti masyarakat kalangan bawah sampai kalangan atas, entah itu karena masalah antar etnis/suku/ras, ekonomi, pulau dan krisis kepercayaan. Sebagai contoh adalah, lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke negara Malaysia. Hal ini membuktikan bahwa kurang tegasnya dan kurang perhatian yang lebih dari pemerintah terhadap pulau-pulau di Indonesia. Secara tidak langsung rasa kepercayaan terhadap pemerintah hilang, dikarenakan sikap pemerintah yang seolah-olah acuh terhadap pulau-pulau jauh dan terpencil. Perlu adanya revolusi oleh pemerintah terhadap masyarakat yang terpencil di pulau tertentu agar dapat mengakses informasi dan kebutuhan yang mereka kehendaki. Selain itu, akhir-akhir ini banyak terjadi bentrokan antar suku/etnis yang disebabkan oleh masalah sepele. Hal ini membuktikan bahwa kurangnya kesadaran dan kepercayaan antar individu membuat persatuan itu retak.

    Mungkin kesalahan dari kebijakan kita dalam mengatur kesejahteraan di negeri ini dan perlu adanya teguran yang tegas agar masyarakat tidak selalu tertekan. Sekali lagi, Pancasila ini harus selalu diterapkan di kehidupan sehari-hari dan tidak hannya sebagai pajangan semata. Perlu adanya kebijakan yang sesuai guna mengatur dan mengkoordinir seperangkat alat Pancasila supaya telaksana dengan baik. Satu hal yang perlu diingat adalah masalah sepele akan menjadi besar apabila kita biarkan begitu saja, ciptakanlah budaya peka dan toleransi agar menuju perubahan yang lebih baik.

  98. Purwoko Wahyu Hutama (09301244017)
    Pend. Matematika 2009
    UNY
    Indonesia adalah bangsa yang wilayahnya adalah kepulauan. Terdapat 17.500 pulau dan memiliki garis pantai terpanjang yaitu 81.000. dengan wilayah yang begitu luasnya pasti banyak beragam etnis, suku dan budaya yang mencapai kira-kira 250 jenis. Apalagi indonesia juga merupakan negara yang sangat kaya raya sumber alam, mulai dari emas, minyak, batubara, dan masih banyak lagi. Bahkan muncul lagu kolam susu yang menggambarkan betapa kayanya bangsa indonesia. Dengan luasnya dan beraneka macam suku pastilah sangat sulit untuk mengatur dan mempersatukan berbagai macam suku itu. Dengan demikian dibutuhkanlah ideologi agar suatu bangsa dapat menemukan tujuannya dan sebagai simbol pemersatu, Lahirlah pancasila. Pancasila merupakan alat pemersatu indonesia, Pancasila bersifat mengikat, namun pancasila tidak mengekang Karena nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sudah ada pada seluruh elemen masyarakat sehingga tercipta suatu persatuan dan kesatuan, serta kemakmuran. Namun jika dilihat kondisi saat ini seperti banyak terjadi konflik antar ras, suku, etnis dan antar umat beragama. Sepertinya nilai-nilai pancasila sudah dilupakan, apalagi kebijakan pemeritah yang semakin tidak menghargai budaya indonesia dengan dihapusnya muatan lokal dari mata pelajaran sekolah. Lalu bagaimana anak-anak jaman sekarang mengenal budaya indonesia jika tidak diberikan disekolah?? Sedangkang saat ini jelas-jelas indonesia sedang dijajah melalui budaya barat dan yang baru-baru ini sedang gencar adalah budaya korea. Ini merupakan penjajahan secara tidak lansung, namun tidak adanya dukungan dari pemerintah yang tidak membatasi budaya asing yang masuk meng akibatkan semakin dilupakan budaya negeri sendiri. Akibatnya budaya tersebut diakui bangsa asing sebagai budayanya, barulah pemerintah bergerak apakah tidak sangat terlambat???
    untuk mengurahi hal tersebut sangat perlu pancasila dihidupkan kembali dan dijadikan sebagai pemersatu kesatuan dan persatuan bangsa supaya bangsa indonesia dapat berkembang menjadi bangsa yang lebih baik dan dapat bersatu dalam satu kesatuan.

  99. Listya Sangara (09301244033)
    Pendidikan Matematika Swadana 2009
    UNY

    Dalam artikel ini ada hal menarik yang diungkapakan oleh Sosrodiningrat yang bisa kita ambil
    sebagai renungan, berikut kutipannya :
    “ Sosrodiningrat menegaskan bahwa persatuan berarti bebas dari rasa perselisihan antar
    golongan, pertikaian antar individu dan suku. Saat yang sama, perhatian, penghargaan, dan
    penghormatan terhadap corak dan bentuk kebiasaaan kelompok lain menjadi penting untuk
    menopang persatuan ini.”
    Menarik sekali jika kita melihat keadaan negara ini, kita ambil contoh saja di kota Jogja.
    Apakah masih ada penghormatan dari satu kelompok terhadap kelompok yang lain?
    Apakah di Jogja bebas dari pertikaian?
    Apakah di Jogja bebas dari perselisihan antar golongan?
    Kalau kita melihat peristiwa yang banyak terjadi di Jogja sepertinya sulit sekali bangsa ini bisa
    bersatu. Kita ambil saja beberapa contoh seperti berikut :
     Kasus penyerangan Lapas Cebongan oleh anggota kopassus yang dilatarbelakangi karena
    ingin balas budi dengan membantai semua tersangka pembunuh oknum TNI di HUGO’S café secara sadis tanpa memperdulikan proses hukum yang sedang berjalan.
     Pembunuhan dan pemerkosaan siswi sebuah SMK di Jogja yang melibatkan oknum polisi.
     Saling serang antar kelompok pemuda hanya karena masalah rokok.
    Semua hal itu terjadi di masa reformasi seperti sekarang ini. Apakah kita masih perlu bertanya
    perlukah Pancasila dijadikan sebagai pedoman hidup?
    Apabila kita mengamalkan Pancasila dengan benar saya yakin hal- hal diatas bisa kita cegah
    ataupun kita kurangi, meskipun secara absolut tidak bisa kita hilangkan.

  100. Nama: Fikri Hermawan
    NIM : 09301244023
    Pend Matematika 2009/ FMIPA/ UNY

    Pentingnya persatuan sebagai landasan berbangsa dan bernegara Indonesia bukan hanya bertumpu pada perangkat keras seperti kesatuan politik (pemerintahan), kesatuan teritorial, dan iklusivitas warga, akan tetapi juga memerlukan perangkat lunak berupa eksistensi kebudayaan nasional. Namun, rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia tidak seperti apa yang ada dalam wacana. Pada prakteknya, rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia jauh dari harapan. Kondisi yang terjadi saat ini, banyak warga Indonesia yang telah melalaikan nilai luhur dari Pancasila. Banyak masyarakat Indonesia yang persatuannya seakan telah tergadaikan oleh ego masing-masing. Sehingga seakan rasa toleransi di antara mereka cenderung berkurang. Padahal dalam perbedaan, toleransi menjadi salah satu hal yang penting yang dapat mempertahankan kesatuan mereka. Sebagai contoh, sekarang ini banyak sekali terjadi peristiwa perang antarsuku sebagai akibat dari kurangnya rasa persatuan dan kesatuan. Belum lagi kebudayaan, wilayah, dan sumber daya alam dari negara Indonesia yang diambil oleh negara lain. Jika kita dapat memperkokoh rasa persatuan dam kesatuan kita sudah barang tentu kita dapat melindungi dengan kuat dan erat apa yang negara kita miliki. Pancasila sebagai pemersatu bangsa hendaknya dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata bukan hanya wacana saja, karena pada hakekatnya negara indonesia adalah kita yakni warga negara Indonesia. Jika kita bercerai berai maka runtuhlah negara ini, dan apabila kita bersatu maka akan semakin kuat dan kokoh negara tercinta ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s